
"Bagaimana ini bisa terjadi? kenapa Ale bisa kabur?" tanya Arga emosi kepada sang istri yang sedari tadi menangis.
"Sudahlah pa, lebih baik kita pikirin gimna cara menemukan kak Ale." ucap Naya sambil menenangkan mamanya.
"Bagaimana ini Ga? apa yang harus kita lakukan?" tanya surya yang sedikit kecewa dengan tindakan Ale.
"Sebaiknya kita pulang saja dulu, kalau sudah ada kabar dari Ale kami ke sini lagi. Tenangkan dulu pikiran mu, jangan gegabah dalam mengambil keputusan." kata Surya sambil berlalu.
Hari itu keluarga Satopoh bingung harus mencari Ale kemana? ya karena tidak seperti biasa Ale bersikap seperti itu. Dalam hening Naya teringat sesuatu yang mungkin saja bisa jadi petunjuk.
"Oh ya pa, Naya ingat kalau kakak Ale itu punya teman dekat. Apa dia kabur bersama dengan teman nya itu?" tanyanya sambil berpikir.
"Coba kamu telvon kak Ale. Tanya dia sedang dimana? kenapa dia melakukan ini kepada papa?" kata papa lesu.
Sudah beberapa kali Naya menghubingi Ale namun tidak bisa, karna hpnya dimatikan untuk sementara waktu.
"Kenapa tidak bisa sih!" katanya kesel.
"Kenapa harus kabur coba, kalau tidak mau kan bisa bilang baik2." katanya lagi kesal dengan kakaknya yang kabur tanpa kabar.
__ADS_1
"Aku menatap kesal ke hp."Masa iya aku harus menggantikan nya, kan tidak lah lucu.! bisik ku
"Kenapa sayang? apa yang kamu katakan barusan?" tanya Sila kepada putri nya itu.
"Eh,, tidak ma.. hehehe." jawabku sambil melengos.
"Gimana apa sudah bisa di hubungin kakak mu?" tanya Sila lagi.
"Hmm.. belum bisa ma, tapi tenang aja Naya akan berusaha untuk menemukan kakak dan membawanya pulang." jawabku meyakinkan sang mama.
"Tapi bagaimana kamu menemukan Ale, nomornya saja tidak bisa di hubungi?" tanya mama kawatir.
***
Matahari mulai menujukan sinarnya yang masuk dalam cela-cela jendela kamar. Ya karena ini sudah menunjukan pukul 07.00, seperti biasa Abian memulai dengan bersiap siap untuk berangkat ke kantor.
"Bian, papi dan mami sudah mulai tua, cuma kamu anak papi dan mami. Kapan papi bisa duduk manis di rumah sambil bermain dengan cucu?? apa kamu ingin melihat papi dan mami mu tiada dulu baru kamu mau mencari pasangan?" ucap nya sedih.
"Sudahlah pi, aku asti akan segera menikah sabarlah." jawabnya sambil berlalu untuk berangkat ke kantor.
__ADS_1
"Punya anak satu tapi susah banget untuk di nasehatin." batin Surya sambil menggelengkan kepala.
"Kenapa sayang? kemana Bian?" tanya Dinda.
"Eh tidak apa2 sayang. Oh Bian dia sudah berangkat kekantor." jawabnya sambil berjalan ke meja makan.
"Kapan kamu akan bilang ke Bian tentang perjodohan itu?" tanya Dinda memberikan roti ke Surya.
"Tadi aku sudah berbicara dengan nya tapi kamu tau sendiri gimana anak kamu." jawab Surya.
"Coba nanti biar aku yang bicara padanya, mungkin saja dia mau mendengarkan." sahut Dinda sambil tersenyum.
"Baiklah.. semoga saja." ucapnya ragu.
"Ya sudah makan gih rotinya, jangan hanya dilihat saja." kata Dinda menunjuk roti di piring Surya.
***
Siang itu sangat panas karna matahari sedang bersinar dengan cerah. Aku lagi duduk di teras, aku menerima sebuah surat undangan. Kubuka dan ku baca sampul berwarna emas itu. Ada nama orang yang membuatku tercengang tak percaya.
__ADS_1
"Non Naya, ini ada kiriman." Aku yang lagi asyik membaca buku langsung berhenti ketika mendengar ada kiriman. Entah kenapa tiba2 jantungku berdegup kencang kayak habis lari