Om Itu Jodohku

Om Itu Jodohku
BAB 20


__ADS_3

"Hemm aku sudah gak ada baju lagi Om, masa iya Nay pakai baju ini lagi?" ucap Naya sambil melihat baju tidur yang ia gunakan.


"Aku sudah menyiapkan baju mu, cepat mandi dan jangan membuang waktu ku untuk hal yang tidak penting" ucap Bian sambil melempar paper bag yang dia pegang ke arah Naya.


"Dasar Om gila emang gak ada baik-baiknya dengan istri nya sendiri. Emang aku kucing apa main lempar mulu" gerutu Naya sambil memajukan bibirnya.


Naya mengambil pakaian tang tadi di berikan pada nya dan kembali ke kamar mandi.


"Dasar Om resek, nyebelin" sungut Naya.


"Naya cepat, kamu itu di dalam mandi apa membersihkan kamar mandi sih?" teriak Bian sambil menggedor pintu kamar mandi.


"Iya sebentar Om, belum selesai nih" teriak Naya dalam kamar mandi.

__ADS_1


Rumah orang tua Bian sangat lah besar berbanding terbalik dengan rumah Naya. Naya bahkan bedecak kagum setiap datang ke rumah mertuanya.


Dilihat dari luar rumah saja sudah megah apalagi isi dalam nya. Jarak antara gerbang rumah dan pintu rumah sangatlah jauh, pencuri yang ingin mencuri di rumah mereka pasti bisa langsung ketangkap sebelum mereka lolos keluar gerbang.


"Ayo masuk bocah ngapain kamu bengong disitu!" ucap Bian sambil berjalan mendahului Naya menuju pintu.


Di depan pintu sudah menunggu kedua mertuanya minus Rosi yang mungkin lagi di kampus. Naya berjalan menuju mereka.


"Assalamualaikum Tante, Om" ucap Naya sambil menyalami mereka berdua.


Naya di ajak berkeliling rumah oleh Dinda, karna kemarin belum sempat berkeliling keburu Bian mengajak Naya untuk ke mension pribadinya. Sedangkan Bian dan papanya sibuk membicarakan soal bisnis yang Naya sedikit paham dan tau.


Naya dan Dinda mengunjungi setiap ruangan yang terdapat di dalam rumah itu, terakhir Dinda mengajak Naya ke kamar pribadi Bian yang tidak ada orang yang berani masuk ke dalam nya.

__ADS_1


"Ini kamar anak Mama yang jarang di masukin orang lain, memang dia itu orang nya sangat tertutup lihat saja warna kamarnya saja hitam gak ada cerah-cerah nya. Mama sudah ingin mengganti dengan warna yang lebih cerah tapi Bian menolaknya" ucap Dinda sambil mengajak Naya duduk di sofa dalam kamar Bian.


"Iya Tante" ucap Naya sambil tersenyum.


"Ini Tante gitu banget sama anak sendiri" ucap Naya dalam hati.


"Nay, jangan panggil saya Tante dong, kan kamu sudah menikah dengan Bian berhenti kamu juga anak saya. Panggil saya sama seperti Bia memanggil saya" ucap Dinda.


"Baik Ma" ucap Naya gugup dia belum terbiasa memanggil orang lain dengan sebutan mama.


"Nah gitu kan enak didengar, ngomong-ngomong kamu sudah main berapa babak, seru tidak, terus Bian ngapain aja ke kamu?" tanya Dinda dengan semangat.


Naya yang tidak tau apa yang mertua nya bicara kan hanya menatap Dinda dengan bingung, dia tidak tau maksud dari pertanyaan Dinda.

__ADS_1


"Hehe mama ini bisa aja, kayak main game saja pakai babak" jawab Naya tersenyum dengan terpaksa karna dia tidak tau harus menjawab apa.


Mendengar jawab Naya, Dinda langsung tertawa terbahak-bahak dia tidak bisa berhenti tertawa sampai Naya menatap nya bingung.


__ADS_2