Om Itu Jodohku

Om Itu Jodohku
BAB 17


__ADS_3

Setelah selesai menonton mereka keluar dari ruangan bioskop itu.


"Hmm Naya, kamu ingin kemana lagi?" tanya Arga bingung untuk mengajak kemana lagi.


"Kayaknya pulang saja kak, karna sudah sore juga" jawab Naya sbil berjalan mendahului Arga.


Kini mereka sudah berada dalam mobil untuk pulang. Arga berencana untuk mengantar Naya pulang sampai rumah. Namun Naya menyuruhnya untuk berhenti tidak jauh dari halte.


"Kak, aku berhenti di sini saja" kata Naya menunjuk tempat biasa dia menunggu mobil.


"Lag... kenapa di situ Nay? kenapa tidak langsung ke rumah mu saja?" tanya Arga lagi heran.


"Heemm tidak apa kok kak, lagian aku sekalian ingin bertemu dengan teman ku" jawab ku menyakinkan Arga.


"Oh kalau gitu biar aku antar sekalian Nay" ucap Arga lagi.


"Tidak.. tidak usah kak, aku turun di dan aja kakak bisa langsung pulang" kata Naya lagi mencari alasan menghindar tawaran Arga, jika sampai Arga mengantarkan nya bisa-bisa ada perang nih.


Arga pun menurunkan Naya di tempat yang di tunjukan kepada nya walupun dengan berat hati.


"Ya udah kamu hati-hati ya" kata Arga yang merasa khawatir pada nya.

__ADS_1


"Iya kak tenang aja, kakak juga hati-hati di jalan dan trima kasih untuk hari ini" kata Naya yang di jawab dengan anggukan dan senyuman.


Tak jauh dari Naya berhenti ada sepasang mata yang sedang memperhatikan nya.


"Eh, itu bukan nya Naya ya" gumam Rizal dan kemudian menghampiri nya.


"Naya kan" tanya Rizal dengan tampang sok cool.


"Iya benar, maaf kamu siapa?" tanya Naya yang tak.mengenali Rizal.


"Kenalkan aku Rizal, teman Bian" kata Rizal memperkenal kan diri.


"Lagi nunggu siapa disini?" tanya Rizal.


"Lagi nunggu taksi kak, oh ya itu taksi nya sudah datang, aku duluan ya kak" kata Naya ramah dan pergi meninggalkan Rizal.


"Oh ya silahkan, hati-hati saja" jawab Rizal yang sedikit kecewa, karna dia ingin sekali mengantarkan nya pulang.


Dua hari pun berlalu, ini tepat hari resepsi mereka yang di adakan secara besar-besaran.


Di gedung yang di dekorasi bunga-bunga yang indah itu Naya dan Bian menyalami para tamu undangan yang terus berdatangan satu per satu.

__ADS_1


Pesta pernikahan mereka berlangsung sangat meriah dan diisi dengan hiburan yang membuat nya tambah meriah. Naya memperhatikan para tamu yang tidak berhenti datang bahkan bertambah banyak. Kebanyakan tamu undangan dari teman kolega ayah, mertua dan suaminya.


Tidak satu pun teman Naya yang datang di hari bahagia nya, eh bukan maksudnya hari tersialnya. Memang dia sengaja tidak menggundang nya karna bisa heboh kalau sampai mereka datang dan tau bahwa Naya menikah.


"Om masih lama gak sih" tanya Naya sambil berbisik pada Arga.


"Masih lama, emang kenapa bawel" ketus Bian sambil terus menyalami para tamu.


"Aku mau ke toilet" balas Naya sambil tersenyum saat menyalami tamu undangan.


Bian hanya melirik pada Naya dengan tatapan tidak suka. Bagaimana bisa dia ingin ke toilet padahal acara pun baru di mulai 1 jam yang lalu.


"Tahan aja dulu, sabar tunggu sepi jangan sekarang. Kamu tidak lihat tamu banyak dan tidak berhenti" bisiknya lagi.


"Dasar Om gak punya perasaan, mana bisa aku tahan emang gak punya otak dah" gumam Naya sebal dalam hati.


"Haah kamu ngomong apa barusan?" tanya Bian menatap Naya.


"Hmm aku gak ngomong apa-apa kok Om" jawab Naya.


"Ini orang punya indra keenam kalu ya, bisa-bisanya dia baca pikiran ku" gumam nya dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2