One Night One Billion

One Night One Billion
BAB 08 - Profesional


__ADS_3

"Tidak Kak, tenang saja." Aqila menepuk lengan Jeni dan berlalu untuk menghampiri Riko yang berdiri dipintu.


"Ada apa ya Tuan? apa saya buat kesalahan lagi?" tanya Aqila terus terang


"Tim delivery sedang kekurangan orang, kau bisa bantu tidak?" baru  saja Riko menawarkan pekerjaan lain, dengan tegas dan cepat Aqila menolaknya.


"Maaf Tuan, saya tidak bisa," jaawabnya tanpa berpikir lama.


"Lho kenapa? kamu akan mendapatkan bayaran doble, lagi pula ada Kia yang memegang kerjaan mu 'kan?" Aqila menoleh ke arah perempuan yang satu provesi  dengannya dan dia mengangguk mengartikan agar Aqila mengiyakannya.


"Tapi Tuan, saya tidak mau berada dalam masalah lagi, saya tidak mau disalahkan lagi," ucap Aqila lagi, ya dia trauma dengan kejadian sebelumnya.


"Tidak Qil, kali ini saya sudah meminta persetujuan atasan, kamu bisa 'kan?"


"Aqila sudah sana, aku bisa kerjakan ini," sela Kia teman satu provesi dengannya.


"Baik, Tuan."


Aqila pun mendapatkan beberapa bagian pengiriman makanan kebeberapa perusahaan yang memakai jasa catering dari restoran tempanya bekerja, selain ia senang karena akan mendaptkan bayaran doble, ia juga harus profesional karena memang atasannya langsung yang memerintahkannya.


Di sebuah perusahaan bernama Bernies Group, Aqila saat ini berdiri dengan seorang yang bertanggung jawab dari perusahaan terrsebut, ia mengirimkan 50 boks makanan dengan mobil bok yang disetiri oleh driver dari restoran.dan dia hanya sebagai penyerahan.


"Maaf Nona, apa Anda bisa bantu kami bawakan ini kedalam?" ucap penanggng jawab dari perusahaan tesebut, dengan terpaksa Aqila pun mengiyakannya walaupun masihada 50 boks makanan lagi untuk ia antar ke  perusahaan selanjutnya.

__ADS_1


Lelah, pasti! karena memang ia harus meondar-mandir dari perusahaan satu ke perusahaan lainnya. Di saat ia tengah mendorong troli makanan untuk naik ke lift bersama driver yang juga ikut membantu. Driver yang memang seorang laki-laki itu tidak sengaja menabrak seseorang dan memuat satu boks makanan jatuh dan isinya


berserakan di depan lift.


"Astaga! Tuan, anda tidak apa-apa?" tanya seorang wanita cantik dengan pakaian yang forma


"Maafkan saya Nona," ucap driver itu.


"Nona, saya minta maaf, dia teman saya. Kami diminta untuk membawa ini keatas. Maafkan kami sekali lagi," ucap Aqila yang ikut meminta maaf.


Aqila memberikan kode agar driver itu pergi darisana utuk kembali kemobil saja, dan dia yang akan menyelesaikan tuganya.


"Eh tunggu? kamu gadis pramusaji itu 'kan?" tanya wanita cantik itu pada Aqila. Aqila mengangkat kepalanya yang tertunduk. Merasa bingung dengan orang yang seperti mengenalinya.


"Tidak mungkin, saya ingat wajah kamu, waktu itu kamu mengantarkan sajian penutup dan rasanya enak sekali, sebab itulah saya pesan ini semua." Wanita itu adalah Ayuza Bernies, wanita yang datang besama Dirga waktu itu.


Aqila terdiam mengingat-ingat, dan memang dia pernah menjadi pramusaji yang itupun hanya sementara. Yang juga membuat dia berada dalam masalah, lalu bertemu dengan pria brengsek yang telah merenggut kesuciannya.


"Oh iya benar, Nona. Emm..., untuk makanan ini saya akan ganti Nona, tapi mohon jangan berikan rate buruk pada restoran kami." Ayuza tertawa kecil karena Aqila.


"Hehe... tenang saja. Lagipula hanya makanan, dan ini tidak sengaja. Sebentar ya." Ayuza mengedarkan pandangannya dan mencari seseorang lalu memanggilnya.


"Kau! kamarilah!" panggil Ayuza pada dua orang yang tengah berjalan santai dikoridor.

__ADS_1


"Ya Nona?" ucap keduanya yang sebelumnya berlarian menghampirinya. "Bawa ini semua, bukankah ini tugas kalian? lain kali saya tidak ingin melihat ini, mengerti!" tegas Ayuza pada kedua karyawannya.


Ya, Ayuza sangat menjunjung sifat profesional dalam pekerjaan, ia sangat tidak menyukai seseorang yang suka melimpahkan pekerjaan ke orang lain, karena baginya semua orang sudah memiliki porsi pekerjaannya masing-masing, dan harus bertanggung jawab dengan apa yang sudah menjadi tugasnya.


Selagi Ayuza mengawasi pekerjanya yang sedang mengambil alih dan membersihkan makanan yang berantakan, Aqila pun segera berpamitan karena memang masih ada 50 boks lagi yang harus ia antar ke tempat lain.


"Nona, maaf. Kalau begitu saya permisi undur diri ya, masih ada yang harus saya antar." Ayuza menoleh dan tersenyum.


"Baik, terima kasih ya-"


"Saya  Aqila, Non."


"Oh baik, saya Ayuza. Senang bisa berteman dengan kamu." Ayuza merebut tangan Aqila untuk berjabatan.


Aqila pun pergi menyusul driver-nya. Tapi ketika sampai di lobby ia menemukan si Driver yang tengah membuka kap mesin mobilnya. "Kak Fikri, kenapa mobilnya?" tanya Aqila.


"Qil, mobilnya mogok, kita bisa telat mengantarkan makanan, bagaimana ini?" Aqila pun bingung, ia juga tidak mengerti harus bagimana, terlebih lagi baru kali ini ia melakukan pekerjaan ini.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


MAMPIR juga ke novel teman ku ya guys...


__ADS_1


__ADS_2