Om Itu Jodohku

Om Itu Jodohku
BAB 18


__ADS_3

Naya tidak mengerti bagaimana Bagian bisa tau apa yang sedang Naya pikirkan seolah-olah dirinya mengucapkan secara langsung.


"Wah selamat ya bro, akhirnya setelah sekian alam menunggu ada juga bidadari yang mau sama lo dan akhirnya lo nikah juga" ucap seorang laki-laki yang datang menghampiri mereka sambil tertawa.


"Selamat ya cantik, kita ketemu kembali ya" ucap orang itu sambil tersenyum pada Naya.


Degg...


Jantung Naya berdetak dengan kencang sambil menatap pria tersebut, dia melihat pria itu mengenakan jas biru dongker yang tengah ngobrol dengan Bian suaminya.


"Aduh gimana nih, kenapa juga harus datang sih, kan aku takut kalau sampai dia bilang ke Om itu kalau aku jalan dengan cowok lain di belakang nya" gumam Naya ketakutan.


"Makasih ya Zal, sudah sempetin waktu untuk datang ke acara aku. Oh ya, emang kamu pernah bertemu dengan istri ku?" tanya Bian dengan tersenyum yang sulit di artikan.


"Emm itu anu kemarin dia kan lagi nunggu taksi katanya dan aku melihatnya. Maunya sih antar dia, namun keburu dia pergi" ucap nya sambil gugup jangan sampai Bahan marah padanya karna hal sepele.


"Oh begitu. Kemana pacar mu?" tanya Bian lagi.


Rizal Syaputra adalah salah satu sahabat Bian yang menjabat sebagai direktur meneruskan papanya di perusahaan keluarga nya. Dia saat ini berumur 28 tahun, ya dia lebih muda dari pada Bian mereka bersahabat dari mereka sekolah dasar. Maka nya Rizal tau apa saja yang sudah di alami Bian.


"Pacar yang mana ya? Kamu juga kan tau kalau aku gak ada waktu untuk memikirkan hal yang seperti itu" jawab Rizal.

__ADS_1


"Ya sudah bro, aku kesana duku, happy wedding oke bro" tambah Rizal sambil berlalu pergi meninggalkan mereka.


Naya memperhatikan kepergian Rizal dan menghilang di balik kerumunan para tamu undangan yang sudah memenuhi gedung, dia mencari sosok Rizal namun tak kunjung terlihat.


"Ngapain kamu kayak gitu. Mencari siapa kamu? Jangan banyak gerak dan gaya malu di lihat oleh tamu!" ujar Bian tegas menatap Naya dengan tatapan nya yang tajam.


Naya mendelik tidak suka kearah Bian, karna sudah mengganggu nya. Dia kembali diam sambil menyalami para tamu undangan yang menurutnya tidak akan habis.


"Ini orang mau datang bertamu atau ingin demo sih banyak banget gak habis-habis" keluh Naya.


Naya sudah mulai merasa pegal di kaki nya karena sedari tadi dia berdiri menyalami para tamu undangan yang terus berdatangan, di tambah lagi dia sudah kebelet ingin ke toilet dari tadi semakin tak tertahan kan.


"Dasar Om gak punya perasaan, doyan banget nyiksa orang. Seharusnya aku cocok jadi ponakan nya dari pada istrinya" sungur Naya dalam hati nya.


Naya memijat-minat kaki nya yang sudah terasa sangat pegal, seharian ia sudah berdiri hampir 9 jam. Untungnya saja kaki nya tidak patah karena kelamaan berdiri.


"Mandi dulu sana, jorok banget kamu tidak ganti baju!" ucap Bian yang baru saja selesai mandi dan melemparkan handuk bekas yang dia pakai kepada Naya.


Naya yang sedang duduk segera mengambil handuk yang tepat berada di muka nya dengan kesal. Dia langsung menatap Bian dengan tajam dan di balas Bian dengan menatap nya juga.


"Bentar lah Om, capek ini lagian gak mandi juga gak apa kan gak peringatan juga tuh" ucap Naya mencium badan nya sendiri.

__ADS_1


"Eh bocah dari tadi kamu panggil saya dengan Om , emang saya nikah dengan tante kamu" ujar Bian kesal dengan Naya yang sedari kemarin memanggil nya dengan Om padahal sebelum nya dia memanggil dengan sebutan Kak.


"Iya lah kan emang lebih cocok dengan Om dibanding Kakak" balas Naya sambil tertawa.


"Dasar bocah, sudah sana pergi mandi saya mau tidur" ucap Bian sambil membaringkan tubuhnya di atas kasur.


"Ehh tunggu jangan tidur disini dong Om, nanti Nay tidur dimana coba!" ucap Naya dengan tidak suka.


"Tidur saja di sofa sana jangan tanggung saya" jawab Bian tanpa melihat Naya.


"Ah.. lebih baik pulang saja dari pada tidur hotel gini harus tidur di sofa" gumam nya dalam hati.


Naya beranjak dari kasur dengan rasa kesal dan pergi ke kamar mandi sambil membawa handuk yang di lempar Bian tadi.


"Dasar Om resek, nyebelin kenapa sih aku harus menikah dengan Om kayak itu? Coba kakak gala kabur kan nasib ku gak seperti ini" sungut Naya sambil menggosok badan nya dengan sabun.


20 menit kemudian Naya keluar dari kamar sambil mengenakan baju tidur yang agak seksi menurutnya.


"Ini baju apaan sih kayak kurang bahan gini" gumam Naya yang memperhatikan diri nya sendiri di cermin sambil mengeringkan rambut nya dengan handuk.


Dia terpaksa memakai baju tersebut karna pakaian yang dia bawa hilang entah kemana, dia hanya menemukan pakaian tidur yang kurang bahan ini.

__ADS_1


"Ini pasti kerjaan orang tua sih Om nih" sungut Naya dalam hati.


Emang sedari kemarin sebelum nya Dinda mama dari Bian selalu menggodanya dengan mengatakan kata-kata yang menurutnya geli untuk di dengarkan.


__ADS_2