Om Itu Jodohku

Om Itu Jodohku
BAB 19


__ADS_3

Bian yang melihat pakaian yang di gunakan Naya meneguk salivina nya menatap Naya yang tengah memunggungi nya di depan cermin, dia mencoba mengenyahkan pikiran-pikiran kotor yang sudah bersarang di otak nya.


"Sadar Bi, dia cuma bocah kamu harus bisa menahan nya untuk tidak boleh melakukannya" gumam Bian segara menyadarkan diri nya sendiri.


"Ada apa Om lihat-lihat?" tanya Naya takut dia langsung menutup bagian tubuh nya yang terekspos menggunakan handuk yang ada di tangan nya.


Bian berdecak pelan cewek yang di depan nya ini masih sangatlah polos sekali. Bagaimana dia bisa dengan mudah nya memakai pakaian seperti itu saat berdua dengan ku.


"Kenapa takut ya kamu? Saya kan sudah sah jadi suami kamu jadi sudah bisa dong saya mengambil hak saya" goda Bian dengan tiba-tiba bangun dari tempat tidurnya mendekati Naya.


"Jangan Om, Naya belum siap, lagian Om badan Nay gak seperti mantan-mantan Om. Jadi gak akan suka mending Om nonton saja, Nay mau tidur dulu" ucap Naya segera berlari kearah kasur dan berbaring sambil menarik selimut sampai atas.


Bian yang menatap Naya tertawa kecil, baru di goda sedikit aja dia sudah berlari ketakutan kayak melihat setan. Bagaimana jika mereka melakukan sesungguh nya, apakah dia akan pingsan sebelum melakukan nya?.


Bian segera mengambil dompet dan hp nya, berada di dalam satu kamar dengan bocah itu tidak akan baik untuk nya. Dia takut kalau dia tidak bisa menahan dirinya sendiri dan menerkam bocah itu.

__ADS_1


Bian berdiri di atas balkon dan sambil memandang langit yang terlihat sangat indah, dia tersenyum kecil jika mengingat kelakuan bocah itu.


"Dasar bocah nakal" gumam nya.


Dia tida ngerti kenapa wajah gadis itu selalu terbayang oleh nya. padahal dia bukan lah tipe wanita yang di ingin kan.


Tapi tidak dengan Naya gadis itu seolah menjadi magnet bagi nya selalu terbayang kemana pun dia pergi, gadis itu bahkan baru saja dia kenal yang sekarang sudah menjadi istri nya yang sah.


Dia kembali ke kamar dan memperhatikan Naya yang sudah tertidur pulas di atas kasur. Dia bergerak kesana kemari seolah tidak nyaman dengan selimut yang menyelimuti nya sampai atas.


"Dasar bocah, tidur saja tidak bisa diam" gumam Bian.


Bian kembali di liputi dengan pikiran-pikiran kotor di dalam otak nya dia langsung segara menyelimuti Naya kembali. Di tak tahan dengan meilihat pemandangan indah di depan nya yang seolah-olah sedang menunggunya untuk bertamu.


Cahaya mentari pagi masuk menelusuk di antara cela cendela yang terbuka, gadis itu menyipitkan mata nya karna merasa silau dengan cahaya yang mengenai mata nya.

__ADS_1


Gadis itu perlahan membuka mata nya, tidur nyenyak nya terganggu dengan adanya sinar cahaya mentari yang menyilaukan mata.


Bian yang sudah terlihat rapi dengan mengenakan kemeja biru dan celana hitam dia sudah duduk di depan laptop nya dengan mengerjakan sesuatu di temani secangkir kopi di samping laptopnya.


"Hoamm selamat pagi Om" sapa Naya sambil menguap.


"Pagi, cepat mandi dan habis itu kita sarapan. Setelah itu kita akan ke rumah orang tuaku sebentar lagi" perintah Bian tanpa sedikit pun mengalihkan pandangan nya pada laptop di depan nya.


"Gak bisa Om, Nay ada kelas hari ini" tolak Naya.


"Tidak bisa, kamu bisa minta absen sama temen mu untuk hari ini saja dan kita akan langsung pergi ke rumah orang tuaku, sekalian kita mampir ke rumah orang tuamu untuk mengambil barang yang ketinggalan kemarin!" jelas Bian.


"Tapi Om, Nay ada yang..."


"Tidak ada tapi-tapian ikuti saja apa yang sudah ku katakan dan jangan pernah membantahnya" tegas Bian sebelum Naya menyelesaikan ucapan nya.

__ADS_1


"Dasar Om nyebelin, main suruh-suruh saja" gerutu Naya dalam hati.


Dia beranjak dari atas kasur nya dan berjalan ke kamar mandi sambil membawa handuk, namun dia teringat sesuatu akhirnya dia berbalik memandang Bian yang sedang fokus pada laptop yang ada di depan nya.


__ADS_2