Our It'S A (Pindah)

Our It'S A (Pindah)
Bukan salah kami, tapi kenapa kami yang dihukum?


__ADS_3

Sabtu pagi minggu ini adalah hari pertama weekend bagi anak-anak ace SMA Merdeka. Pagi sekali Kin dan Ayen sudah pergi dengan bola basket, sedang Azka ... ya seperti biasa sibuk dengan para pacarnya.


Grizelle selesai merapikan kamarnya yang jadi tempat party semalam, kemudian dia pergi ke kamar yang satu-satunya berpenghuni.


Grizelle langsung masuk ke ruang Arabelle yang tidak dikunci, tapi Arabelle tak ada disana, hingga ia temukan Arabelle tengah duduk di depan meja belajar.


"Bel, ke toko buku yukk, gue mau beli buku sosiologi," ajak Grizelle, tapi tak mendapat respon dari Arabelle.


Akhirnya Grizelle masuk ke dalam kamar Arabelle ingin mencari tahu apa yang gadis itu lakukan hingga tak mendengarkan dirinya.


"Bel?"


"Kek nya gue gak boleh keluar dulu deh beberapa hari ini," kata Arabelle yang sukses membuat alis Grizelle bertaut.


"Emang kenapa?" Grizelle mengintip ke layar ponsel Arabelle yang membuat gadis itu tak berhenti menatapnya.


"Lu syok? Artis mah udah biasa selingkuh kek gitu, Bel," kata Grizelle setelah mengetahui penyebab Arabelle menatap ponsel karena melihat berita salah satu arti tanah air yang selingkuh.


"Udah gausah lu--"


"Papah gue," sahut Arabelle dengan suara rendah.


"Pa-pah lu?" tanya Grizelle tak percaya. "Papah lu aktor"

__ADS_1


"Dan mamah gue artis," sambung Arabelle.


Grizelle tak kenal dengan siapa nama yang disebutkan Arabelle, tapi ia apa pekerjaan artis dan aktor itu dan bagaimana kehidupan mereka, sangat penuh sandiwara.


Tak lama kemudian, seperti yang diharapkan Arabelle, ponselnya berdering.


"Salmon?" kata Grizelle bicara pada diri sendiri membaca nama di layat ponsel Arabelle.


"Aku udah bilang aku capek!!" pekiknya tepat setelah ia mengangkat dering ponselnya.


"Jangan buat masalah dan sembunyi dulu untuk sementara."


"Papah yang selalu buat masalah!!"


"Diam kamu!! Sembunyi saja sebisanya, jangan sampai wartawan mendapati kamu!"


"Arabellw Chalondra! Sejak kapan kamu pandai membantah?! Ingat kau itu anak siapa?!!!"


"Karena sekarang aku manusia, Pah, bukan robotmu dan istrimu lagi."


Arabelle membanting ponselnya hingga ponsel itu mati dan hancur. Sedang Grizelle, ia menatap remahan ponsel yang bergeletakan di lantai dengan mata berair, kemudian menatap kearah Arabelle yang tak menangis sedikitpun, matanya sama sekali tidak berair.


"Lu kaget, kan? Maafin gue, Gri."

__ADS_1


Grizelle ikut duduk disebelah Arabelle, ia mengelus punggung Arabelle dengan lembut.


"Jadi lu orangnya, princess yang hatinya kehilangan kunci kata Bu Airin?"


Arabelle menatap Grizelle.


"Bagi gue kunci itu gak hilang, tapi lu sembunyiin, lu gak mau orang lain tau isi hati lu. Ini gue, Bel, gue Grizelle, orang yang punya nasib sama kek lu, lu bisa buka hati dan perasaan lu sama gue, karna kita sama."


Air mata Arabelle turun perlahan, hingga tangis itu pecah ketika Grizelle memeluk tubuhnya yang hancur.


Mereka berdua saling berpelukan, meratapi takdir mereka yang serupa dan kenapa harus mereka, bukan orang lain.


Send a message to group ace :


From Grizelle


"Beli apapun yang kalian pengen dan yang Arabelle suka, kita party lagi malam ini di kamar Arabelle."


Send a message succes.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Terima kasihh kepada reader-nim ~

__ADS_1


Ikuti terus yaaa kisah dari lima anak-anak yang tidak beruntung ini, doakan juga nanti supaya mereka bisa jadi beruntung 😭😭😭😭😭


Salam manis Kak Erluthh ❀️


__ADS_2