Om Itu Jodohku

Om Itu Jodohku
Bab 3


__ADS_3

Terlihat ada sebuah mobil datang dan masuk ke kediaman Arga yang sederhana. Ya siapa lagi kalau bukan keluarga Martadinata yang datang untuk melamar putri Arga Satopoh.


"Ehh.. kayaknya Surya sudah sampai tuh." batin Arga.


"Kayaknya itu keluarga Martadinata sudah datang, papa ke depan dulu." kata papa Arga.


"Iya pa, kami tunggu disini saja." sahut Ale.


"Ya udah papa ke depan dulu." sahut papa.


"Ayo silahkan masuk." kata papa Arga mempersilahkan Surya dan kelaurga masuk.


"Ma, ini Surya dan Dinda sudah datang." teriaknya kepada sang istri.


"Iya pa," sahut Sila dari dapur.


Kedatangan keluarga besar Martadinata datang ialah untuk melamar putri keluarga Satopoh untuk sang putra. Namun kenyataan nya tidak seperti apa yang mereka harapkan, karna perjodohan itu sebenarnya tidak di inginkan Alecia.


"Begini, maksud kedatangan kami ialah untuk melamar putri keluarga Satopoh untuk putra saya. Dan dengan perjodohan ini ikatan kita semakin erat seperti keluarga." ucap Surya.


"Iya, seperti yang dikatakan oleh Surya tadi, saya juga mengharapkan hal yang sama." sahut Dinda.


"Saya sih setuju." jawab Arga.


"Okelah, mana anaknya. Aku ingin menanyakan langsung padanya?" tanya Dinda ke Arga

__ADS_1


"Naya, mana kakakmu?" tanya kepada Naya.


"Kakak tadi kekamar sebentar untuk mengambil hp, tapi kok lama sekali." jawab Naya.


"Naya tolong panggilkan kakak kamu." ucapnya ke Naya.


"Iya pa, Naya panggil kak Ale dulu." jawab Naya sambil beranjak dari tempat duduknya.


Iya sebelum itu Ale pamit untuk ke kamarnya mengambil hp yang tertinggal.


FLASHBACK ON


"Nay, kakak ke kamar dulu ya, soalnya hp kakak ketinggalan." ucapnya ke Naya sambil beranjak ke kamar.


"Iya kak, jangan lama2 ya, takutnya papa manggil kakak." jawabnya sambil sibuk dengan hpnya.


"Aku harus mengabari Tama, supaya dia menjemputku." batinya.


Sesampainya di kamar, Ale langsung mengabari Tama untuk segera menjemputnya. Karna dia gak mau untuk menikah dengan orang yang tidak dia kenal, maka nya dia berniat untuk kabur.


"Naya, maaf kakak harus mengorbankan kamu. Kakak tidak bisa melanjutkan perjodohan ini. Kakak mencintai pacar kakak, maafkan kakak." itulah tulisan di secarik kertas yang Ale tulis untuk adik tercintanya.


"Iya sebenarnya gitu, tapi karna Vanaya memiliki kakak jadi, kami sepakat untuk Alecia yang akan kami jodohkan, lagipula Vanaya masih sangat muda untuk perjodohan ini."


📱"Sayang, kamu jemput aku sekarang." kata Ale ke sang kekasih.

__ADS_1


📲"Oke, tunggu aku, aku OTW." jawab Tama.


Setelah menunggu 20 menit, akhirnya Tama sampai. Ale yang sudah mengganti pakaian nya langsung keluar lewat jendela. Kebetulan kamar Ale di deket dengan gerbang keluar.


"Sudah siap sayang?" tanya Tama.


"Sudah sayang ayo." jawabnya.


FLASHBACK OFF


Karna papa menyuruh Naya memanggil sang kakak. Naya pun langsung menuju kamar Ale. Setibanya di depan kamar Naya mengetok kamar Ale namun tidak ada sahutan sama sekali. Akhirnya dengan terpaksa Naya masuk karna pintu juga tidak di kunci. Namun tidak ada kakaknya disana, dilihat juga pakaian yang di pakai sang kakak pun ada disana. Naya pun teriak karna kakaknya tidak ada.


"Papa, mama..." teriaknya dari dalam kamar.


Karna mendengar teriakan Naya, Sila pun datang ke kamar sang putri.


"Ada apa Nay? mana kakak mu?" tanya mama ke Naya.


"Kakak tidak ada ma, Nay juga menemukan ini." jawab Naya sambil menyodorkan secarik kertas dan baju yang di pakai Ale tadi.


"Apa maksudnya ini?" ucap sang mama tidak percaya.


Karna lama Arga, Surya dan Dinda pun menyusul ke kamar.


"Kenapa sayang? kok lama sekali? ada apa ini?" tanya Arga ke istrinya.

__ADS_1


"Anak kita kabur." jawab Sila lirih.


"APA..." ucap Arga.


__ADS_2