Om Itu Jodohku

Om Itu Jodohku
BAB 33


__ADS_3

"Lo lihat dimna?" tanya Bian penasaran.


"Ya di jalanlah bro, masa di got sih. Tapi yang gua heran itu, dia turun di pinggir jalan habis itu si Naya pulang naik taksi." kata Alif sambil mengingat kejadian kemarin.


"Udah punya suami masih saja keluyuran sama pria lain, dasar wanita murahan. Tapi dia udah salaj, di kasih tahu yamg benar masih nyolot lagi dasar." rutuk Bian dalam hati nya.


"Oh gitu, mungkin dia masih ada kerjaan lain kali." kata Bian singkat padat dan jelas.


"Kalau gua sih gak heran lagi kalau banyak laki-laki yang tampan dan kaya suka sama tuh anak, lihat saja body nya gila perfect banget bro. Sampai gua naksir ama tuh anak." kata Alif lagi memuji Naya.


"Iya canti, perfect tapi kalau murahan buat apa? percuma Lif." jawab Bian lagi.


"Murahan gimna maksud lo? Gitu-gitu dia calon adik ipar lo bro. Lagian Murahan nya dimana? Menurut gua sih masih di batas kategori wajar dan biasa saja." jawab Alif yang tak trima dan setuju dengan apa yang di ucapkan Bian yang di tujukan untuk Naya.


"Tau ahh terserah lo Lif." balas Bian dengan sedikit kesal.

__ADS_1


"Gak murahan dari mana nya, udah punya suami juga masih aja jalan sama laki-laki lain. Dan lebih parahnya pulang ke rumah pakai di anter trus di turuni di pinggir jalan, pulang nya dia naik taksi pula ke rumah. Itu dia sengaja menutupi dari suami biat tidak ketahuan." gumam Bian kesal dalam hatinya.


"Jawaban lo gitu amat kayak punya dendam kesumat lo sama Naya. Apa jangan-jangan lo dulu pernah di tolak ya sama Naya? trus lo embat juga kakak nya kan?" tanya Alif dengan ketawa nya yang khas.


"Sembarangan lo kalau ngomong. Gak ada yang gitu, gua ema ng dari awal udah tidak suka lihat dia yang gaya nya yang sok kecantikan." jawab Bian.


"Wait..wait sok kecantikan kata lo! Alah bilang aja dia cantik Bian, pakai lo bilang gitu pula." balas Alif sambil ketawa.


"Lagian nih ya gua juga heran lihat lo. Kok kayaknya lo benci banget sama dia. Salah tuh anak apa sama lo bro? Apa dia berniat untuk godain lo? tapi kayak nya gak mungkin lah. Atau jangan-jangan malah kebalikan nya lo yang tergoda sama dia kan Bian?" kata Alif lagi sambil masih tertawa menggoda Bian.


"Lo mau tau salah dia di mana? Salah nya itu dia sekarang sudah jadi istri sah gua. Kalau masalah goda menggoda gua gak ada niat untuk itu sama sekali." gumam Bian dalam hati nya.


"Ya mau ngomongin soal Naya lah... lo pikir gua kesini mau ngapain?" jawab Alif.


"Terserah lo lah.. sudah sana pergi." usir Bian.

__ADS_1


"Yaelah, lo ngusir gua gitu Bian... Tega banget lo sama gua Ian." jawab Alif lagi.


"Iya, Gua banyak kerjaan. Gak ada waktu gua untuk gosip yang tidak penting menurut gua." balas Bian.


"Astaga!!! Ian belum juga nih tempat duduk gua duduki sekarang malah lo ngusir gua. Mana main ngusir ngusir segala." balas Alif.


"Tok.. tok.. tok." suara ketukan pintu menghentikan perdebatan mereka berdua.


"Masuk." jawab Bian.


"Tuan, ini ada berkas dari perusahaan SG Group yang memerlukan tanda tangan anda." kata Rika salah satu sekretaris nya meletakan sebuah map yang berisikan berkas berkas penting di meja Bian.


Bian menerima berkas itu kemudian membuka dan membaca nya terlebih dahulu sebelum menandatangani nya.


"Bagaimana perkembangan proyek baru kita?" tanya Bian sambil menandatangin nya.

__ADS_1


"Sejauh ini masih baik tuan, bahkan sudah berjalan 65% tuan. Dan kabar baik nya lagi bila perusahaan SG Group akan menambah jumlah investasi mereka jika emang di perlukan oleh kita tuan." kata Rika memberi infomasi.


"Untuk saat ini belum ada Rik, tapi apakah mereka terlihat puas dan senang bekerja sama dengan kita?" tanya Bian lagi.


__ADS_2