
Di kampus Naya berjalan dengan lesu menuju kelasnya, beberapa hari ini hidupnya kacau dan yang lebih parah ia harus menikah dengan Om-Om yang sangat menyebalkan.
Di dalam kelas terlihat teman-teman Naya yaitu Ria, Vera dan Esya tentunya tengah berkumpul bersama. Melihat teman nya pada kumpul, Naya segera menghampiri mereka dan duduk di sebelah Esya.
"Kamu kemana saja Nay, kemarin kenapa gak masuk?" tanya Ria.
"Iya Nay tumben kamu gak masuk apa ada musibah ya Nay" Ucapan Vera dengan kebiasaan nya yang gak bisa menyaring dulu kata-kata nya.
"Musibah? Kamu itu kalau ngomong jangan asal njeplak dong Ver" ucap Ria.
"Iya nih kamu tuh Ver kalau ngomong hati-hati" lanjut Esya.
"Kali aja ada musibah gitu, Naya menikah sama Om-Om kayak jadi istri muda nya" ucap Vera sambil membenarkan makeup nya.
Degg
Jantung Naya seakan mau copot mendengar ucapan Vera, dia tau bahwa Vera sering asal ngomong, tapi kenapa kata-kata nya yang keluar kali ini dari mulut nya tepat sekali dengan apa yang saat ini ia alami.
__ADS_1
"Oh itu kemarin lagi ada acara keluarga jadi aku gak masuk. Maaf ya gak ngabarin kalian" ucap Naya yang terpaksa berbohong pada temen nya.
"Iya deh Naya yang cantik tapi lebih cantik aku" balas Vera sambil tersenyum.
"Pinjem bentar Ver, aku juga ingin pakai!" ucap Esya mengambil kaca yang ada di tangan Vera.
Esya merapikan rambut nya dan juga melihat apa ada sisa makan di mulutnya.
"Iya Nay, enak dong kamu. Eh ngomong-ngomong si Darren kemana? Biasanya nyariin kamu ini tumben banget." ucap Ria penasaran.
"Iya Nay, kemarin juga aku lihat dia sama Tasya loh" ucap Vera tak kalah bersemangat.
"Tasya anak semester 4 itu kan? Ngapain tuh cabe sama Derren, jangan-jangan Naya si Darren selingkuh di belakang kamu ya!" ucap Ria ikut nimbrung.
"Apa? masa sih kalau Derren selingkuh? Nay sama siapa dong jadi nya. Jangan sedih Nay entar aku tanya sama kakak ku kali aja dia punya kenalan yang jomblo gitu" ucap Vera.
"Kamu mau cari jodoh untuk Naya atau untuk kamu Ver?" tanya Ria.
__ADS_1
"Aku mah belum mau pacaran. Gak doyan sama yang tua dari aku, tapi kalau dia nya kayak gk apa lah boleh aja buat bayarin aku belanja" ucap Vera lagi.
"Buat apa Ver, lagian apa uang yang bokap kamu kasih masih kurang sampai mau jadiin tuh orang ATM berjalan?" tanya Esya.
"Gak sih biar tambah banyak aja belanja nya" ucap Vera sambil tersenyum.
"Terserah kamu aja lah Ver" ucap Ria kesal.
Naya hanya tersenyum mendengar percakapan mereka, kalau soal bergosip mereka memang jago nya. Tak lama kemudian pak Diki masuk membawa beberapa tugas.
Anak-anak yang masih asyik ngobrol pun berhamburan kembali ke tempat duduk nya masing-masing.
"Baiklah sekarang saya akan membagikan tuga yang harus di kumpulkan segera batas waktunya sampai besok siang" ucap Pak Diki sambil membagikan tugas kepada mahasiswa nya.
"Nay kami ikut kamu ya, kita kerjakan bersama-sama" tutur Vera sambil tersenyum pada Naya.
"Hemm gimana ya, okelah kalian boleh ikut aku. karna gak mungkin juga kan kalian akan pisah kelompok sama aku kan"ucap Naya.
__ADS_1