
"Azka!"
Panggilan wanita itu membuat ketiganya menoleh secara bersamaan.
Wanita yang tidak lain adalah pacar ketiga Azka, Siska, mendekat, tanpa aba-aba ia melayangkan pukulan ke wajah Grizelle, tapi untungnya tangan Siska ditahan oleh Kin dan Azka secara bersamaan.
Grizelle sama sekali tak mengelak saat ia tahu tangan Siska akan mendarat di wajahnya, karena ia tahu, ada Kin dan Azka disampingnya, maka ia adalah seorang ratu yang tidak akan bisa terlukan atau dilukai oleh siapapun.
"Lepasinn!!" pekik Siska memberontak. "Gue cuman mau kasih cewe gatau diri ini pelajaran!" pekik Siska kesal, seolah mengadu kepada pacarnya, Azka.
Namun, sayang sekali, wajah Azka terlihat sedang tidak ingin bercanda saat ini.
"Pergi!" kata Azka dengan nada rendah dan dingin.
"Ka..." Siska meraih tangan Azka namun Azka lepaskan tangan itu dengan pelan.
"Maaf, gue gasuka cara lo bertindak ke temen gue," kata Azka.
Siska menangis tersedu setelahnya, memohon ampun dari Azka, tapi Azka terlanjur marah melihat wanita itu memperlakukan Grizelle dengan buruk.
"Sis, saran gue jangan lagi nembak cowok di depan banyak orang, untung ini gue, dan gue gamau lo malu di depan anak-anak, tapi kalo itu orang lain, lu mungkin dipermalukan," kata Azka menatap dengan alis berkerut wanita yang masih tersedu di depannya.
"Ayo balik," ajak Azka kepada Grizelle juga Kin.
__ADS_1
Mereka bertiga berlalu dengan sangat keren, diperjalanan Kin yang menganggap hal itu keren memberi Azka acungan jempol, tapi dibalas pukulan oleh Azka.
Namun, saat Grizelle memberi acungan jempol setelah Kin, Azka tersenyum penuh cinta.
"Sialannn lu!" kata Kin kesal pada sikap ketidakadilan itu.
🌼🌼🌼🌼🌼🌼
Keempat anak ace berkumpul di basecamp mereka, yakni kamar 203 yang tiada lain adalah kamar milik bungsu mereka, Ayen.
"Rasanya baru kemaren aja lepas sama buku, sekarang malah lebih parah si Grizelle," kata Kin menatap wajah serius Grizelle yang sedang menyelesaikan soal-soal matematika.
"Grizelle itu dulunya adalah sebuah kayu, makanya dia suka banget sama buku," sahut Azka.
"Apa, Yen?"
"Kaga budeg loh padahal dianya," kata Kin merasa tak adil ketika hanya suara Ayen yang direspon oleh telinga Grizelle.
"Karena otak gue cenderung gak peduli sama hal yang gak penting," sahut Grizelle.
"Awas aja lu manggil kita-kita kalo lagi butuh ya!"
Kin dan Azka saling merangkul bekerja sama menantang Grizelle.
__ADS_1
"Ayen mah bisa lebih dipercaya daripada cowo-cowo semacam kalian, yang satunya hobi joget gajelas, satunya lagi doyanan banci, iiihhh!!" cibir Grizelle.
"Lu yang lebih aneh, Ka!" kata Kin.
"Iiiihh apaan! Elu lah! Joget-joget gajelas!" sahut Azka.
"Perang dunia lagi," kata Ayen malas.
Tak lama setelahnya ponsel Grizelle berdering.
"Bel?" kata Grizelle setelah ponsel ia letakkan di telinga kanan.Yang lainnya ikut menempelkan telinga mereka di ponsel Grizelle.
"Apa--" Kata-kata Grizelle terhenti saat wajah Kin berada tepat di depan wajahnya. Memang laki-laki itu hanya berniat untuk ikut mendengar suara Arabelle, hingga tak sadar mengambil posisi yang salah, tak tahu bahwa ada sebuah jantung yang ia buat berdetak tak normal.
🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼
Holaa readers-nim yang saya cintai ~~~
Padahal aku buat ini udah lama loh, mungkin saat ini di publish nanti kalian nunggunya lama soalnya yang part One Day with Kin itu juga review udah hampir 6 hari gak publish, gak tau masalahnya apa, jadi harap bersabar dan tetap stay disini yaa❤️
Salam manis,
Erluthh
__ADS_1