
"Ya Tuan... mereka sangat puas". jawab Rika.
"Baguslah kalau begitu, pokoknya terus kamu awasi setiap perkembangan nya, dan segera beri laporan kepada saya jangan sampai ada kesalahan sekecil apapun itu Rika". kata Bian yang sudah selesai membaca isi dari berkas tersebut. Lalu menyerahkan nya kepada Rika berkas yang sudah di tanda tangani nya itu.
"Baik Tuan." jawab Rika lagi.
"Ini berkasnya." Bian segera menyerahkan kembali berkas itu.
Rika pun mengambil berkas itu dari tangan Bian.
"Oh ya Tuan satu lagi jangan lupa ada jadwal meeting siang ini setelah jam makan siang." kata Rika mengingatkan.
"Oke baik, terima kasih sudah mengingatkan." kata Bian yang diangguki oleh Rika.
"Kalau begitu saya permisi dulu Tuan." kata Rika undur diri.
"Ya." jawab Alif singkat.
"Dengar-dengar Tuan Bian nau menikah ya? tapi batal kira-kira kenapa ya?" gumam Rika yang kini sudah berada di ruangan nya sendiri.
"Tapi apa ya kira-kira masalah nya yang membuat mereka batal menikah." gumam nya lagi masih saja kepikiran terus dan bertanya dalam hati nya.
Di dalam perusahaan itu tidak ada yang berani untuk menyinggung mengenai pernikahan pimpinan nya yang katanya batal tersebut.
__ADS_1
Ya, betul mereka tahu semua bahwa Tuan nya itu akan melangsungkan pernikahan nya.
Tapi, terdengar kabar bahwa pernikahan itu batal dan entahlah apa alasan nya yang mendasari tidak ada satu pun yang tahu.
"Tapi gak apa ada untung nya. Jadi gua bisa ada kesempatab untuk mendekati Tuan Bian." gumam Rika dalam hati nya penuh girang.
Sementara itu Alif masih dengan setia duduk di sofa ruangan Bian. Sedari tadi pun Alif melirik ke arah Rika yang juga berada di ruangan itu.
"Sekretaris lo boleh juga tuh kalau gua lihat-lihat Bi." kata Alif setelah Rika keluat dari ruangan Bian.
"Lo lihat binatang cantik dan pakai baju juga lo bilang gitu Lif. jawab Bian sambil menggelengkan kepala melihat tingkah Alif.
"Hahaha... Gak gitu juga lah Bi. Maksudnya itu buat cuci mata saja kan luamayan. Ngilangin stres gitu loh Bi." jawab Alif sambil tertawa.
"Hahaha.. selagi kita masih single kan masih bisa bebas Bi. nanti kalau sudah berkeluarga baru serius." jawab Alif.
"Terserah lo dah Lif. Gua gak peduli." kata Bian yang masih dengan menatap laptop di depan nya.
"Gak asik lah lo Bi. Eeh bentar kalau gua sama Naya bakal serius kok bi. Santai aja gua gak bakala main-maun dengan adik ipar lo Bi kalau gua beneran jadi sama dia. ucap Alif membahas soal Naya lagi dengan senyum yang mengembang sambil membayangkan Naya menjadi pasangan nya.
"Halah buaya mana yang bisa serius sudah lah lo pulang aja sana." usir Bian karna merasa kesal dengan Alif yang suka membahas Naya di hadapan nya.
"Ya Allah Bi jahat banget lo sama gua. Ya sudah gua balik lah kalau begitu, oh ya jangan lupa mintain nomor nya Naya ya Bro." kata Alif sebelum ia beranjak pergi meninggalkan ruangan Bian.
__ADS_1
Bian hanya menggelengkan kepala nga melihat tingkah sahabat nya itu.
Setelah kepergian Alif, Bian menyempatkan untuk mengistirahatkan tubuh nya sejenak sebelum nanti ia akan mengikutin rapat.
Selang beberapa waktu berjalan dengan cepet. Rapat akan segera di mulai, Aryo selagi asisten pribadinya sudah menunggu Tuan untuk bersiap memulai rapat nya. Para petinggi perusahaan pun sudah memasuki ruangan rapat. Abian pun segera memulai rapat itu.
Hari terus berlalu, namun kabar kedua pasangan suami iatei itu masih sama tidak ada kemajuan.
Satu bulan Naya sudah menjadi istri Abian. Namun, mereka tak pernah menampakan perilaku selayak nya pasangan suami istri.
Saat ini Abian telah berada di dalam ruangan kerja nya, menjawab telvon dari seseorang yang tak lain ialah mama nya.
"Nak, bisakah kamu bawa menantu mama pulang? Mama ingin memperkenalkan pada teman-teman arisan mama." kata mama Dinda dari sebrang telvon.
"Ma, emang harus hari ini? karna Abian sangat sibuk, jadwal Bian padat ma." kata Abian lagi.
"Apakah tidak bisa kamu meluangkan waktu mu itu untuk bertemu dengan mama Abian. Semakin dewasa kamu sudah melupakan mama. Kamu sudah tidak menyayangi mama lagi Abian." jawab mama Dinda yang pura-pura sedih dan ngambek.
"Ma, tolong lah jangan ngomng gitu. Abian kan selalu sayang sama mama sampai kapan pun. Ya sudah iya nanti Abian akan bawa Naya bertemu dengan mama hari minggu." kata Abian dengan terpaksa mengiyakan apa yang sudah di minta mama Dinda.
"Oke.. mama tunggu ya Abian. Awas aja kalau sampai kamu berbohong sama mama." ancam mama Dinda.
"Iya iya mama." jawab Abian lesu.
__ADS_1