
"Ah,.. kamu bisa2nya tebar pesona.."
"Eh bawel banget sih Van.. kasihan nih cewek kepanasan.. bilang dong kalau cemburu." ucapnya sambil menggoda sahabatnya.
"Ehh gak di kasih juga gak apa kok, lagian itu mobil saya. Saya cuma nunggu temen saja lagi ke toilet." menyerahkan topi yang tadi di kasih.
"Bawa aja, sekalian tanda kenalan kita." ucapnya sambil berlalu.
Setelah selesai mereka menuju Rumah Singgah yang akan mereka tuju. Sesampainya disana benar kata mereka pastinya anak Rumah Singgah itu sudah sangat merindukan Naya. Salah satu anak Rumah singgah menghampirinya dengan berlari.
"Kak Naya, nanti main sepeda yuk?"
Kata seorang gadis kecil didepan nya. Naya mengangguk sambil tertawa kecil.
"Siap.. tapi setelah makan siang ya, soalnya ini masih sangat panas."
"Oke kak asiap.." ucap gadis kecil itu girang.
"Sudah sana makan dulu, kakak juga akan makan."
"Dadah kak.."
"Daah!"
__ADS_1
Naya melambaikan tangan kepada gadis berkepang itu tanpa melepas senyum yang selalu mengembang di bibirnya. Hani adalah gadis kecil yang selalu membuat Naya melupakan segala kesedihan nya. Sekalipun usia mereka berbeda cukup jauh, namun Naya melihat bahwa gadis kecil itu lebih dewasa daripada dirinya.
Naya segera masuk kedalam kamar yang memang sering dia gunakan sewaktu dia bermain ke Rumah Singgah itu. Ia mendorong pintu yang tak terkunci. Naya segera berberes, begitupun dengan Sya setelah selesai berberes mereka keluar kamar untuk mencari ibu pengasuh Rumah Singgah.
"Ibu..."
Panggil Naya, tapi tidak ada sautan sama sekali dari dalam rumah. Tidak seperti biasa, tidak menyambutnya. Karna penasaran Naya dan Sya segera mencari sosok ibu di seluruh ruangan, tapi beliau tidak ada.
"Ibu kemana ya?"
Gumamnya sambil menengok ke kanan dan ke kiri, mencari sosok ibu di sekitar rumah, namun tak juga menemukan nya. Sebuah mobil pick up terpakir rapih di depan Rumah singgah itu. Beberapa orang tengah bergotong royong mengangkut bahan2 kebutuhan di Rumah Singgah dari sayur2an, biah2an, ikan, daging, dll.
"Oh, ibu baru pulang dari belanja toh," ucapnya lega.
Wanita yang sedang asik mengobrol itu menengok ke arah suara.
"Ehhh, Non Naya sudah sampai?" tanya ibu Rosa.
"Iya bu, barusan aja sampai,"
"Maaf ibu tidak tau kalau Non ke sini, jadi ibu ke pasar dulu membeli keperluan yang sudah mulai kosong." jawab sang ibu.
"Iya ibu gak apa, sudah ayo bu masuk, ada yang Naya ingin omong kan." ucapnya lagi membuat penasaran.
__ADS_1
Sesampainya di ruang keluarga, mereka duduk dan ngobrol sambil menunggu barang2 yang diangkut selesai.
"Apa yang Non ingin bicaraka." tanya ibu Rosa.
"Begini bu, saya dan teman saya untuk sementara waktu ingin tinggal disini, tapi entah sampai kapan bu." jawab Naya.
"Oalah soal itu, kenapa harus minta izin toh Non." jawab Ibu Rosa ketawa.
"Ya setidak nya kita meminta izin bu, nanti dikira penduduk gelap." ucap Naya membuat bu Rosa tertawa.
Tepat pukul 4 sore, dimana matahari masih bersinar terang namun gak seteranv tadi siang. Hani sudah menanti di depan rumah dengan menaiki sepeda keranjang pinknya.
"Kak, Naya..!"
Panggilnya dengan logat anak kecil, Naya pun muncul dari pintu samping Rumah Singgah sambil menuntun sepeda liapatnya, berwarna hitam dengan roda2 kecil.
"Sekarang kita mau main kemana kak?" tanya gadis kecil itu lagi.
Sejenak Naya memikirkan tujuan wisata bersepedanya sore ini, sebaiknya tidak jauh dari sini deh. Takutnya nanti kemalaman sampai rumah dan membuat orang panik.
"Oke gimana kita keliling taman depan sana saja, yang penting kita sepedaan." ucap Naya sambil menggoes sepedanya.
"Oke siap kak, ayo berangkat..." ucapnya riang.
__ADS_1