One Night One Billion

One Night One Billion
BAB 25 - Ini Hal yang Serius


__ADS_3

Malam semakin larut, tapi mata Aqila tidak sama sekali bisa terpejam, setiap kali ia berusaha untuk pulas, selalu ada bayangan aneh yang terus menghantui pikirannya. Dia takut, takut sekali, ya Aqila memang gadis penakut telebih lagi mengenai hantu.


Kepalanya menoleh kesebelah kirinya, disana wanita yang memintanya untuk tinggal dan menemaninya malah sudah tertidur pulas karena sudah terdengar suara dengkuran halus, yang menandakan kalau Bianca memang sudah terlelap, karena waktu sudah menunjukan dua pagi. Ya, untuk apa seseorang dijam dua pagi seperti ini masih tejaga kalau tidak ada sesuatu yang tengah ia pikirkan.


Aqila beranjak dari tempat baringanya, mengusap wajahnya yang sudah mulai lelah, ponselnya yang sejak tadi ia mainkan sudah mati karena habis batrai, dan dia lupa membawa charger.


"Apa aku berjalan-jalan sebentar agar lelah dan lebih mudah mengantuk," gumam Aqila yang sudah akan bediri tapi ia urungkan kembali, "Tapi jika saat aku sedang berjalan-jalan malah bertemu hantu bagaimana?" lanjutnya yang kemudian langsung menaiki kakinya keatas ranjang lalu meringkuk dibawah selimut.


Hingga pagi menjelang, Aqila tidak sedikitpun mampu terpejam. Didepan cermin kamar mandi, ia melihat pantulan wajahnya sendiri, disekitar matanya ada lingkaran hitam yang telihat samar.


Aqila membasuh wajahnya lalu mengambil sikat gigi yang baru dilaci meja lemari yang ada dikamar mandi, lancang memang, tapi itu harus karena tidak mungkin dia keluar kamar dengan mulut yang bau jigong.


"Aku akan bilang ke Tuan Dirga kalau aku membuka sikat gigi yang baru," gumam Aqila yang sudah lebih segar dan berniat akan mengatakan apa yang dia lakukannya kepada Dirga walaupun memang bagi Dirga itu tidak sama sekali penting yang harus ia tahu. Barang itu ada memang untuk dipakai, bukan?.


Tanpa sadar ia tersenyum melihat pakaian yang dia pakai terlihat sangat oversize, padahal Dirga sudah mengatakan kalau baju itu size paling kecil yang dia punya. "Aku seperti orang-orangan sawah." Senyumannya seketika berubah masam ketika mengingat Bianca yang memakai pakaian oversize justru terlihat sangat seksi dan cantik. "Kenapa aku berbeda, malah telihat buruk!" ucapnya kemudian dengan mulut yang mengerucut.

__ADS_1


Sreeennggg, tuk tuk tuk !!


Suara yang sangat bising, membuat Aqila penasaran dan segera keluar dari kamar meninggalkan Bianca yang masih terlelap bawah selimut sana, karena memang jam masih menunjukan pukul enam pagi.


Ia mencari asal suara yang ternyata, suara itu berasal dari kamar milik Dirga. Kepalanya melongok ingin tahu apa yang terjadi, dan ternyata disana sedang ada dua orang yang sedang memasang jendela baru dan Dirga yang sedang memperhatikannya didekat para tukang itu.


Tidak sengaja Dirga menoleh ke arah Aqila berada dan mata mereka bertemu dengan Dirga yang tersenyum kearahnya, tangannya terulur seakan meminta Aqila menghampirinya, dan entah apa yang membuat Aqila menurut begitu saja, ia pun berjalan masuk kekamar dan berdiri di dekat Dirga lalu ikut melihat dua orang pria yang sedang memasang jendela.


Sejujurnya Dirga tidak sama sakali mnegalihkan matanya dari penampilan Aqila saat ini, baju yang longgar dengan celana bahan yang sedikit ketat membuat Dirga menelan salivanya susah payah, dan lagi-lagi ia mengingat malam panas itu bersama Aqila.


"Aqila, apa kau tidak tidur?" Aqila menepis pelan tangan Dirga lalu berdehem.


"Ya, saya tidak bisa memjamkan mata."


"Kenapa?"

__ADS_1


"Tidak ada."


"Oh ya, apa boleh saya pinjam charger Anda, Tuan. Ponsel saya habis batrai, mau pinjam pada nona Bianca, dia masih tertidur." Dirga menganggukan kepalanya lalu mengambil apa yang diminta oleh Aqila.


"Berikan ponselmu," pinta Dirga.


"Ponselnya dikamar biar saya saja yang isi. Oh iya hampir lupa, tadi saya mengambil sikat gigi baru dikamar mandi, nanti saya ganti. Dan terima kasih ya." Aqila berlalu ingin kembali kekamar tempat tadi malam ia bermalam, hanya bermalam tidak serta tidur disana.


Dirga menggelengkan kepalanya, melihat sikap Aqila yang benar-benar sangat berbeda dari wanita-wanita yang dia kenal, dan ada satu hal yang membuat dia tertawa kecil, ya sikap polos Aqila sangat sama persis dengan sikap polos Adiknya,  Alisha Purnama Houten yang tinggal di negara asalnya. "Mom, Alish. Aku merindukan kalian," gumam Dirga.


Di kamar, Aqila yang  baru saja masuk kamar, dan dia kira Bianca masih tertidur, ternyata sudah tidak ada di kasur, dan terdengar suara air dari dalam kamar mandi, "Oh dia sedang mandi." Aqila merapihkan kembali tempat tidur yang sedikit berantakan lalu akan melakukan tujuan awalnya, yaitu mengisi daya ponselnya.


Ia mencari steker dan segera mencolok kepala kabel charger, lalu ia ambil ponselnya yang tersimpan diatas nakas, dan pada saat ia mencolok kabel charger ke ponselnya tiba-tiba ia terpental.


Aaakkkkhhhh!!

__ADS_1


__ADS_2