
Sesampainya di universitas nya Naya langsung berjalan menuju ruang kelasnya. Penampilan nya sungguh memukau tak jarang para mahasiswa laki-laki meliriknya tanpa berkedip.
"Gila Naya semakin hari semakin cantik saja, mana tuh body nya seperti gitar spanyol" kata Diki temen satu kampus.
"Iya sih gila tuh anak pasti nya sangat beruntung cowok yang mendapatinya" aahut Aryo salah satu teman Diki yang juga ada disana.
Saat tengah berjalan menuju ruangan kelasnya tiba-tiba ada seseorang yang memanggil namanya.
"Nay.. Naya" kata laki-laki itu berteriak dari sebrang.
Naya yang di panggil pun noleh dan mencari sumber suara yang memanggilnya lalu melayang kan senyuman kepada orang yang kini sudah berada di belakang nya.
"Iya Kak Arga" sahut Naya.
"Aku kok sudah lama tidak lihat kamu di kampus" tanya Arga yang kini ikut berjalan di samping Naya.
"Hemm, aku ambil cuti kak karna ada urusan keluarga" jawab Naya.
Sementara di sebrang jalan Diki dan Aryo yang melihat keakbran Arga dan Naya menatap dengan tatapan tidak suka.
"Gila itu si Arga udah main serobot aje" kata Diki.
"Iya dong harus begitu.. lebih cepat lebih baik. Lagian kalau cuma di lihat saja kan gak bakalan jadi milik kita" balas Aryo.
"Emang iya juga ya. Lagian Naya itu idaman banget dah, udah cantik, baik, pintar lagi. Kalau Arga gak mau buat ane aja hehe kan lumayan bisa memperbaiki keturunan" kata Diki sambil tertawa.
Mereka pun berjalan menuju kelas, karna bentar lagi kelas akan di mulai.
"Nay kamu ada waktu luang gak hari ini" tanya Arga berharap.
__ADS_1
"Emm enggak kayaknya kak, emang ada apa?" tanya Naya.
"Hemm gak sih, cuma ingin ngajak kamu untuk nonton aja" kata Arga mengajak Naya.
Naya bingung mau jawab apa ke Arga. Kalau gak di trima pasti dia akan mengajak trus, tapi kalau aku trima nanti jadi salah paham pula. Disisi lain juga dia sudah berstatus istri orang.
"Gimana ya ini hmm aku harus minta izin dulu sama Om itu tapi boro2 mau minta izin nomornya saja aku gak tau. Kenapa juga aku harus minta izin toh dia juga gak perduli sama aku" gumam Naya dalam hati.
"Hey.. jadi gimana?" tanya Arga lagi sambil melambai lambaikan tangan di depan wajah Naya yang kelihatan sedang melamun.
"Hemm iya udah deh boleh kak, lagian aku juga gak ada kegiatan selesai kuliah. Tapi aku masih ada kelas selesainya jam 2an gak apa kan kak" kata Naya mengiyakan ajakan Arga.
"Oke kalau gitu aku akan tunggu sampai kamu selesai kuliah, ala sih yang gak buat kamu" balas Arga sambil menggoda.
Setelah pembicaraan itu selesai, mereka pun berpisah karna berbeda kelas dan menuju kelas nya masing-masing.
"Iya kak, nanti Ata hubungin kakak" jawab Naya kemudian berjalan menuju kelas nya karna sebentar lagi dosen akan segera masuk.
Selesai jam kuliah Naya menuju parkiran karna Arga sudah menunggunya disana. Setelah menghubungi Naya, untuk memberitahukan bahwa dia menunggu di parkiran.
"Dimana Kak Arga parkir ya?" gumam Naya yang sambil mencari keberadaan Arga.
Setelah lama mencari Naya melihat Arga sedang menunggu sambil memainkan hpnya. Naya segera berjalan memdekati Arga yang tengah menyenderkan tubuhnya pada mobil milik nya.
"Hem Kak Arga" sapa Naya sambil berjalan mendekati Arga.
"Ehh Naya sudah selesai kuliahnya?
"Iya Kak, sudah kok" jawab Naya sambil tersenyum tipis.
__ADS_1
"Iya sudah, ayo kita berangkat" sahut Arga mengajak Naya dan membukakan pintu mobil untuk Naya.
Naya pun segera masuk ke dalam mobil sport milik Arga. Setelah menutup pintu mobil untuk Naya, Arga memutar badan nya dan masuk ke dalam mobil nya. Arga melajukan mobil nya menuju salah satu mall yang terkenal di kota itu.
Tak butuh waktu lama mereka telah sampai di tempat yang di tuju untuk menonton.
Arga keluar dari mobil dan membukakan pintu mobil untuk Naya. Naya merasakan diri nya sangat di hargai saat bersama Arga, tidak seperti saat bersama Bian suaminya yang notaben nya bersikap dingin itu.
"Terima kasih kak" ucap Naya saat Arga membukakan pintu mobil untuknya.
Mereka pun berjalan masuk ke tempat perbelanjaan itu. Mereka juga berjalan seperti pasangan yang sedang berpacaran karna Arga berjalan di samping Naya sambil menggandeng tangan Naya dengan sesekali mereka ngobrol.
"Naya mau makan dulu?" tanya Arga sambil mengajak Naya ke suatu tempat untuk makan.
"Boleh banget kak, lagian aku juga sudah laper" jawab Naya sambil tersenyum, karna dari pagi dia belum sama sekali menyentuh makanan.
"Mau makan apa Nay?" tanya Arga lagi.
"Apa aja lah kak yang penting kenyang" balas Naya sambil tertawa menanggapi pertanyaan Arga.
Arga pun segera mengajak Naya menuju salah satu restoran yang ada di dalam mall itu. Mereka duduk dan tak lama pelayan datang menghampiri mereka, mereka memesan beberapa menu makanan dan tak butuh waktu lama hidangan yang mereka pesan sudah tersedia di harapan mereka.
Saat mereka sedang menyantap makanan penutup tidak sengaja ada sisa cream yang mengenai sudut mulut Naya. Arga yang melihat itu pun langsung mengambil tisu dan mengelapnya.
"Maaf Nay, ada sisa cream di sudut bibirmu" kata Arga sedikit canggung, karna mendapat tatapan Nata yang tampak terkejut dengan perilaku Arga kepadanya.
"Hmm iya kak, gak apa kok terima kasih biar saya sendiri saja" jawab Naya yang langsung mengambil tisu dari tangan Arga dan membersihkan cream yang menempel di sudut bibirnya.
Selesai makan Arga mengajak Naya menuju bioskop untuk menonton. Arga antri untuk membeli tiket sementara Naya menunggu nya di kursi tunggu. Mereka menyerahkan tiker kepada petugas yang bertugas di sana, setelah itu mereka masuk mencari tempat duduk yang sudah mereka pesan.
__ADS_1