Om Itu Jodohku

Om Itu Jodohku
BAB 32


__ADS_3

"Loe lihat dimana?"tanya Bian penasaran.


"Ya dijalankan masa di got sih, tapi yang gua heran itu dia dia turuni di jalan habis itu si Naya naik taksi pulang nya."kata Alif sambil mengingat kejadian kemarin.


"Udah punya suami masih aja keluuran sama pria lain. dasar wanita murahan. Tapi dia juga yang salah di kasih tau yang benar masih nyolot lagi dasar."rutuk Bian kesal dalam hati nya.


"Oh gitu, mungkin dia masih ada kerjaan yang lain."kata Bian singkat.


"Gua sih gak heran lagi kalau banyak laki-laki yang tampan dan kaya yang suka sama tuh anak. lihat saja bodynya gila perfect banget loh. Sampai gua naksir sama tuh anak."kata Alif lagi memuji Naya.


"Iya cantik, perfecttapi kalau murahan juga percuma."jawab Bian.


"Murahan gimana maksud loe tuh?Gitu-gitu dia calon adik ipar loe Ian. lagian murahan nya itu dimana coba gua tanya ke loe?Meneurut gua sih ya dia masih dalam batas wajar dan biasa aja."kata Alif yang tidak terima dan setuju dengan ucapan yang Bian lontarkan.


"Tau ahh terserah loe."jawab Bian dengan sedikit kesel.

__ADS_1


"Gak murahan dari mana nya, udah punya suami juga masih aja jalan ke luar dengan laki-laki lain. dan lebih parah nya lagi pulang pun dia harus naik taksi ke rumah. Itu dia sengaja menutupi dari suami biar tidak ketahuan."gumam Bian kesal dalam hati nya.


"Jawaban loe gitu amat kayak ada dendam kesumat loe sama Naya. Apa jangan-jangan loe dulu pernah di tolak ya sama Naya terus loe embat juga kakak nya kan?"tanya Alif dengan ketawa nya yang khas.


"Sembarangan loe kalau ngomong. Gak ada yang gitu, gua emang dari awal uda gak suka lihat dia yang gaya nya udah kayak dia yang paling cantik aja di dunia ini."jawab Bian lagi.


"Wait...wait kayak dia paling cantik itu gimana konsep nya? Alah bilang aja kalau dia emang cantik Bian, gak usah pakai bilang gitu segala tau bro."kata Alif sambil cengengesan.


"Lagian gua juga heran sama loe Ian. Kok kayak nya loe benci banget dah sama dia, salah tuh anak sama loe bro?Apa dia berniat untuk godain loe? Tapi kayaknya gak mungkin deh Ian. Atau jangaan-jangan malah sebalik nya loe yang tergoda sama dia Ian?" kata Alif lagi sambil masih tertawa menggoda Bian.


"Mana ada... Udah lah... Ngapain jadi bahas dia sih. Niat loe datang kesini apaan?" kata Bian berusaha menyetop pembicaraan mengenai Naya.


"Ya mau ngomngin soal Naya lah gua kesini. Loe pikir gua ngapain kesini?" kata Alif


"Terserah loe lah Lif sana pergi." usir Bian.

__ADS_1


"Yaelah Ian, loe ngusir gua gitu,tega banget dah loe sama gua. Belum juga sejam Ian main usir aja loe." jawab Alif dengan kesal.


"Iya.. gua banyak kerjaan Lif bukan hanya untuk mendengarkan loe curhat doang. Gua juga gak ada waktu utnuk gosipin hal yang gak penting menurut gua Lif." jawab Bian tegas.


"Aataga jadi loe beneran ngusir gua Ian." balas Alif gak habis pikir dengan sahabatnya itu.


Tok...Tok..Tokk


Suara ketukan pintu menghentikan pembicaraan antara dua sahabat itu yang saling kesal dengan jawaban satu sama lain.


"Masuk.." jawab Bian.


"Tuan ini ada dokumen dari perusahaan SG Crop yang memerlukan tanda tangan anda tuan." kata Sarah salah satu sekretaris Bian dan meletakan dokumen itu diatas meja.


Bian menerima dokumen itu, kemudian ia membuka dan membaca serta mempelajari nya terlebih dahulu sebelum menandatanganinya.

__ADS_1


__ADS_2