Our It'S A (Pindah)

Our It'S A (Pindah)
Kin si Pengemis Kota


__ADS_3

Cuaca pagi yang sangat indah berpihak pada rencana anak-anak ace. Matahari menyorot bumi dengan hangat, angin pagi yang berhembus dari hilir ke hulu semakin menambah suasana pagi yang indah ini.


Azka sudah tampan, dan bertambah tampan hari ini. Kemeja biru yang sangat cocok di badan atletisnya serta kacamata hitam yang menghiasi wajahnya menjadi poin penting dalam penampilannya hari ini.



Begitu juga Arion Gavin Mahawira yang memiliki darah hukum mengalir di dalam tubuhnya itu terlihat sempurna dengan baju rajut berwarna langit serta kacamata bening yang dikenakan, yang bukan lain adalah milik Azka.



"Loh? Kin mana?" Grizelle menatap kedua lelaki yang berdiri di depan pintunya dengan wajah heran tak menemukan Kin yang akan menyopir hari ini.


"Pintunya masih kekunci, ditelpon juga gak aktif," sahut Azka mengutarakan kebenaran.


Grizelle langsung berjalan menuju kamar 202, menekan kata sandi kamar Kin yang entah bagaimana ia bisa tahu.


Dan benar saja, lelaki itu masih meringkuk di balik selimut hitamnya.



Dengan gemas Grizelle menepuk pantat Kin. "Bangoooonn!!!" teriak Grizelle, tapi belum ada respon dari laki-laki yang benar-benar terlelap itu.


Azka yang melihat interaksi unyu itu pun tentu tak terima. Ia menggumpalkan tangannya, meniupnya sebanyak dua kali dan mendaratkan pukulan di pantat Kin dengan sungguh-sungguh.


"Awww!!!"


Kin dan Azka kesakitan dalam waktu bersamaan tapi situasi yang berbeda. Kin menggosok pantatnya, sedang Azka menggosok tangannya.

__ADS_1


"Itu pantat ato bambu runcingnya Jenderal Sudirman, tajem amat," ringis Azka.


"Udah-udah, ayo buru bangun, deh, Kin! Lima menit harus selesai. Dari sekarang."


Grizelle memandangi arloji yang melingkar di tangan kirinya, menghitung waktu Kin yang bergegas masuk ke kamar mandi hingga tak sadar menjatuhkan selimut dan bantal-bantal ke lantai.


"Tiga menit lagi!" teriak Grizelle dari luar setelah ia beres membenahi kamar lelaki itu.


Selang beberapa saat Kin sudah keluar. Kin segera mengecek lokasi perjalanan diponselnya karena ia yang akan menyetir hari ini.


Keempat temannya entah mengapa memandang dirinya dengan aneh.


"Kin ... lu yakin gitu doang?" tanya Azka sambil menurunkan kacamata hitamnya ke hidung.


Kin menatap Azka dengan polos tanpa perasaan aneh. "Kenapa?" tanyanya sungguh tak mengerti makna pandangan mereka semua.


Arabelle yang ahli modis itu menekan kepalanya, pusing melihat penampilan Kin.



"Ganti baju!" perintah Arabelle.


Kin menatap pakaiannya dengan wajah bingung. "Emangnya ada yang salah sama baju gue?"


"Lu ada di dunia ini aja udah salah, Kin!" celetuk Azka.


"Sial*n lu!"

__ADS_1


"Buru ganti, Kin! Gue gamau ngajak pengemis kota loh ya!" ancam Arabelle.


"Yaudah gue tidur lagi," sahut Kin santai dan berbalik akan pergi.


"Ehh, Bang, etdahh siapa yang nyupir dong?" rengek Ayen.


"Dorong aja mobilnya berempat sono."


Grizelle tak mau membuang waktu. Ia mendorong tubuh Kin. "Ayokk, buruan gue gantiin lu baju!"


Dengan senyum iblis Kin tersenyum kepada teman-temannya. "Ini tujuan gue!" teriaknya sambil diseret oleh Grizelle.


"Sialan tu bocah. Moga-moga baju lu diganti kain kafan sama Grizelle, Kin!!" pekik Azka yang mungkin terdengar oleh mereka.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Penasaran gimana transformer Kin?


So pasti itu gansss bat yaa!! Padahal cuman dipakein jaket, topi dan kacamata doang sama Grizelle, ya karena Grizelle orangnya emang gak ribet.


Kalo sama Arabelle mungkin bulu mata Kin bakal dicatok sampe lurus :v



Bentarr, kok aku oleng ke Kin ya sekarang :)


Hwehwehwe Azka maapkeun aku khilaf, Ka :(

__ADS_1


Kalo kalian sukanya sama siapa sih?


Jangan Author ya, author udah hak paten Azka πŸ˜…


__ADS_2