Om Itu Jodohku

Om Itu Jodohku
BAB 28


__ADS_3

"Gak lucu banget sih Ver" ucap Raya kesal.


"Mending kamu ikutan lomba masak kan lebih bagus" kata Esya.


"Lah kok jadi lomba masak sih Sya? Gak ada nyambungnya banget" Tanya Raya.


"Iya dong kan kamu hobi makan dari pada ngelawak gak lucu" ucap Esya.


Naya, Esya, dan Raya pun tertawa mendengar candaan mereka sendiri ke Vera, sedangkan Vera yang di tertawakan hanya bisa diam dan menekuk muka nya melihat ke 3 sahabatnya menertawakan nya.


"Benar juga tuh Ver, gak salah kan bila mencoba" ucap Naya sambil tersenyum.


"Ih, apaan sih kalian ini nanti jika aku menjadi terkenal kalian pada iri sma aku" ucap Vera pede.


Tak lama kemudian lewat di depan mereka ketua tim basket yang banyak di idolakan, karna selain tampan dia juga menjabat sebagai ketua BEM di kampus.


"Eh, ada kak Dewa, mau kemana kak? Mau ngapelin Naya atau Vera?" ucap Raya menggoda dengan jailnya.


"Hai juga Raya, gak kok saya mau ke ruang Dekan kenapa kamu mau ikut?" jawab Dewa tersenyum sambil mengajak Raya.


"Eh gak kak, entar ada yang marah loh kan jadi repot" ucap Raya sambil melirik ke arah 2 sahabatnya itu.


"Hemm, siapa yang akan marah kan saya juga jomblo Aya?" tanya Dewa sambil mengikuti arah pandangan Raya.


"Ini si Vera" ucap Esya langsung menutup mulutnya.

__ADS_1


"Iiisss apaan sih Sya, mulut kamu gak bisa di jaga" bisik Naya.


"Ya maaf Nay" balas Esya sambil tersenyum.


"Kenapa kalian berbisik-bisik? Apa Naya marah jika Raya ikut saya?" Tanya Dewa pada Naya dan Esya yang dari tadi berbisik.


"E e enggak apa kok kak" jawab Esya dan Naya barengan.


Raya, Naya, dan Esya menggigit bibir mereka berusaha untuk tidak tegang saat itu. Mereka takut Vera jadi tersinggung.


"Ya sudah kalau gitu, saya duluan ya, takut telat" ucap Dewa tersenyum dan berlalu pergi dari hadapan mereka.


"Emmm... Ver kamu gak apa-apa kan" tanya Raya.


"Oh gini ya rasanya cinta tapi tak dianggap. Sakit tapi tidak berdarah" batin Vera.


"Ver.. kok malah bengong sih, kalau kamu emang suka dengan kak Dewa kejarlah" ucap Naya.


"Iya, kejar dan dapatkan hatinya" sambung Esya.


"Haa.. serius kalian. Bukan nya kak Dewa itu suka nya sama kamu Nay" jawab Vera.


"Gak lah Ver, ya emang kak Dewa suka sama aku tapi kan gak suka dengan dia" ucap Naya sambil berlalu duluan dari ke tiga sahabatnya itu.


"Sudah ahh ngapain malah ngobrolin hal kayak gitu mending ke kantin sudah lapar aku. Lagian kita sudah di tinggalin kan sama Naya" ajak Raya.

__ADS_1


Sesampainya di kantin mereka mencari keberadaan Naya. Yang di cari keberadaan nya lagi duduk asyik di ujung sambil mengotak-atik hp nya.


"Itu Naya, ayok kesana" ucap Raya.


"Nay, kenapa sih main ninggalin orang aja" kata Vera kesal karna Naya ninggalin mereka.


"Habisnya kalian lama banget malah bahas soal kak Dewa segala" balas Naya yang masih fokus dengan hp nya.


"Bang baksonya 5 mangkok ya, sama jus mangga 3, lemon teanya 1 ya" ucap Vera setelah mendapat pesanan dari temen nya itu.


"Haa, gak kebanyakan apa bakso nya 5 Ver, lagian kita cuma berempat loh?" tanya Esya.


"Gak kok, aku yang akan makan. Aku laper banget soalnya" jawab Vera santai.


"Emang kuat apa tuh perut makan sebanyak itu? Apa jangan-jangan itu bukan perut tapi karet ya" tanya Raya sambil tertawa


"Tenang saja Ray, aku masih punya perut cadangan kok" ucap Vera sambil tersenyum menunjukan deretan gigi putih nya.


Tak lama kemudian pesenan mereka datang, mereka langsung menyantap makanan yang sudah mereka pesan tadi dengan lahap.


Vera langsung memasukkan beberapa sendok sambal ke dalam mangkok baksonya. Naya yang melihat nya pun langsung menatap Vera bingung, karna temen nya itu seperti kesetanan dengan memasuk kan begitu banyak sambal.


"Gak kebanyakan tuh Ver, tuh libat bakso kamu kuahnya sudah berubah warna jadi merah loh?" tanya Naya.


"Iya Ver, banyak banget sambal nya dari pada baksonya, ntar sakit perut kamu" ucap Raya.

__ADS_1


__ADS_2