
seminggu setelah pernikahan itu berlalu, mama Dinda sudah bisa melakukan kegiatan walaupun tidak yang terlalu berat. papa dan mama Naya yang sudah 4 hari disitupun segera pulang.
"pa, ma Naya ikut pulang ya" kata Naya smbil bergelayut di tangan papa Arga.
"tidak bisa sayang, sekarang kamu sudah menikah. kamu harus ikut suamimu" kata papa Arga memberikan arahan untuk Naya.
"tapi kan pa.." belum selesai Naya membatah mama Sila sudah menyela ucapan nya.
"tidak ada bantahan untuk hal ini Nay, kamu sudah menikah" kata mama tegas.
tak lama setelah itu Abi datang menyapa orang tua Naya untuk pamit ke kantor.
"tante, om Abi pamit untuk ke kantor dulu" kata Abi sambil mendekat dan mencium tangan mama dan papa Naya.
"jangan panggil tante atau om, kamu itu sudah menjadi menantuku panggil kami seperti Naya memanggil kami" kata papa dan mama Naya sambil menepuk pundak Abi pelan.
"hemm baiklah ma, pa" kata Abi sedikit canggung dengan panggilan itu.
__ADS_1
"Abi mama tau kamu itu terpaksa melakukan pernikahan ini karna permintaan mama. tapi mama mohon sama kamu, pernikahan ini adalah pernikahan suci jangan pernah kamu mempermainkan nya. ingat itu, mama berharap kalian selalu bersama sampai maut memisahkan kalian" kata mama Dinda sambil menangis.
Abi hanya menganggukan kepala tanda bahwa iya mengerti apa yang diucapkan mamanya.
"walau bagaimana pun Naya sedah mama anggp seperti anak mama, mama harap dan mohon kamu jangan menyakitinya" kata mama Dinda lagi yang kini pipinya sudah semakin basah karna air mata.
"sudah ma, jangan khawatirin Naya, karna Naya sudah besar dan dewasa untuk tau apa yang baik dan gak dan tau apa yang harus Naya lakukan" kata Naya menenangkan kedua mamanya itu.
"iya ma, Abi juga janji" jawab Abi yang merasa tidak enak melihat mama dan mama mertua nya itu menangis.
"mama yakin kamu bisa menjaga, membimbing Naya. kalau bisa belajarlah mecintai dia dengan tulus" kata mama Sila.
"bagaimana bisa aku mencintainya, aku saja sama sekali tidak mengenalnya" gumam Abi dalam hati menahan kekesalan nya.
Abi sangat tidak menyukai kondisi ini. sebelum kekantor ia mengajak Naya untuk pulang ke salah satu mansion pribadinya, yang terlatuk tak jauh dari kota itu.
Abi membuka pintu mobil tanpa membukakan pintu untuk Naya. Naya pun tidak terlalu terganggu dengan sikap Abi gang terkesan dingin dan cuek itu Naya memilih membuka pintu mobil itu dwbfab tangan nya sendiri dan berjalan mengikuti Abi.
__ADS_1
rasa kagum di diri Naya yang melihat mosion milik suaminya itu, karna rumah miliknya sangatlah sederhana dibanding mansion milik Abi.
Naya menyapa pada maid yang menyapanya dengan ramah.
"selamat datang tuan dan nonya muda" kata maid yang menyambutnya
Abi hanya menganggu kan kepala nya dan melewati mereka.
para maid melihat Naya dengan tatapan takjub melihat kecantikan alami yang dimiliki Naya. mereka juga tidak menyangka bahwa nyonyanya jauh lebih muda dari pada tuan nya bahkan dari apa yang mereka pikirkan. ada juga yang bertanya dalam hatinya karna setau mereka calon istri tuannya bukan yang ini.
"bawa dia ke kamar tamu" kata Abi yang tiba2 berhenti kemudian melanjutkan kembali jalan nya menaiki anak tangga di depan nya.
"mari nyonya saya antar" kata salah satu maid di depan nya.
"baiklah" kata Naya sambil tersenyum mengikuti maid yang mengantar nya.
"cklekk" suara pintu terbuka.
__ADS_1
"nyonya ini kamarnya, kalau ada yang nyonya perlukan panggil saja saya" kata maid yang mengantarkan kekamar.
"terima kasih, oh ya nama kamu siapa?" kata Naya bertanya sopan sembari mengulurkan tangan nya.