
Sore hari yang amat cerah dengan beratapkan langit biru dan awan putih menggumpal, Kin ditemani dengan musik hiphop menikmati sore di lapangan dekat asrama mereka seorang diri.
Ia duduk di pinggiran lapangan, diatas rumput hijau menatap langit sambil memejamkan matanya, menunggu warna senja berubah menjadi jingga.
"Kintan!!" bisik Grizelle di telinga Kin membuat mata Kin otomatis terbuka. "Lagi apa sih?"
Kin menyodorkan hedset sebelahnya, Grizelle menerima dan memakai di telinga kanan, sedang Kin di telinga kiri.
"Lu suka hiphop?" tanya Grizelle dan Kin mengangguk membenarkan. "Kenapa?"
"Karena bagi gue hiphop itu berjiwa bebas, seru ajalah pokoknya."
Grizelle tersenyum menatap Kin yang tetap tampan meski bekas luka di wajahnya belum hilang. "Jiwa bebas?" tanya Grizelle yang menurutnya lucu. "Contohnya?" tanyanya sambil terkikik.
Kin yang ingin berjiwa bebas itu pun melepas hedset kemudian memasang tudung hodie hitam yang ia pakai lalu menari di tengah lapangan.
Alhasil Grizelle tertawa terbahak melihat tingkah konyol lelaki itu.
"Kin!" panggilnya. Kin menoleh kemudian berpose karena tahu Grizelle memotretnya.
Grizelle masih tertawa geli karena ulahnya. Dan ia pun bangga melihat sang Ratu itu melupakan buku-bukunya.
"Padahal lu bisa ketawa, tapi kenapa gak pernah ketawa sih?" kata Kin setelah berada di dekat Grizelle.
"Hah??!! Gue ketawa?!" katanya sendiri terkejut seolah dirinya tertawa adalah hal yang salah.
"Gue ketawa? Dan gue gak sedang melakukan pencitraan? Kok bisa?" batinnya.
"Kin anterin gue ke rumah sakit!" katanya menatap Kin dengan serius.
"Hah?! Lu sakit?!" Kin meletakkan tangannya di dahi Grizelle mengecek suhu badan Grizelle.
__ADS_1
"Bukan. Tapi gue sembuh."
๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ
Mereka turun dari lantai 5 tempat dokter pribadi Grizelle bertugas, mereka berdua terlihat sangat akrab menuruni anak tangga dengan tapak kaki yang terpadu satu sama lain.
"Lu kenal semua orang disini ya?" tanya Grizelle karena melihat interaksi Kin dengan semua pegawai yang ada di rumah sakit ini.
"Wajar sih ya, karena lu anak dokter," simpul Grizelle acuh.
"Huh!" Kin menghembuskan napas kasar. "Walaupun gue berusaha pergi jauh, tapi pada akhirnya gue bakal tetep disini," katanya sambil mengamati setiap sudut rumah sakit megah yang juga merupakan rumah sakit nomor satu di Jakarta.
"Maksud lo?" tanya Grizelle tak mengerti.
"Liat ni ye."
Kin melambaikan tangannya pada salah satu suster. Dan suster itu datang kepadanya dengan sopan. "Papah ada?" tanya Kin pada suster yang tidak berani menaikkan pandangannya.
"Ketua sedang keluar, Tuan," sahut suster dengan sopan.
"Oke, oke, oke, semangat mbak!" kata Kin memberi semangat. Kemudian Kin memandang Grizelle dengan sombong, ia melihat wajah gadis itu sangat terheran-heran.
"Gak nyangka gue, Kin, orang kek lu anak pemilik rumah sakit ini? Gue kira Papah Mamah lu dokter biasa, siaalann."
Kin tersenyum, kemudian merangkul gadis itu dengan akrab keluar dari rumah sakit mewah yang akan menjadi miliknya suatu hari nanti.
Tak lama kemudian ponsel Grizelle berdering.
"Kenapa lagi sih ni bocah," gerutu Grizelle kesal. "Apa sih, Ka?!" katanya malas.
"Tolonginnnn gue!! Gue lagi di kafe coffeciato!!"
Panggilan itu terputus, membuat Grizelle dan Kin semakin khawatir menilai nada suara Azka. Mereka berdua segera mencari taxi untuk menuju tempat yang disebut Azka yang maha penyayang itu.
Hingga sampailah mereka di kafe, mereka mecari Azka disegala sudut kafe.
__ADS_1
"Grizelle! Kin!"
Keduanya menoleh ke sudut kafe, Azka ada disana membelakangi mereka.
"Apa-apaan sih, lo?!" tanya Kin heran.
"Siaaalann lu kaga liat di depan pintu?" tunjuk Azka. Grizelle dan Kin menoleh kearah yang ditunjuk Azka. "Kaga bisa pulang gegara dikejer om-- eh, tante jadi-jadian itu."
Grizelle mendengus tak percaya, sedang Kin ia tertawa terbahak-bahak layaknya orang gila. "Gila! Gila! Napsu lo sama yang begituan, Ka?!" kata Kin sambil tak kuat menertawakan Azka yang ditunggu oleh banci-banci kota.
"Sialaann lu!" umpat Azka kesal kepada Kin. "Grizelle leader, tolongin gue mau pulang, kebelet pipis, nih!!" rengeknya dengan wajah mewek. "Takut sama om-om, eh tante-tante itu, Gri."
"Adoooo Azka! Pusing pala gue ngurusin elu!" Grizelle dengan kesal menjewer telinga Azka yang kemudian disambut tawa oleh Kin. "Ayokkk buruan ikut gue!"
Grizelle membuka jaket yang ia pakai, kemudian menudungu wajah Azka lalu menggandeng tangan lelaki itu hingga keluar dan lewat dari banci-banci tanpa ketahuan.
Mereka berhasil melewati para banci. "Lu ngapain bisa dikejer banci sih, Ka?" Grizelle merapikan rambut Azka yabg berantakan setelah ia melepaskan jaketnya dari kepala Azka.
"Gue kan--"
"Azka!!"
Panggilan suara wanita itu menghentikan kalimat Azka.
"Loh? Siska??"
๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ
Haiii~~~
Thanks for 600 views โค๏ธโค๏ธ
Aku mau adain give away ni, tapi masih bingung soalnya readersnya gak muncul wkwk, padahal aku ingin interaksi sama kalian๐
Aku mau adain give away, jadi kalia bisa kasih saran ke aku yaa~ random aja gapapa, semua saran kalian diterima dengan baik kok โค๏ธ
__ADS_1
Salam manis,
Erluthh