Om Itu Jodohku

Om Itu Jodohku
Bab 30


__ADS_3

Dikamar, Naya sudah berhenti menangis. Ia tidak ingin terlalu karut dalam kesedihan. Ia berusaha untuk bangkit dengan menyemangati diri sendiri agar bisa lebih kuat dalam menjalani situasi seperti ini.


"Sudahlah, mungkin Om itu butuh waktu. Ini semua bukan salah dia juga, jadi wajar kalau dia kasar padaku. walaupun bagaimana pun sekarang dia adalah suamiku, aku harus sabat dalam menghadapi nya" kata Naya menenangkan hati nya sendiri.


Naya pun bangun dari tidur nya dan mengganti pakaian dengan piayama tidurnya. Tak lupa juga ia membersihkan wajahnya dari semua make up yang menempel pada wajah putih mulusnya. Dan mengoleskan cream malam pada wajahnya.


meskipun tadi saat ke rumah Bian, Naya tidak membawa barang-barang pribadinya, tapi sang mama sangat tau apa yang di perlukan Naya. Sehingga dia menyuruh salah satu pelayan pribadi nya untuk mengantarkan semua barang itu ke rumah Bian menantunya.


Hari ini Bian memutuskan untuk pergi ke kantor. Begitu pun dengan Naya yang akan memulai kembali kuliahnya yang sempet terhenti.


Saat menuruni anak tangga mereka tidak dengan sengaja bertemu. Bian langsung menuju meja makan untuk sarapan pagi, sedangkan Naya memilih untuk meninggalkan Bian dan segera berangkat ke kampus karena dia ada kelas pagi. Tidak ada saling sapa satu sama lain seperti layaknya pasangan normal pada umumnya. Naya yang berusaha untuk menghindari Bian karena masih trauma dengan ucapan yang Bian katakan kemarin dan itu pun melukai hatinya. Maka dari itu, ia memilih untuk menghindarinya dan menenangkan hatinya terlebih dahulu.

__ADS_1


"Terserah, lakukan yang buat kamu senang jika itu lebih baik" gumam Bianyqng melihat kepergian Naya yang tanpa menyapanya sekalipun.


Tak butuh waktu lama Naya telah sampai di kampus nya dan kini ia berjalan menuju ruang kelasnya. Penampilan Naya yang sungguh memukau tak jarang para mahasiswa lain terkhusus laki-laku meliriknya.


Karena habis kuliah emang Naya tidak ada kegiatan lagi, maka ia langsung pulang menuju mansion. Tanpa sengaja ia bertemu dengan Alif sahabat dari Bian suaminya yang lewat di saat Naya sedang menunggu taxi pesanan nya.


"Itu bukan nya Naya ya yang keponakan dari Bian" gumam Alif kemudian menghampiri Naya yang tengah berdiri menunggu taxi yang sudah ia pesan.


"Iya. benar. Tapi maaf siapa ya?" tanya Naya yang memang tak mengingat wajah Alif.


"Aku Alif, teman atau lebih tepatnya sahabat dari Bian yang kemarin ketemu di mall" kata Alif menjelaskan.

__ADS_1


Naya berusaha untuk mengingat nya. Siapa orang yang saat ini ada di hadapan nya.


"Ya ampun, kenapa aku bisa lupa dia kan sahabatnya Om menyebalkan itu. Kira-kira dia ngapain ya di sini?. Apakah dia mata-mata lagi? Ahh bodo amatlah lagian juga aku gak lakuin hal yang macam-macam" gumam Naya dalam hatinya.


"Ohh ya, sekarang aku sudah mengingat kamu. Maaf ya" jawab Naya dengan senyum manis merekah nya.


"Ya gak apa, santai aja. Oh ya kamu lagi ngapain disini?" tanya Alif lagi.


"Lagi nunggu taxi. Oh itu dia taxi nya sudah datang. Aku duluan ya" kata Naya ramah dan pergi meninggalkan Alif dan menghampiri taxi yang sudah ia pesan tadi.


"Ehh iya hati-hati" jawab Alif dengan sedikit kecewa karna sebenarnya ingin mengantarkan Naya pualng.

__ADS_1


Setelah kepergian Naya, Alif pun ikut pergi meninggalkan tempat itu.


__ADS_2