Oh My Savior

Oh My Savior
Bab 36 : Kisah yang terulang kembali


__ADS_3

Hening, gelap dan sunyi senyap. Pemandangan itu yang pertama kali Nic lihat saat tersadar, dia beranjak duduk memijat keningnya yang terasa pening. Dia mengedarkan pandangan, ruangan ini tampak asing, benda yang terdapat dalamnya tak satu pun yang Nic kenali.


"Dimana ini?" Nic mengernyitkan dahi, saat melihat sesosok punggung yang membelakanginya. Mata Nic melebar seketika, dia menarik orang itu hingga ke posisi terlentang, lantas dia menyalakan lampu di samping ranjang. Diluar dugaan ternyata dia seorang wanita, yang ternyata adalah Cherry.


"Cherry!" Nic terkejut saat mendapati Cherry ada di sampingnya, dengan tubuh telanjang dan dirinya pun begitu.


"Oh, Sitt!" Nic berdecak kesal, pemandangan ini pernah dia alami sebelumnya. Mengapa ini harus terjadi lagi.


"Nic, kau sudah bangun?" tanya Cherry dengan suara parau. Makeup yang biasanya melapisi kulit wajahnya kini hilang, hanya wajah pucat dan alis bekas cukuran yang terlihat.


"A-apa yang terjadi?" Nic tetap bertanya meski Ia tahu jawabannya, "aku hanya minum sedikit tapi bagaimana aku bisa mabuk, setelah itu aku tak ingat apa pun lagi?"


"Kau tidak ingat? Tadi malam kita sudah bersatu, menikmati malam yang istimewa Nic." Cherry beranjak mengalungkan tangan di leher Nic, dan menaruh dagu di pundaknya.


"Itu tidak mungkin, bagaimana itu bisa terjadi? Aku bahkan tak ingat apa pun!" Nic mulai meninggikan suaranya, hatinya amat tak terima dengan kejadian ini. Cherry hanya diam, menatap Nic bangkit dengan wajah gusar.


"Nic, maafkan aku, tapi ini sudah terjadi. Apa salahnya kita melakukan hubungan sebelum pernikahan semua pasangan kekasih melakukan itu? Sayang, aku tahu kamu sedikit berbeda dari kebanyakan laki-laki, tapi ini sudah terjadi mau bagaimana lagi." Cherry mengangkat bahu ringan.


Nic berdecak sembari masuk ke kamar mandi berdindingkan kaca transparan. "Sial! Sial. Apa yang telah aku lakukan?" Nic mengguyur dirinya di shower berharap masalahnya larut bersama air yang mengalir.


Selepas mengenakan handuk kimono Nic pun berjalan keluar, dia menghela napas pasrah, setelah mengguyur diri dengan air dingin pikirannya lumayan tenang. Cherry nampak terduduk sambil memainkan ponsel, tubuhnya terbungkus selimut hingga ke dada. Dia tersenyum manis pada Nic, yang hanya Ia tanggapi dengan tatapan datar.


'Dia tampak bahagia, aku sangat tak adil padanya, jika aku bilang menyesali apa yang telah terjadi, dia tunanganku dan pada akhirnya kami akan menikah. Sudahlah bagaimana pun waktu tak dapat di ulang kembali.'

__ADS_1


"Bersihkan dirimu dan kita pulang." Ujar Nic.


"Kamu gak marah Nic?" Cherry menatap keheranan, padahal dia sudah bersiap untuk kemungkinan menghadapi amukan Nic.


"Kenapa aku harus marah, yang di rugikan disini adalah kamu. Kehormatan seorang wanita ada pada harga dirinya, Cherry." Ujar Nic sembari berjalan ke arah balkon.


'Aku tak ingin mengulang kesalahan yang sama. Seharusnya kata-kata ini terlontar saat Khanza yang ada di hadapanku waktu itu.'


Cherry tertegun, kata-kata Nic begitu menohok hatinya, 'Hmph, kehormatan wanita ada pada harga dirinya, itu bagi orang lain Nic. Sedangkan aku sudah tidak punya harga diri lagi.' Cherry mencengkram ujung selimut yang Ia kenakan, untuk memblokir angin yang menerpa tubuh telanjangnya.


Cherry dan Nic keluar beriringan setelah mereka berpakaian rapi. David sudah berdiri tak jauh dari mereka, agaknya dia memang sudah menunggu cukup lama di sana. Mata David menghunus tajam pada Nic, setelah kejadian itu David seolah mengibarkan bendera perang, tiap kali mereka bertemu David selalu memasang wajah sangar, tanda memperingatkan.


"Kita sarapan dulu Nic, aku sudah lapar." Cherry bergelayut manja di lengan Nic, dan pemandangan itu tak luput dari pengawasan David. David lebih berprilaku seperti pengawal Cherry dari pada asistennya.


"Kau lebih dari seorang penjahat bagiku, jadi aku wajib mengawasimu." Jawab David datar, kali ini dia yang menyetir.


Cherry datang membawa sebuah paper bag di tangannya, dia lantas masuk dan menutup pintu, "sayang aku beli roti manis, kamu mau yang rasa apa?"


"Strawberry saja." Nic mengambil satu bungkus roti yang bertuliskan rasa yang Ia inginkan.


"David, kau mau?" tawar Cherry, David hanya menggeleng pelan, tatapannya pada Cherry jauh berbeda dengan pada Nic.


"Tidak, terima kasih, aku sudah sarapan." Tolak David dengan nada sopan.

__ADS_1


David terlebih dahulu mengantar Nic ke rumahnya, "kalian tidak mampir?" tanya Nic yang langsung di tanggapi dengan penolakan oleh Cherry.


"Ti-tidak usah Nic, lain kali saja, lagi pula aku ada acara nanti siang, jadi aku perlu bersiap-siap." Ucap Cherry kikuk, dari sikapnya sepertinya dia berbohong, tapi Nic tak peduli dia lantas keluar dari mobil David.


Mobilnya sudah teronggok rapi di depan rumah, mungkin David yang mengirimnya. Beberapa pelayan yang Ia temui nampak menunduk hormat, Nic hanya membalas dengan sedikit anggukan tanpa senyuman. Dia berjalan ke arah dapur tempat biasa keluarganya berkumpul pada jam begini.


"Nic, kamu baru pulang?" sapa Shelia yang seperti biasa menyambutnya dengan senyuman.


Hem... Jawab Nic sembari mendudukkan diri di salah satu kursi yang kosong. Tak ada pertanyaan lain yang keluar dari mulut Shelia atau pun Richard, mereka kembali membisu hanya suara garpu dan pisau yang beradu terdengar pelan.


"Apa Mami tidak ingin bertanya darimana aku semalaman?" Nic mencoba memancing.


Shelia menoleh seraya melempar senyum, "kamu sudah dewasa Nic, lagi pula kau bukan anak gadis, jadi aku tidak terlalu khawatir."


"Ada apa? Apa kau ingin mengatakan sesuatu?" Tanya Richard dengan pandangan tajam, membuat nyali Nic seketika menciut.


"Tidak ada apa-apa, Dad." Nic berkilah.


Setelah berbincang sebentar dengan ayah dan Ibunya. Nic pun lantas naik ke lantai dua menuju kamarnya.


Shelia menatap punggung sang putra yang perlahan menghilang di balik dinding.


"Richard, apa semua akan baik-baik saja? Jujur aku sedikit takut, takut terjadi sesuatu pada Nic." Ujar Shelia dengan perasaan was-was.

__ADS_1


"Tenanglah sayang, kini permainan ada dalam kendaliku."


__ADS_2