Om Itu Jodohku

Om Itu Jodohku
BAB 11


__ADS_3

"Brukk.."


"mama bangun dong, jangan buat Rosi takut" kata Rosi panik.


pelayan yang ada di rumah itu pun datang menghampiri mereka ketika mendengar teriakan Rosi.


"apa yang terjadi non" tanya bik Sum tak kalah panik.


"saya juga tidak tau bik, mama tiba2 saja jatuh saat aku ingin mengambil obat" jawab Rosi dengan tangisan.


"sudah2 sekarang kita bawa saja nyonya ke rumah sakit dulu" kata bik Sum.


"tapi bagaimana tuan dan tuan muda, tadi bukan nya mereka akan pulang makan" kata salah satu pelayan.


"nanti Rosi yang akan kasih tau ke papa dan kakak" jawab Rosi berlalu.


Rosi pun berusaha menghubungi papa dan kakaknya memberitahu bahwa mama Dinda dilarikan ke rumah sakit. Setibanya di rumah sakit mama langsung mendapat pertolongan medis, selang infus telah terpasang di tangan dengan sempurna.


Semua begitu panik melihat kondisi nyonya Dinda. Setelah kurang lebih 2 jam dokter memeriksa nyonya Dinda. Dokter memberitahukan keadaan nyonya.


"bagaimana keadaan mama saya dok?" tanya Rosi cemas dan panik.

__ADS_1


"nyonya tidak apa2 cuma kelelahan saja dan terlebih banyak pikiran itu yg membuat nyonya besar drop" jelas dokter Rian.


"trus apa yang harus saya lakukan dok?" tanya Rosi lagi.


"suruhlah beliau untuk istrahat yang cukup, dan buat beliau se nyaman mungkin. tadi sudah saya kasih obat tinggal tunggu sampai beliau sadar" jawab dokter Rian.


karena tidak ada masalah yang berat dalam keadaan nyonya besar, Rosi pun mengikuti saran dokter Rian untuk tidak membuat mama nya untuk terlalu banyak memikirkan hal yang berat.


tak pernah terbayangkan oleh Naya bahwa ia akan menjadi istri dari orang yang seharusnya menjadi kakak iparnya.


"sah.."


"sah.."


hari ini Naya telah menyandang status baru yaitu istri dari seorang Alexander Abian Martadinata. status yang seharusnya di berikan pada sang kakak tercintanya yang pergi entah kemana.


** flashback **


setelah mendengar bahwa mama dinda masuk rumah sakit, Abi langsung menuju rumah sakit dengan tergesa gesa. sesampainya di rumah sakit dia melewati lorong rumah sakit untuk mencari ruangan mamanya, perasaan gelisah takut terlintas dalam pikiran nya ya karna dia sangat menyayangi mamanya.


mama Dinda terbangun dari tidur nya yang nyenyak.

__ADS_1


"mama, apa yang terjadi? kenapa mama bisa pingsan?" tnya Abi beruntun saat melihat sang mama terbaring di rumah sakit.


"ma..ma ti..dak apa2 sayang" jawab mama Dinda dengan suara serak.


Rosi berserta papa dan bik Sum juga sudah berada di dalam.


"sudahlah mama tidak usah menjawab pertanyaan Abi, sebaiknya mama istrahat saja supaya cepet sembuh oke" kata Abi menyuruh sang mama istirahat.


"Rosi sayang apakah sudah dijalankan perintah mama kemarin?" tanya mama.


"hemm.. iya ma Rosi jalankan perintah mama" jawab Rosi sambil melihat kebawah karna papa dan kakaknya menatap nya dengan tajam meminta penjelasan.


"maksud mama apa?" tanya Abi penasaran.


"mama cuma minta kamu untuk menikah Abi" jawab sang mama.


"hahaha menikah ma, dengan siapa? sedangkan calon nya saja sudah kabur." jawab Abi sedikit tertawa dengan permintaan mama.


"iya emang dia sudah pergi dengan kekasihnya, tapi kan masih ada adiknya yang juga tidak kalah cantik dengan Ale." jawab mama menyakinkan Abi.


"ngak ma Abi gak mau, Abi belum mengenal dia apa dia akan memiliki sifat sama dengan kakaknya" jawab Abi.

__ADS_1


"mama mohon sayang kabulkan permintaan mama, mama gak mau sampai mama gak ada lagi kamu belum menikah. Naya itu gadis yang baik sayang, cobalah dulu untuk mengenalnya" jawab mama dengan menangis.


"biar Abi pikirkan lagi ma, semoga apa yang mama bilang benar." kata Abi.


__ADS_2