
"Aku tidak tau Ar, untuk saat ini aku hanya ingin menjalan kan kehidupan ku seperti biasa. Dan aku juga harus mengurus gadis itu yang sekarang menjadi istriku. Aku tidak mau bila dia melakukan kesalahan yang berdampak pada pekerjaan ku. Kalau soal perasaan biarlah mengalir dengan sendirinya" jelas Bian dan langsung sibuk mengerjakan berkas-berkas nya kembali.
"Baiklah kalau gitu, aku pergi dulu dan ya jangan terlalu kasar pada nya berbaik hatilah sedikit. Ingat Ian biar bagaimana pun dia itu tetap istri mu. Orang yang akan mengurusmu dan menjagamu sampai kamu tua dan bahkan mati nanti" ucap Ar tersenyum sambil beranjak dari duduk nya dan hendak keluar.
"Hahaha omongan mu itu Ar. Sudah seperti orang yang sudah mengalami nya. Tenang saja aku tidak akan menyiksanya" ucap Bian tersenyum sambil menggelengkan kepala melihat sahabatnya itu.
"Hemm, baguslah kalau begitu. Aku tunggu kabar baik nya dari mu Ian" ucap Ar di ambang pintu.
"Kabar baik apa maksudmu Ar? aku sudah menikah dan juga kita kemarin sudah memenangkan tender besar. Apalagi yang kamu tunggu?" tanya Bian bingung.
"Apa lagi? Jangan pura-pura, ayolah Ian kamu pasti tau apa yang aku maksud itu. Ya tentu saja kabar tentang kehamilan istri mu itu yang kelak anak itu akan mewarisi semua kekayaan mu ini" jawab Ar meninggalkan Bian sambil tertawa bahagia.
__ADS_1
Di tempatnya Bian tersenyum sendiri setelah mendengar perkataan sahabatnya itu. Bagaimana mungkin Gadis itu hamil. Tidur saja terpisah bahkan di sentuh sedikit saja sudah gugup dan kabur.
Apalagi aku meminta jatah. Yang seharusnya ia dapatkan dari gadis itu di saat malam pertama pernikahan nya kemarin.
Di kantin Naya bersin tiba-tiba seolah ada yang sedang membicarakan nya
"Aduh Nay, apa kamu sedang sakit? tanya vera.
Sepulang kuliah Naya langsung menjalankan perintah yang di berikan Bian pada nya. Setelah semua nya beres, ia membaringkan diri di atas kasur king size nya. Hari ini sangatlah melelahkan bahkan untuk bangun saja sudah tidak sanggup lagi.
Tak berselang lama Naya sudah tertidur dengan masih menggunakan pakaian yang di gunakan tadi pagi. Rasa kantuk yang telah mengalahkan segalanya.
__ADS_1
Tepat pukul 8 malam Bian baru saja melangkahkan kaki memasuki mansion. Keadaan di dalam nya sangat gelap Bian langsung saja menyala kan satu persatu lampu yang ada di dalam mansion nya itu.
"Kemana gadis itu? Apa dia belum pulang dari kampus sampai jam segini?" gumam Bian sambil melangkahkan kaki menaiki anak tangga menuju kamar nya.
Sebelum Bian menuju kamarnya, ia melihat kamar gadis itu terbuka biasanya di tutup. Karna penasaran Bian melihat kedalam nya untuk lebih memastikan tentang keberadaan gadis itu.
Dan benar saja Naya tengah tidur pulas dengan masih menggunakan pakaian tadi pagi. Bian pun tertawa melihat gadis itu tidur seperti anak kecil.
"Hemm dasar gadis nakal, apa kamu tidak bisa tidur tenang seperti wanita yang anggun pada umum nya" ucap Bian dalam hati sambil tersenyum tipis.
"Udah berapa jam dia tidur? Kenapa tidak mandi dulu baru tidur, dasar gadis jorok" sungut Bian, sambil menarik selimut untuk menyelimutinya Naya.
__ADS_1
Karna rasa penat sudah menghampiri nya, Bian segera kembali ke kamar nya untuk segera mandi dan menyegarkan tubuhnya karna telah seharian ini beraktifitas.