One Night One Billion

One Night One Billion
BAB 26 - Hospita Story


__ADS_3

Aaaaakkkhhh!!!


"Aqila!" Bianca yang sedang berada dikamar mandi seketika keluar karena mendengar Aqila yang menjerit.


"Aqila kau kenapa, bangun Aqila!" Bianca menaruh kepala Aqila dipahanya.


Dirga yang sedang mengawasi para tukang, tejingkat kaget ketika mendengar jeritan Aqila. Dengan berlari tegopoh-gopoh, Dirga menuju asal suara.


Braakk!!!!


Dirga membuka pintu kamar tamu dengan mendobraknya, padahal tanpa mendobak pun ia bisa membukanya tapi karena memang rasa panik, membuat Dirga tidak bepikir untuk membukanya dan memilih untuk mendobraknya.


 Betapa terkejutnya Dirga ketika melihat kekamar dan disana Aqila sudah tidak sadarkan diri dengan kepalanya yang disangga oleh Bianca.


"Aqila!"


Tanpa sadar, Dirga mendorong tubuh Bianca dan langsung mebawa Aqila keatas kasur.


"Bianca! dia kenapa?!" suara dirga meninggi karena sangking paniknya.


"Aku juga tidak tahu, aku sedang dikamar mandi, tiba-tiba aku mendengar Aqila menjerit dan kulihat sudah tergeletak disini."


Penjelasan Bianca tidak membuat Diga puas, ia melihat kesekeliling dan didekat Aqila tidak sadarkan diri tadi ada ponsel Aqila yang seperti mengeluarkan asap . Dirga mendekati ponsel itu dan benar saja kalau lubang tempat kabel Chager sudah berasap dan tercium bau sangit darisana.


Dirga menoleh kearah Aqila yang belum sadar, dapat ia simpulkan kalau Aqila habus tesengat aliran listrik.


Dengan cepat tanpa biacara pada Bianca, Dirga membopong Aqila dan membawanya pergi dari sana, bahkan panggilan dan pertanyaan Bianca tidak sama sekali dijawab Dirga.


Dirga sedikit berlari dengan menggendong Aqila, ia letakan tubuh lemah Aqiila kedalam mobilnya dan tidak lupa memasangkan seat belt, "Aqila jangan buat saya takut," ucap Dirga yang sudah duduk dibelakang kemudi.


Mengenderai dengan bengis, membelah jalanan yang sedang ramai. Roda mobil Dirga berhenti tepat didepan rumah sakit.


"Tolong dia, dia sedang hamil, dan sepertinya baru saja tersengat arus listrik," ucap Dirga pada perawat yang sedang membawa brangkar.


"Baik, Tuan."

__ADS_1


Mereka membawa Aqila ke ruangan unit gawat darurat. Para dokter pun berdatangan telebih lagi Dirga mengatakan kalau Aqila sedang mengandung.


Diga menunggu didepan pintu UGD, rasanya campur aduk, panik, khawati, takut menjadi satu.


"Bim! ada apa?" tanya Erik yang baru saja datang kaena Dirga yang menghubunginya.


"Masalah ini serius, Rik! Aqila tersetrum listik dari ponselnya yang kulihat tadi malam dia masih memainkan dan itu baik-baik saja, bagaimana dengan poto itu?"


"Maksud mu ada sangkut pautnya dengan ini?" Erik memberikan sebuah map coklat dan disana ada data seseorang.


"Apa ini?"


"Poto-poto itu diambil dari ponsel dan di cuci dari komputer data oang itu, dan orang ku sedang mencari keberadaan dia yang aku datangi tenyata tempat tinggalnya sudah kosong."


"Aku semakin yakin, kalau Aqila bisa begini ada yang sengaja melakukannya. Cctv halaman samping sudah dirusak dan datanya pun telah dicuri. Tapi aku sudah meminta orang ku untuk mencari tahu juga. Oh ya ini." Dirga memberikan kain merah yang ia simpan di sakunya.


Erik membaca tulisan yang ada dikain itu. "Benar apa yang kau katakan ini semua bersangkutan."


Saat mereka sedang berbincang dengan seius, seseorang berlaian kearah mereka dan behenti disamping Eik.


"Maafkan aku. Aku memanggil Dion kesini untuk membantu ku," ucap Eik, ya Dion adalah sahabat mereka juga, tapi sayang hubungan Dirga dan Dion tidak telalu baik.


Puk!


Dion memukul pundak Dirga pelan seraya berkata, "Apa kabarmu, aku akan membantumu."


"Penting kau ingin tahu kabar ku!" ketus Dirga.


Erik hanya bisa menggelengkan kepalanya karena memang seperti itulah interaksi keduanya, sejak dulu sampai sekarang. Dan Dirga lah yang paling keras kepala diantara mereka, ya karena memang Dirga juga yang paling muda di antara mereka.


Seorang dokter wanita dengan kelua dari pintu itu dan mempertanyakan keluarga pasien atas nama Aqila, dan Dirga lah yang maju untuk itu. "Saya keluarganya, bagaimana keadaanya?" tanya Diga dengan raut wajah yang begitu khawatir.


Erik dan Dion yang beada dibelakang hanya bisa menyimak. Dion menyenggol lengan Erik dan menggedikan kepalanya seakan bertanya siapa yang ada didalam sehinga Dirga terlihat begitu khawatir.


"Panjang ceritanya, yang jelas, sebentar lagi kita memiliki adik ipar," bisik Erik pada Dion yang hanya mengangguk-anggukan kepalanya.

__ADS_1


"Nona Aqila baik-baik saja, dia hanya syok karena sengatan listrik, dan janinnya sudah aman karena Dokter kandungan segera memberikan suntikan untuk menguatkan janin."


Terdengan helaan napas yang begitu lega dari Dirga, karena ketakutannya tidak tejadi.


"Dokter spog  masih memantaunya didalam."


Dirga mengangguk-angguk, "Terima kasih."


Pintu terbuka lagi dan beberapa orang yang berseagam dokter dan perawat keluar daricsana. "Dokter Jen, saya ambil laporan jam dulu, permisi," ucap Dokter wanita pada Dokter yang sedang bicara pada Dirga yang memakai maske medis dan berlalu begitu saja.


"Iyah Dok, silahkan," sahutnya. "Itu Tuan Dokter yang memeriksa Nona Aqila."


Mata Erik mengikuti langkah Dokter kandungan yang berjalan cepat itu, "Tunggu!" panggilan Erik tidak sama sekali membuat Dokter tersebut behenti malah semakin berjalan dengan cepat. Dion, Dirga dan dokter yang di panggilnya Jen itu hanya memperhatikan Eik yang sedang mengejar Dokter kandungan.


"Saya kembali kedalam dulu Tuan," ucap Dokter Jen.


Erik menyusul langkah Dokter wanita itu yang sudah membuka pintu sebuah ruangan tapi langkahnya tehenti karena Erik yang menahan lengannya.


Dengan sedikit kasar Erik menarik masker yang tepasang diwajah Dokter itu.


"Kau!?"


"Maaf Tuan saya sedang bertugas, permisi."


"Tidak, ikut aku, aku mau bicara."


Erik menarik tangan Dokter itu hingga kelorong yang telihat sepi. "Bicaralah Tuan, saya masih ada pasien," ucapnya.


"Kenapa kau menjauhi ku, Lita?"


"Apa maksud Anda Tuan, saya tidak menjauhi siapa-siapa. Kalau tidak ada yang penting, saya permisi."


Namun saat Dokter yang dipanggil Erik dengan nama  Lita itu berbalik Erik menarik tangannya dan langsung memeluknya.


(Lita adalah Dokter cantik yang ada di novel Wanita Milik Tuan Mafia. Dokter yang selalu dikejar-kejar Erik dan tiba-tiba mereka menjauh dengan sebuauh alasan.)

__ADS_1


TBC>>.


__ADS_2