Om Itu Jodohku

Om Itu Jodohku
BAB 21


__ADS_3

"Ini orang tua kenapa ya, apa penyakitnya kambuh lagi?" gumam Naya dalam hati.


"Aduh kamu ini Naya polos banget sih" ucap Dinda sambil terus tertawa.


Naya hanya bisa mengangguk bingung tidak tau harus menjawab apa sepertinya tadi dia salah menjawab sampai-sampai Dinda tertawa terbahak-bahak.


"Oh ya Ma, kemana Rosi?" tanyaku basa-basi pada mama Dinda.


"Oh dia itu pasti jam segini masih ada di kampus Nay, paling dia pulang sore hari" balas Dinda.


"Hemm begitu ya" ucap Naya mengangguk tanda mengerti.


Selesai makan Na ya dan Bian pergi meninggalkan rumah orang tuanya menuju rumah orang tua Naya. Diperjalanan mereka tidak mengucapkan sepatah kata pun hingga mereka sampai di depan rumah Naya.


Selesai bersalaman dengan papa dan mamanya, Naya lebih memilih pergi menuju kamar dan meninggalkan Bian dan papa nya.

__ADS_1


Untuk apa juga dia ikut bergabung bersama mereka. Papa saja sudah tidak memperdulikan nya lagi. Sejak datang dia lebih asyik ngobrol bersama menantunya di banding dengan dirinya dan menanyakan kabar nya. Ya, sikapnya berubah dengan cepat entah apa penyebab nya.


Naya dengan teliti memasukan barang yang akan dia bawa ke dalam koper yang sudah di siapkan nya. Tak lupa juga ia memasukkan semua buku-buku untuk keperluan kuliahnya di salah satu koper nya.


Setelah selesai Naya duduk ditepi ranjang dan melihat kamar yang biasanya dia tempati untuk tidur selama ia tinggal disana, tapi mungkin tidak akan ia tempati lagi. Perlahan ia keluar dan menutup pintu kamarnya dan menuruni anak tangga sambil membawa 2 koper besar miliknya.


"Sudah selesai?" tanya Bian saat melihat Naya datang menghampirinya.


Naya hanya mengangguk sebagai jawaban nya. Mereka berdua puj berpamitan pulang ke rumah. Naya hanya bisa diam melihat papa nya dengan sendu, sedangkan papa nya hanya mengucapkan kata hati-hati pada menantunya tanpa mengucapkan sepatah katapun bahkan melihat pun tidak kepada Naya yang anak kandungnya sendiri.


Karna sambil melamun dan tak fokus, Naya menanyakan hal konyol kepada Bian.


"Kita mau kemana Om?" tanya Naya saat mereka memasuki kawasan perumahan elit dan mewah.


"Kerumah lah masa ke taman" ucap Bian sambil memajukan mobil ke dalam halaman rumah yang sangat besar.

__ADS_1


Naya bengong sambil mencerna kata-kata yang di ucapkan suaminya tersebut. Naya pun berlari kecil menyusul Bian yang sudah keluar mobil dan berjalan masuk ke rumah.


"Tunggu Om jangan cepet-cepet dong jalan nya" ucap Naya sambil mengangkat koper dari bagasi mobil.


"Ayo buruan jalan jangan lelet dong" ucap Bian dengan kesal melihat Naya berjalan sangat lamban.


"Bantuin napa sih Om, jangan hanya bisanya marah saja. Gak lihat apa ini aku bawa 2 koper. Berat tau" keluh Naya yang kelihatan kesusahan membawa 2 koper besar milik nya.


"Taruk aja disitu nanti biar mang Jo yang bawa" ucap Bian sambil melanjutkan langkahnya menuju kamar.


Dari belakang Naya sudah bersungut-sungut mengucapkan setiap kalian yang dia tujukan kepada Bian.


"Kamar kamu ada di sana pintu warna abu-abu" ucap Bian.


"Hemm iya" balas Naya yang masih nampak kesal pada Bian.

__ADS_1


__ADS_2