Om Itu Jodohku

Om Itu Jodohku
BAB 10


__ADS_3

"Oke, saya baca dulu. Bagaimana jadwal meeting saya hari ini" tanya Abi sambil membaca beberapa laporan dan kontrak kerjasama diatas mejanya.


Arya pun membacakan jadwal Abi hari ini. Mana ada meeting yang akan di laksanakan jam 10 pagi ini. Setelah selesai membaca mereka melanjutkan untuk membahas tentang proyek kerjasama dari beberapa perusahaan untuk melihat untung dan ruginya.


Hari terus berjalan, tak terasa sudah 2 tahun Ale meninggalkan tempat tinggalnya dan kota kelahiran nya dan membuat keluarga kawatir dan banyak masalah yang timbul setelah dia kabur. Ia merasa bersalah terhadap keluarganya terutama pada sang adik.


Saat ini ale tengah melepas rindu bersama Dicki kekasih hatinya.


"Sayang aku mencintaimu sangat mencintaimu" ucap Ale yang sedang menyenderkan kepalanya pada dada bidang sang kekasih.


"Aku juga sangat mencintaimu Ale melebihi cintamu padaku" jawab Dicki sambil mencium pucuk kepala Ale.


"Serius.. Benarkah apa yang kamu ucapkan padaku?" tanya Ale sambil mendongakkan kepala menatap mata Dicki.


"Iya sayang. Apa kamu meragukan ku?" tanya Dicki lagi.


Ale hanya mengganggu kan kepala nya tanda ia mempercayai dengan apa yang Dicki ucapkan. Ale sangat bahagia karna memiliki Dicki yang sangat mencintai nya. Ada rasa yang tidak pernah Ale tunjukan kepada siapa pun termasuk Dicki. Ada rasa takut yang sangat dalam dari dirinya main dia berusaha untuk tetap tegar demi semua orang yang dia sayangi


.


"Sayang.." panggil Ale dengan pelan.

__ADS_1


"Hemm... iya ada apa?" tanya Dicki yang masih senantiasa memeluknya.


"Jika suatu saat tiba2 aku harus pergi meninggalkan mu" kata Ale yang membuat Dicki sedikit mendorong tubuh Ale secara pelan untuk menatap wajahnya.


"Kamu kenapa berbicara seperti itu? Apakah kamu sudah tidak mencintaiku lagi?" tanya Dicki yang begitu terkejut mendengar apa yang Ale katakan.


"Tidak... bukan begitu. Aku selalu mencintaimu selamanya hanya kamu yang aku cinta buktinya aku pergi bersamamu meninggalkan keluargaku." jawab Ale meyakinkan Dicki.


"Percayalah padaku tidak akan ada sesuatu terjadi dan yang akan memisahkan kita" kata Dicki.


"Seandainya itu memang terjadi. Betapa beruntungnya aku memilikimu " gumam Ale dalam hati.


...****************...


"Ada apa denganmu mam?" tanya Rosi lagi yang kini sudah ada id hadapan nya.


"Tidak apa sayang, mama cuma memikirkan bagaimana nasib kakakmu" jawab mama meyakinkan Rosi.


"Apa mama sedang sakit? kenapa wajah mama terlihat pucat" ucap Rosi yang melihat wajah mama pucat seperti biasanya, serasa mrmegang tangan mama dan tangan satunya menempelkan nya id dahi.


"Mama demam" kata Rosi.

__ADS_1


"Hemm.. tidak apa2 Ros, ini cuma karna mama kecapean dan kepikiran soal kakakmu saja" jawab mama.


"Tunggu disini, Rosi akan ambilkan obat dulu dan membuatkan mama bubur" kata Rosi beranjak pergi, tiba2 ada tangan yang menahan nya.


"Tunggu.. bolehkah mama meminta tolong padamu sayang untuk melakukan sesuatu?" tanya mama.


"Apa itu mam? apapun yang mama minta Rosi akan lakukan" kata Rosi menggenggam tangan mama.


"Janji" tanya mama.


"Iya Rosi janji mam" jawab Rosi dengan yakin.


"Bantu mama untuk mendekatkan Naya dengan kakakmu, bukan kah Naya itu temen kampusmu?" kata mama lagi.


"Oh iya emang benar Naya temen kampusku mam, ehh bukankan kakaknya Naya ya yang di jodohkan dengan kak Abi mam" tanya Rosi lagi.


"Iya sebenarnya seperti itu, tapi kakaknya Naya pergi bersama kekasihnya sampai saat ini belum tau keberadaan nya dan kabar." jawab mama.


"Apakah Naya punya pacar Ros?" tanya mama.


"Sepertinya ada sih mam, tapi kayaknya sudah enggak deh, soalnya tu cowok main serong sih sama temen nya." jawab Ros sambil mengingat.

__ADS_1


"Oke bagus kalau begitu." jawab mama senang.


Belum sempat Rosi mengambil obat mama terlebih dahulu terjatuh di lantai.


__ADS_2