Om Itu Jodohku

Om Itu Jodohku
BAB 37


__ADS_3

Sebelum mereka berpisah mereka saling bertukar nomor hp untuk memudahkan mererka berkomunikasih dan berkabar.


Naya yang sudah sampai di rumah terlebih dahulu langsung membersihkan diri nya dengan segera sebelum Bian sampai.


Tepat pada pukul 17.00 BIan baru saja pulang kantor nya dan langsung juga membersihkan dirinya sebelum makan malam tiba. Setelah selesai membersihkan dirinya bIan langsung segera ke meja makan untuk makan malam.


Naya dan Bian emng sudah menikah hampir 4 bulan tapi mereka tidak pernah makan satu meja yang sama walaupun mereka tinggal dalam satu atap rumah yang sama.


Bian sampai di meja makan ketika naya sedang menyantap makan malam nya.


Naya yang sedang assyik makan melihat bahwa Bian datang pun menjadi kesal karena pasti akan ada hal yang akan membuat hati nya sakit kembali.


"Hufft.." Naya pun langsugn meletakan sendok makan nya dan ingin segera meninggalkan meja makan dan makanan yang belum selesai ia makan. Namun belum sempat Naya beranjak dari tempat duduknya Bian langsung mencegah Naya dan menyuruhnya untuk duduk kembali dan menyelesaikan makan nya itu.


"Duduk dan selesaikan makanmu itu, baru beranjak pergi." kata Bian tegas yang juga langsung duduk di meja makan untuk makan.

__ADS_1


"Tumben banget." gumam nya dalam hati, namun tidak terlalu Naya mempermasalahkan perubahan sikap Bian padanya. Naya pun segera duduk di kursinya dan melanjutkan makan yang sempat tertunda.


Dalam keheningan itu Naya tidak sama seklai berniat untuk mengambilkan nasi dan lauk pauknya untuk Bian, karna yang terakhir kali ia melakukan nya justru mendapat kata-kata yang menyakitkan hatinya.


Para pelayan yang melihat Bian yang telah duduk di meja makan pun lantas mendekatinya untuk mengambilkan makanan.


Dadn kali ini adalah hal yang sangat langkah yaitu mereka makan dalam satu meja makan yang sama.


Tidak ada pembicaraan di antara mereka. Mereka berdua hanya diam tak bersuara.


Setelah makan pun merekad langsung kembali ke kamar mereka masing-masung untuk beristrhat.


"Hufft ini adalah hari pertama aku kerja walaupun hanya magang, ngak boleh ada kesalahan sekecil apapun itu." gumama Naya di depan cermin melihat dirinya sendiri.


Tanpa mereka sadari mereka berdua keluar dari dalam kamar bersamaan. Ya Bian dan Naya keluar dalam kamar mereka masing-masing bersamaan.

__ADS_1


Mereka berdua berjalan beriringan hingga tatapan mereka bertemu di depan tangga akhir. Mereka turun secara terpisah. BIan dari sebelah kiri dan Naya dari sebelah kanan.


"Tumben banget itu anak berpakaian sopan. Mau pergi kemana dia?."gumam Bian yang melihat Naya berpakaian rapi dan cantik hari ini.


"Hufft aduh enakanya gimana ini pamit atau gak ya? Ya mau gimanapun dia masih suami gua sekarang. Coba saja dia ngak sedingin ini sama gua kan gua juga ngak akan melakukan hal yang sama ke dia." gumam Naya yang melihata Bian sedang menuruni anak tangga.


Mereka pun langsung menuju ruang makan untuk sarapan.


Masih seperti hari-hari sebelum nya mereka makan tanpa ada nya pembicaraan satu sama lain.


Sebenarnya Naya sudah risih ingin sekali untuk memulai pembicaraan tapi merlihat sikap Bian yang belum membaik pagi ini dan takut akan tanggapan Bian yang akan membuat mood nya hancur makanya Naya memilih untuk diam.


Mereka pun sudah selesai sarapan dan akan berangkat kerja secara terpisah padahal kantor yang mereka tuju pun sama.


"Hmm gimana ini tiap hari gua naik taksi uang tabungan gua udah mulai menipis lagi. Mau minta papa kirim uang pun gak mungkin." gumam Naya menyenderkan kepala nya pada kursi penumpang sambil memikirkan tentang uang sakunya yang sudah mulai menipis.

__ADS_1


Dari dulu Naya tidak sama sekali berkekurangan uang karena sang papa memenuhi kebutuhan nya bahkan memberikan jatah bulanan sama Naya.


Tapi sekarang setelah ia menikah papa nya menyetop jatah bulanan untuk Naya yang menurut sang papa sekarang Naya bukan lah tanggung jawabnya lagi, tanggung jawabnya sudah beralih ke Bian. Sang papa tidak mau sampai Bian merasa tersinggung dengan dia memberikan jatah bulanan untuk Naya yang sekarang sudah berstatus istrinya. Tapi tanpa papa nya tau Naya sama sekali belum pernah meminta uang seperser pun dengan Bian.


__ADS_2