One Night One Billion

One Night One Billion
Bab 39 - Pembicaraan Serius


__ADS_3

Maka disinilah mereka berada. Disebuah butik terkenal, butiknya para selebritis. Aqila yang masih tidak mengerti kenapa dia di ajak kesana oleh Dirga hanya duduk diam mendengarkan pembicaraan Dirga dengan seorang wanita yang duduk didepannya.


''Aku mau gaun yang cocok dengan wajah manisnya.''


Wanita itu beralih memperhatikan Aqila yang bahkan sedang tidak memperhatikan mereka. Ia seakan sibuk dengan dunianya sendiri, bolpoin dan pajangan meja turut ia mainkan.


Wanita cantik yang bernama Arabela itu terkekeh sejenak.


''Dirga, apa kau tidak merasa seperti pedofil,'' ledek Arabela membuat Dirga menekuk wajahnya kesal.


''Lihatlah,'' bisik Arabela seraya melirik kearah Aqila yang masih memainkan apapun yang ada diatas meja, bahkan kini kepalanya sudah ia letakan di pinggiran meja.


Dirga ikut melirik, ia tidak tertawa seperti Arabela, justru ia tersenyum begitu hangatnya dengan tangannya mengusap lembut kepala Aqila.


Aqila yang menerima usapan itu segera menegakkan kepalanya dan menoleh kearah Dirga. Memasang wajah polosnya seraya bertanya. ''Ada apa?''


''Kau bosan ya?''


Aqila tersenyum lalu menggelengkan kepalanya, ''Tidak, maaf kalau aku tidak sopan,'' decih Aqila.


''Dia ini desainer baju pengantin. Dia yang akan mendesain gaun pengantin kita.''


Ucapan Dirga membuat Aqila sedikit tersentak, kedua pipinya memerah. Ia tersipu karena Dirga.


''Sekarang jelaskan gaun seperti apa yang kamu inginkan, biar dia tidak banyak menganggur,'' sindir Dirga pada Arabela yang mendelik tajam.


''Sialan kau! kurang sibuk apa aku selama ini, hah!''


''Justru itu ku berikan kesibukan lebih.''


Arabela memicing kesal lalu tersenyum pada Aqila. ''Coba jelaskan gaun apa yang kau inginkan?''


''Terserah Nona saja,'' jawab Aqila dengan sangat polosnya.

__ADS_1


Dirga sampai melongo mendengar jawaban Aqila. Gadis kebanyakan akan merincikan secara detail bagaimana dan tema apa yang ia inginkan untuk baju pengantinnya. Tapi tidak dengan Aqila. Ia malah menyerahkan itu semua pada seorang perancang busana dengan bicara seenteng mungkin.


''Aqila sayangku! ini untuk gaun pengantin mu lho! kenapa kau menyerahkan itu padanya, jika dia membuat dengan tema macam-macam, apa kau mau?!'' kesal Dirga tanpa ia sadari, kalau dia telah memanggil Aqila dengan sebutan 'sayangku'.


Aqila terperanjat. Heran, kaget dan tersipu telah menjadi satu didalam jiwa nya. Tapi sesaat kemudian, ia pun menunduk lalu tersenyum pada Arabela.


''Aku percaya pada Nona, pilihan anda pasti bagus,'' ucap tulus Aqila membuat Arabela terharu karena pujiannya.


Setelah berbincang-bincang banyak, dan mengukur lingkar pinggang dan lainnya, merekapun pergi dari butik dengan dua paper bag yang berisikan beberapa dress yang dihadiahkan oleh Arabela untuk Aqila, sebagai hadiah pertemanan mereka.


Sepanjang perjalanan, Aqila terus melongok kedalam paper bag, ia senang mendapatkan hadiah itu. Setiap kali Dirga melirik, Aqila terus saja tersenyum pada isi paper bag itu, membuat Dirga sedikit merasa kesal.


''Apa yang membuat mu terus saja tersenyum?''


''Hadiah ini, Nona Arabela itu baik sekali,'' tutur Aqila membuat alis Dirga mengernyit.


''Apa aku tidak sebaik dia?'' Aqila menoleh memasang wajah bingung.


''Kalau kau mau, aku bisa membeli semua dress disana untuk mu,'' celetuk Dirga.


''Agar aku disebut baik baik olehmu.''


Aqila tertawa mendengarnya, hanya ingin disebut baik Dirga berpikiran membeli semua dress yang ada di butik untuknya. Sungguh konyol, batin Aqila.


Tanpa mengatakan apapun lagi, Dirga membelokkan setir mobilnya kesebuah cafe, dan seperti biasa ia akan turun lebih dulu lalu membukakan pintu untuk Aqila.


Aqila yang merasa terus diperlakukan baik oleh Dirga tentunya merasa ada yang aneh pada perasaannya. Namun apa? dia juga tidak tahu.


''Hati-hati,'' ucap lembut Dirga yang sudah meletakkan telapak tangannya ke kepala Aqila agar tidak terhantuk bagian atas pintu mobil.


Dirga memilih mengambil meja yang ada didalam cafe, walaupun didepan sana juga kosong. Karena baginya kenyamanan Aqila lah yang utama.


''Disana masih kosong,'' tunjuk Dirga kearah luar cafe.

__ADS_1


''Disana pasti berisik dengan laju kendaraan, polusi pun tidak baik untuk mu dan calon anak kita,'' Dirga berucap sembari terus membalikan lembaran buku menu memilah makanan yang baik untuk Aqila. Tanpa tahu saat ini pipi Aqila kembali memerah karena penuturannya.


''Nachos, Chicken Fingers dan roti bakar, dan juga minumannya jus jeruk dua tanpa gula. Dan, oh ya! semua makanan jangan berikan MSG!'' ucap tegas Dirga pada pelayan Cafe yang sibuk mencatat pesanannya.


''Baik Tuan, saya mengerti. Kalau begitu mohon ditunggu beberapa menit untuk hidangannya.''


Dirga mengangguk, dengan wajah stay coolnya. Kemudian menatap dalam pada iris coklat Aqila.


''Satu minggu lagi.'' Aqila mengernyit bingung.


''Apa?'' tanya Aqila.


''Pernikahan kita,'' sahut enteng Dirga membuat mata indah milik Aqila melebar dengan sempurna.


''Hah! satu minggu?!''


''Iya, kenapa? terlalu lama kah, kalau begitu lusa saja kita menikah!''


Gila! Dirga memang sudah benar-benar gila! Aqila sampai tidak bisa berkata apa-apa lagi. Segampang itu Dirga mengajaknya menikah, bukankah pernikahan itu harus menyiapkan undangan, dan pastinya menyiapkan keperluan pernikahan, seperti dekor dan lainnya. Kecuali, memang Dirga hanya berniat menikahi-nya tanpa ada pesta, yang baginya itu lebih baik.


''Tuan, aku belum bicara pada Kak Jeny, dan teman-teman ku lainnya. Juga...—'' Aqila menjeda ucapannya, ia tidak yakin akan menyebut dua nama lainnya.


''Paman dan Bibi mu?'' tebak Dirga dengan tepat.


Aqila mengangkat pandangannya lalu mengangguk dengan lemah. Ya! ia tiba-tiba terpikirkan ingin mengunjungi paman dan bibinya, tapi ia takut. Karena sejak kejadian beberapa Poto dirinya diclub itu dikirimkan ke Paman dan Bibinya, sejak itu ia tidak berani lagi menunjukkan wajahnya pada mereka.


''Mereka pasti sudah menerima undangannya.''


Aqila di buat terperangah, mereka? siapa yang dia maksud?


Happy reading...


***Hay riders ku yang baik hati, mampir juga ke novel baru ku yaaa...

__ADS_1


Gak kalah serunya lho😘🙏***



__ADS_2