Om Itu Jodohku

Om Itu Jodohku
BAB 22


__ADS_3

Di pagi hari Naya tengah bersiap-siap untuk berangkat kuliah. Namun ia malah mondar-mandir di dalam kamar mencari barang yang ia sangat butuhkan.


"Kemana sih nih kartu, perasaan aku simpan di dalam tas kemarin" gerutu Naya sambil membongkar tas nya.


Tanpa ia sadari dari luar kamar Bian melihat Naya yang uring-iringan membuatnya ikut kesal. Sekarang apalagi yang di cari oleh bocah itu.


"Cari apa kamu? Pagi-pagi sudah buat bising rumah" tanya Bian yang sudah berdiri di pintu.


"Hemm itu a nu Om" ucap Naya gugup.


"Hemm itu anu apa? yang jelas kalau ngomong itu" balas Bian.


"Gini Om, kemarin itu sewaktu pulang dari rumah papa, aku membawa kartu tabungan ku dan aku simpan di dalam tas. Tapi sekarang gak ada" gerutu Naya lagi sambil membongkar tas yang ada di kamarnya.

__ADS_1


"Cepat siap-siap kita sarapan, kalau soal itu kamu gak usah pusing" kata Bian sambil melangkah keluar kamar.


Bian terlihat sudah rapih, dengan stelan jas untuk ke kantor. Dia menunggu Naya di ruang makan ingin mengajak gadis itu sarapan.


"Hemm, Om kayaknya Naya gak bisa ikut sarapan takut telat nih" ucap Naya sambil berlalu dari hadapan Bian.


"Tunggu dulu ini kartu buat kamu, kalau kurang bilang saja. Dan satu lagi kalau kamu butuh apa-apa kamu bilang sama aku atau Aryo" ucap Bian sambil menyerahkan black card yang ia ambil dari dalam dompet nya.


"Makasih, Om baik baik banget deh" balas Naya sambil menerima kartu utu sambil tersenyum.


"Sama-sama, oh ya jangan lupa tolong bereskan kamar ku sebelum aku pulsng. Hari ini aku akan pulang agak malam" jelas Bian yang diangguki oleh Naya.


Di belakang mereka, ada seorang perempuan yang sedari tadi memperhatikan dan mendengarkan percakapan mereka menatap nya dengan sinis. Dan berpikiran aneh tentang Naya, karna yang ia tau bosnya itu tidak memiliki kekasih.

__ADS_1


"Nih anak mau aja menjadi pemuas napsu hanya untuk uang, dasar ja***g" ucap wanita itu dalam hati.


Wanita itu bergidik sendiri membayangkan hal yang tidak-tidak tentang mereka berdua. Naya menengok ke arah wanita itu dan tersenyum, namun wanita itu terlihat tidak suka dengan Naya dan menunjukan ketidak sukaan nya itu.


Naya bingung dengan sikap wanita yang notaben nya sekretaris suaminya itu yang menatap diri nya dan suami nya dengan tatapan yang sulit di artikan. Dan tanpa sengaja Naya melihat wanita itu melirik benda yang sedari tadi di pegang nya. Naya menjadi mengerti arti tatapan wanita itu pada nya dan suami nya.


"Sial banget sih pagi-pagi sudah ada yang mengira aku cewek gak benar. Tapi gak apalah lagian juga dia suami ku bukan orang lain dan kartu ini jg hak ku" gumam Naya dalam hati sambil tersenyum.


"Kenapa kamu senyum-senyum sendiri?" tanya Bian pada Naya yang sedari tadi senyum sendiri.


"Gak apa sih cuma geli lihat orang yang masih pagi sudah berpikiran aneh-aneh dan mengira bahwa aku wanita gak benar karna menerima ini" ucap Naya sambil menunjuk kan kartu yang di pegang nya itu.


"Siapa yang mengira kamu gitu?" tanya Bian lagi.

__ADS_1


"Tuh perempuan yang melihat ku seperti jijik padahal sku gak ngelakuin apa-apa" jawab Naya.


Bian pun langsung melihat perempuan yang di tunjuk Naya yang tak lain sekretaris nya itu dan nampak Sara hanya diam mematung setelah Bian menoleh ke arahnya takut Bian bos nya akan marah pada nya.


__ADS_2