
"Tenang saja, aku gak apa kok" jawab Vera.
Mendengar jawaban Vera yang terlihat serius pun langsung melanjutkan makan mereka. Setelah mereka selesai makan mereka memutuskan untuk segera pulang.
***
Hari-hari terus berlalu dengan cepat. Hari pun sudah mulai malam, salah satu maid mengetuk pintu kamar milik tuan nya.
"Tuan... makan malam sudah siap" kata maid itu.
"Baiklah saya akan segera turun" jawab Bian yang memang sudah bangun dari tidur nya.
__ADS_1
Sementara di sisi lain, Naya telah berada di meja makan membantu para maid menyiapkan makan malam. Tak berselang pun Bian menuruni beberapa anak tangga menuju meja makan.
Sesaat pandangan nya terarah pada Naya yang tengah berjalan mondar-mandir menyiapkan makan malam. Ada rasa benci dan kesal menyelimuti hati Bian. Perasaan tidak terima akan keadaan yang sedang terjadi pada nya.
Bian manarik kursi dan mendudukan bokongnya di kursi itu. Bian telah membuka piring yang ada di depan nya dan meletakan sendok diatas piring, namun saat Naya hendak menhambilkan Bian nasi, tangan nya langsung di tepis oleh Bian.
"Kamu, tidak perlu bertingkah layaknya istri sungguhan jika kita hanya berdua. Ingatlah posisimu... hanyalah seorang pengganti" kata Bian sinis dan sangat menusuk di hati Naya lalu mengambil nasi sendiri tanpa memikirkan telah melukai hati seseorang.
Jantung Naya berdetak lebih kencang dan cepat dari biasanya. Sesaat tubuh nya gemetar tapi Naya berusaha untuk menyeimbangkan nya. Naya pun hanya diam tanpa melakukan gerakan sedikitpun seakan tubuh nya terpaku dengan ucapan Bian.
Naya lalu berusaha untuk memundurkan tubuh nya dan pergi dari hadapan Bian. Ada rasa sakit di hati nya ketika Bian berbicara seperti itu pada nya.
__ADS_1
"Kenapa harus dengan kata-kata itu? setidaknya hargai sedikit saja perasaan ku, aku juga tidak menginginkan pernikahan ini terjadi. Aku juga sebagai korban, kenapa hanya di limpahkan padaku semua? seakan akan aku yang jadi sumber masalah untuk hidup mu" gumam Naya sambil menangis di kamar nya meratapi nasib hidup nya.
Selama hidup nya Naya selalu hidup bahagia, dan dia tidak pernah mendengarkan kata-kata yang menyakitkan hatinya itu. Orang terdekatnya pun sangat menyayangi Naya dan tidak pernah membuatnya bersedih.
Tapi untuk kali ini seseorang telah membuatnya merasakan itu semua yabg seharusnya melindungi bahkan mencintainya dengan sepenuh hati nya itu justru dengan tega nya mengeluarkan kata-kata yang membuatnya hatinya sakit.
Meskipun hubungan mereka tidak ada cinta, setidaknya mereka harus bisa hidup dengan saling menghargai perasaan satu sama lain. Harus menghargai orang yang ada di dekat kita, karna sesungguhnya merekalah yang akan berperan sangat besar dalam kehidupan kita kelak. Hilangkan lah rasa benci untuk tidak saling menyakiti satu sama lain, karna kita tidak tau kedepan nya bagaimana. Bisa jadi kita akan sangat membutuhkan pertolongan dari orang yang kita benci. Roda itu terus berputar, orang yang kita benci tidak akan selamanya menjadi musuh karna perasaan benci itu bisa berubah menjadi cinta sewaktu-waktu.
Sememtara itu Bian yang melihat kepergian Naya tidak jadi melanjutkan makan malam nya dan memilih untuk kembali ke kamarnya.
Didalam kamar Bagian langsung merebahkan tubuhnya ke kasur kemudian ia mengambil sebuah foto yang berada di atas meja di samping tempat tidurnya.
__ADS_1
"Sayang kenapa harus seperti ini, aku sungguh hanya mencintaimu aku hanya menginginkan kamu" kata Bian sambil menatap foto Laras kekasihnya yang meninggalkan nya tanpa ada kabar.