Om Itu Jodohku

Om Itu Jodohku
BAB 27


__ADS_3

Setelah selesai menyelesaikan tugas kampusnya, Naya memilih untuk menonton film romantis dan tak memperdulikan Bian yang ada di samping nya yang dengan diam-diam memperhatikan Naya sambil tersenyum.


"Wah emang hebat nih sutradara nya bisa buat film sebagus ini. Apalagi acting nya waw banget. Bikin baper banget" celetuk Naya sambil tersenyum.


Tanpa Naya sadari dari samping nya Bian melihat ke arah laptop dan betapa terkerjutnya Bian melihat tontonan yang ada di depan matanya itu, Bian meneguk salivanya pelan dan melihat kearah Naya yang tengah asyik menonton.


"Nih anak ngapain juga nonton yang beginian. Kan buat aku pingin aja" gumam Bian dalam hati.


"Hei bocah nakal, apa yang sedang kamu tonton? Matikan" bentak Bian kesal.


"Apaan sih Om, lagi seru nih gak apa-apa kali Om lagian juga kan aku sudah 21 tahun jadi gak ada larangan nya" ucap Naya balik kesal pada Bian.


Naya tidak tau jika film yang ia tonton telah memancing sesuatu yang ada di bawah sana yang juga meminta pelepasan. Bian segera menghilangkan pikiran yang bersarang di otak nya.


"Dasar bocah nakal yang mesum, cepat kamu tidur ini sudah malam jangan sampai buat aku kesal dengan tingkah mu itu" ucap Bian sambil memalingkan wajah nya yang sudah memerah seperti tomat.


"Gitu banget sih Om, padahal apa salahnya jika aku tonton ini" ucap Naya sambil memandang kearah Bian.


"Kamu itu ya, pikiran mu nanti bisa saja berubah tambah negatif, cepat tidur kalau tidak aku akan kurung kamu du kamar mandi!" ancam Bian sambil beranjak dari tempat tidur keluar.

__ADS_1


Mendengar ucapan Bian itu, Naya langsung mematikan laptopnya dan langsung berbaring sambil menyelimuti tubuhnya dengan selimut nya.


"Dasar Om nyebelin gak bisa banget lihat aku senang sedikit saja" gerutu Naya dalam hati dan memilih untuk tidur.


Beberapa saat kemudian Bian melihat Naya sudah tertidur pulas, dia pun kemudian berbaring di samping Naya dengan menatap wajah gadis itu dengan lekat.


"Ah lebih baik aku tidur aja malam ini disini pagi hari nanti aku kembali ke kamar ku" ucap Bian dalam hatinya.


CUPP


Bian mengecup lembut kening Naya, dan mengusap kepala gadis kecilnya itu dengan lembut, gadis itu terlihat manis saat sedang tidur membuat Bian ingin membawa nya ke dalam pelukan nya. Sampai akhirnya Bian pun terlelap dalam tidurnya.


Naya tengah berkumpul bersama dengan teman-teman nya di bangku koridor kampus pada waktu istirahat siang. Mereka ngobrol sambil sesekali tertawa.


"Eh tau gak" ucap Vera memulai candaan nya.


"Enggak" ucap mereka serempak.


"Iya kan aku belum cerita kadal," ucap Vera agak kesal dengan ke 3 teman nya itu.

__ADS_1


"Oke-oke apa yang ingin kamu omongkan" ucap Raya.


"Kemarin aku lihat guru baru itu jalan sama bu Rina loh" ucap Vera lagi.


"Bu Rina guru Matematika yang cantik itu bukan?? bukan nya dia udah berkeluarga ya?" tanya Esya beruntun karna rasa penasaran nya.


"Iya juga ya, setahu aku juga gitu, lagian ngapain sih mereka jalan berdua?" tanya Raya sambil memakan ciki yang ada di tangan nya.


"Kamu gak lagi buat berita hoax kan Ver?" tanya Esya.


"Sya, kamu itu suka sekali sih gak percaya sama aku" ucap Vera kesal karna Esya tidak percaya pada nya.


"Hehe, maaf ya habis kamu kan suka begitu Ver" jawab Esya sambil menunjukkan gigi putihnya.


"Gak lah kapan aku buat berita palsu, lagian juga kan aku lihat dengan mata kepala ku sendiri" ucap Vera yakin.


"Emm gitu. Emang kamu lihat nya dimana dan kapan?" ucap Raya.


"Keruang dosen, kemarin hahahaha" jawab Vera sambil ketawa.

__ADS_1


Naya, Raya, dan Esya memandang Vera kesal, sedang kan orang yang di lihat pun hanya tersenyum. Vera emang cewek aneh ada saja tingkahnya yang membuat orang kesal dan bisa-bisa darah tinggi oleh nya.


__ADS_2