
Dia bertemu dengan Sella teman yang kemarin saling bertukar nomor hp satu sama lain. Mereka berjalan bersama menuju ruangan tempat mereka berkerja.
Karena mereka masih karyawan baru mereka msih tahap perkenalan diri masing-masing.
Tak jarang dari beberapa karyawan laki-laki yang juga berada dalam satu ruangan mereka itu memandang Naya dengan tatapan kagum. Ya karena kagum akan kecantikan nya bodynya dan banyak lainnya.
"Gila gila gila ya Tujan cantik banget itu anak magang." gumamsalah satu karyawan laki-laki yangbernama Yudha itu.
"Iya bener banget kamu, kayak bidadari yang turun dari langit."sahut Revan yang kagum melihat paras Naya.
"Sempurna banget, kalaupun dia mau jai psanganku aku senang banget, dan tanpa pikir panjang lagi Van." kata Yudha yang sudah tergila-gila melihat paras cantik nya Naya.
"Haha yakin loe untuk jadi pasangan nya Yud? Walaupun nanti loe mati dan hidup lagi pun kalau wajahmu yang pas-pasn gini juga nggak akan membuat dia mau sama loe." kata Revano denagan gelak tawanya menanggapin penuturan Yudha yang tidak masuk akal.
"Sialan loe, emang gua sejelek itu sampai dia gak mau sama gua?" kata Yudha memukul kepala Revan
__ADS_1
"Hahaha lagian sih loe ngehayalnya terlalu tinggi bro. Cewek cantik speak bidadari kayak dia itu gak mungkin belum punya pasangan bro mustahil." kata Revan lagi yang masih dengan mentertawakan Yudha.
"Tenang aja bro walaupun dia sudah ada pasangan sekalipun masih bisa mereka putus bahkan kalau sudah nikah juga masih bisa juga cerai jadia gua masih ada kesempatan untuk mendapatkan nya. Kata pepatah itu sebelum janur kuning melengkung masih milik bersama bro." sahut Yudha dengan percaya diri yang tinggi.
"Alah terserah loe aja lah Yud, gua cuma ingetin loe aja jangan sampai loe sakit hati aja jika sudah tau kebenaran nya. Tapi kalau dipikir-pikir lagi seandainya dia juga suka sama gua ya nggak akan gua tolak hahaha..." kata Revan sambil tertawa.
"Huuu ngarep juga kan loe. Gak jauh beda lah loe sama gua." sahur Yudha menimpali lagi perkataan Revan.
Mereka pun tertawa bersama-sama hingga salah satu karyawan yang lain nya menegur mereka berdua.
"Bisa diam gak sih kalian berdua. Kayak gak pernah lihat cewrek cantik dikit aja." tegur Risa yang juga bekerja satu ruangan dengan mereka berdua.
"Bukan nya gua sewot ya, tapi kalian berdua itu berisik banget tau nggak!" bentak Risa.
"Iya iya Risa..." kata Yudha ngalah.
__ADS_1
Akhirnya mereka berdua pun diam dan melanjutkan pekerjaan yang sempat terhenti karna kedatangan bidadari cantik.
Tak terasa saat ini jam sudah menunjukkan wwaktu untuk mereka pulang kantor kecuali bagi yang akan lembur karna pekerjaan yang menumpuk dan di kejar waktu.
Naya yang kini sedang menunggu taksi pesanan nya itu akhirnya lega karna tak menunggu waktu yang lama untuk menunggu nya dan langsung berjalan pulang.
Tak berselang waktu Naya sudah sampai di mansion itu bertepatan dengan Bian juga yang tiba di mansion itu.
Bian datang bersama dengan asprinya itu masuk kedalam mansion langsung menuju ruang kerja BIan.
"Tuan muda kemarin nyonya menelvon saya dan menanyakan perihal pernikahan kalian." lapor Lukas
"Lalu kau jawab apa Kas?" tanya Bian
"Saya hanya menjawab bahwa semua nya berjalan dengan baik Tuan." sahut Lukas kembali.
__ADS_1
"Iya sudah yang penting kamu tidak memberitahukan yang sebenarnya pada mama." kata Bian tegas.
"Baik Tuan muda." sahut Lukas