
Aku tidak perlu menderita lagi, kan?
"..."
"..."
"Huh?? Apa ini?" aku bertanya tanya, ketika langkah ku terhenti. Tidak, bukan langkah ku yang terhenti. Badan ku tertahan oleh sesuatu, seseorang yang melingkarkan tangannya dari belakang.
[Efek skill: Lonely Heart diaktifkan]
Sial! Tinggal beberapa langkah lagi! Aku pasti akan sampai ke sosok diriku yang asli! Dengan begitu, aku pasti akan dibebaskan oleh rasa sakit ini!!!
"Berhenti, Ryoka." suara lembut mengalir di telingaku, dari sosok yang memelukku dari belakang.
"Siapa..."
'Kemari! Jangan hiraukan apa pun!! Kemarilah dan akan kuberi kau kekuatan! Jangan berbalik!!' diriku yang ada di sana berteriak panik, sambil terus berusaha menarikku kesana.
Tapi bagaimanapun, aku tidak bisa melangkahkan kaki bahkan satu saja. Apa ini? Kenapa aku tidak bisa bergerak?!
"Ryoka. Hentikan. Aku tahu kau tidak akan semudah itu menyerah..." suara itu lagi lagi muncul, membuat amarah yang ada dalam hatiku mulai reda. Suara yang indah bagaikan melodi alam, aku mengenal suara ini.
"Aku sudah menduga ini akan terjadi, dan skill yang aku berikan sangat berguna, kan?" dia bertanya.
Skill? Apa yang dia maksud? Aku tidak tahu. Tapi...
"Kenapa aku menangis?"
Tidak tahu apa yang terjadi, aku berusaha mengelap air mata yang keluar dengan cepat, tapi sosok yang ada di belakangmu lebih cepat, mengelap air mata yang ada dengan tangannya sendiri.
Sungguh, aku pernah merasakan sentuhan ini. Tapi siapa dan dimana?
"Kau sudah cukup kuat, jadi ayo kembali." katanya.
__ADS_1
Sosok itu menarikku dengan tangannya, yang dibalut pakaian dengan beberapa rumbai yang indah. Aku tidak mampu bergerak, hanya bisa mengikuti sosok itu yang terus menarikku ke arah cahaya.
"Diriku" yang ada di bawah berteriak, tampaknya tidak senang dengan itu. Tapi aku tak tahu, aku tidak bisa mendengarkan apa yang dia katakan.
Dan bagai tak peduli, aku hanya fokus pada sosok wanita yang menarikku ini. Aku seperti terhipnotis olehnya, hingga aku mempersilahkan dia membawa ku kemana pun yang dia mau.
Aku tidak bisa melihat wajah sosok yang menarikku itu, tapi entah kenapa aku merasa tenang.
"Ryoka." dia memanggilku.
"Kau harus tetap bertahan hidup, dan naiklah hingga lantai teratas, ya!!" katanya.
Tetap hidup? Dengan kata lain, aku harus terus menanggung beban ini? Menanggung rasa sakit dan air mata yang terus seperti ini?
Rasa kebencian yang membakar ku... Rasa takut yang membayangiku, dan perasaan kesepian yang perlahan membunuhku.
Dia bilang aku harus menahan itu semua?!
Bohong. Kenapa dia bisa bilang bahwa dia mengetahui semuanya? Kau tidak akan tahu apa yang aku rasakan sampai kau merasakan semuanya sendiri! Jangan sok mengatakan mengerti, sialan!!
Itu yang aku pikir, tapi aku tidak bisa mengeluarkan satu patah kata pun.
?!!
Dia memelukku, menaruh kepalaku di dadanya, seraya mengelus kepalaku dengan lembut. Aku terkejut, ingin meronta dan melepaskan diri dari itu, tapi aku tak mampu bergerak sama sekali sekarang.
Sungguh, kenapa.....
Kenapa...
"Kenapa....." air mata ku kembali mengalir deras.
Aku mengingat ini. Saat dimana aku merasa bisa hidup sampai saat ini merupakan sebuah anugerah. Dimana ada sosok yang memelukku hangat, walau dia tidak lagu disini.
__ADS_1
("Lagi lagi aku selamatkan olehnya, kah?") aku hanya bisa tersenyum di dalam hatiku.
"Ryoka. Kau harus hidup. Teruslah hidup hingga kau bisa menemukan ku, oke! Kau harus berjanji. Aku sungguh tidak akan memaafkan mu jika menyalahi janji ini. Jadi... Kumohon, tetaplah hidup..." katanya dengan suara sedikit bergetar.
Dan disaat itulah, semua yang ada di sekitar ku menjadi putih, dan aku mendapat kesadaran ku kembali.
"Hufftt hahh... Ughfg....." aku sedikit bernafas kasar disana, berusaha untuk kembali mendapatkan kesadaran ku. Tubuhku basah oleh keringat, pandangan ku juga masih kabur. Salah sedikit, aku bisa kembali ke tempat itu.
Masih mengatur nafas, aku mengingat apa yang terjadi.
"Ahhh, ini sangat merepotkan..." kata kata wanita itu di dalam mimpi tadi, meminta ku untuk berjanji disana. Dan tanpa mendengar jawaban ku atau apapun, aku dikirim kembali kemari.
"Baiklah baiklah. Aku akan berjanji untuk terus berusaha. Yahh, anggap saja ini motivasi tambahan untukku bisa tetap hidup sampai keluar dari Dungeon ini." kataku dengan lantang.
Aku yang sebelumnya tidak akan bisa mengatakan ini, tapi aku yakin dengan ini sekarang.
Ini adalah janjiku dengan sosok itu, Fei.
Bahkan setelah dia tidak ada, dia masih terus menolongku, kan? Itu pasti efek sihir dari skill [Lonely Heart], yang aku dapatkan saat bertemu dengan Fei. Dan kini dia menarikku kembali ketika aku akan tertelan oleh kegelapan.
"Tapi sesungguhnya, apa itu?" aku bertanya-tanya.
Aku tidak bisa menyangkal bahwa dia benar benar sosok aku dari lubuk hati terdalam.
Memang benar aku ingin menghancurkan semuanya. Aku ingin membalas dendam, dan membalas mereka dengan cara yang paling menyakitkan. Tapi realita tetap memaksa ku untuk sadar, dan mundur dan mengubur keinginan tersebut.
Tapi, sosok itu memanfaatkan kegelapan yang ada dalam hatiku, dan membujuk ku untuk melakukan sesuatu. Dan aku yakin, sekali aku melakukannya, tidak akan ada jalan kembali.
Itu memberikan kekuatan besar padaku, katanya. Berarti dia sosok yang memiliki kemampuan luar biasa.
Dan itu dapat diblokir dengan skill [Lonely Heart] yang mana itu mampu meningkatkan ketahanan terhadap miasma, jadi itu adalah miasma. Ditambah aku barusan mengkonsumsi Batu sihir tingkat atas, aku yakin itu berhubungan dengan miasma.
"Apakah itu pusat dari miasma?"
__ADS_1