Our It'S A (Pindah)

Our It'S A (Pindah)
Kecurigaan


__ADS_3

Sudah 3 gari berturut-turut Joy Airin kekurangan tidur, selama waktu iu ia gunakan untuk mengurus anak-anak ace yang terserang demam dan flu.


"Siapa yang mencari gara-gara!" ocehnya pada Kin yang menjadi sumber bencana. Lelaki itu sendiri saat ini tidak bisa bernafas menggunakan hidungnya.


"Memang lu ilmuan? Pake segala modus mecahin teori hujan segala, sok banget dah bocah!"


"Kok aku doang? Aku cuman ngajakin Grizelle, Bu Guru, yang lain mah inisiatif sendiri," bela Kin pada dirinya.


"Udah, kamu tidur, Bu Guru mau ke kamar Azka setelah itu Ayen setelah itu Grizelle, terakhir Arabelle. Astaga sibuk sekali diriku," keluh Joy Airin, tetapi masih tetap melakukan hal-hal yang bahkan sulit dilakukan oleh orang yang sudah menikah.


Kini Joy Airin beralih ke kamar Azka. Sangat sedih melihat remaja itu terbaring seperti itu.


"Ka." Ia membangunkan Azka yang biasanya paling menyebalkan itu dengan lembut. "Ayo minum obat."


Azka membuka matanya kemudian tersenyum mendapati satu-satunya malaikat penjaga yang ia punya berada disisinya saat ia tak bisa merawat diri sendiri.


"Sudah sembuh, kok. Liat wajah Bu Airin aja aku udah sembuh, wajah itu obat mujarab bagi aku."


Joy Airin sudah mengenal mereka lebih dari 10 tahun, tahulah ia tipe-tipe mereka. Yang mana penggoda yang mana nakal dan yang mana penurut. "Nanti Bu Guru cetak foto Bu Guru yang buueesar trus tempel di dinding, biar kamu gak sakit-sakit lagi," kata Joy Airin mengacak rambut Azka dengan gemas.


"Minum dulu, Bu Guru masih banyak pasien," ucapnya.


Saat Joy Airin akan menutup pintu kamar Azka, ia sedikit menghapus air mata yang muncul tanpa diperintah di sudut matanya.


Karena Azka, karena ia kembali ingat saat Azka hampir mati, karenanya.


"*Bu Airin! Bu Airini!"


"Maaf, Ka* ..."


Joh Airin hanya bisa melihat tanpa berbuat terhadap keluarga yang menggambarkan neraka secara sempurna itu.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺


"Hah?! Pesta bunga? Apaan tu?" Arabelle menatap Kin yang juga mengedikkan bahu.

__ADS_1


Semua siswa terlihat bahagia setelah Kepal Sekolah mengumumkan hal asing yang mereka sebut sebagai pesta bunga.


Memang terjadi setiap tahunnya, dimana semua siswa bahkan guru punya hak yang sama pada saat itu, mereka menghias diri dengan bunga kemudian mengatakan hal-hal manis pada saat puncaknya, seperti mengungkapkan cinta, selebihnya seperti pesta biasa pada umumnya.


Alasan yang menjadikan para murid bahagia adalah karena siapapun yang mengungkapkan cinta pada saat itu kemudian jadian atau menjalin hubungan diyakini akan menjadi pasangan sejati bahkan ada yang sampai menikah.


"Bisa sakral gitu ya?" kata Azka kagum sekaligus terheran setelah mendengar penjelasan dan makna dari pesta bunga.


"Gosah berpikiran gila! Sudah pasti gue tolak!" kata Grizelle secara spontan setelah sadar bahwa Azka menatap kearahnya dengan penuh arti.


Sedikit ada rasa sakit di hati Azka, tetapi karena ia sudah meyakini 100% bahwa Grizelle adalah tulang rusujnya maka ia hanya tersenyum menanggapi.


"Gue ... mau deketin Mahen, dong." Kini giliran Arabelle yang meliarkan pikirannya untuk berkhayal tentang teman sebangkunya itu.


Sedang Ayen dan Kin mereka sepertinya tidka tertarik dengan hal yang mereka pikir kekanakan itu.


Azka sedikit merasa tak nyaman saat mendengar Arabelle membahas tentang Mahendra, lelaki yang jarang masuk akhir-akhir ini. Ia memandangi wajah Arabelle, ingin mengatakan hal yang mengangganjal di hatinya, tetapi ia was-was, tajut jika hal yang ia pikirkan tidak benar.


"Kenapa lu?" Kin yang berada di samping Azka memergokinya.


Kin menatap Azka dengan sedikit terkejut. Jadi, selama ini bukan hanya dirinya yang menganggap Mahendra itu aneh dan mencurigakan.


Kin menyuruh Azka mendekatkan telinganya. "Gue sama Ayen juga punya pikiran yang sama kaya elo, Ka," bisik Kin kepada Azka, dan Azka bersyukur mengetahui bahwa bukan perasaannya saja yang buruk kepada Mahendra.


"Eh, Bel, jangan Mahendra, deh! Kek enggak ada cowo laen aja!" kata Azka, ingin menyadarkan Arabelle.


Tentu saja Arabelle tak peduli dengan ocehan kampungan Azka, apalagi Kin.


"Udah deh kalian, tolong biarin gue. Ya setidaknya biar jiwa jomblo guebini sedikit luntur," sahut Arabelle acuh dan tak peduli, seolah ia sudah kenal dengan Mahendra dalam waktu lama dan menganggap ocehan Azka hanya bentuk kejailan laki-laki itu.


"Bel, lu tu, kali dibilangin nurut dikit napa, sih?!"


Ayen menahan tangan Kin, memerintah Kin untuk mengendalikan dirinya dari kekesalan ataupun kekhawatiran yang tak bisa ia tunjukkan.


"Iii kalian itu pada kenapa? Ku juga, Kin, kenapa lu nyolot?!" pekik Arabelle.

__ADS_1


"Kak Bel, dengerin Ayen, kita ngomong kayak gini, soalnya di Mahen--"


Ayen menghentikan kalimatnya karena subjek yang menjadi pokok pembahasan mereka datang dan berdiri di depan mereka. Seolah ia memang sudah tau apa yang akan diucapkan oleh Ayen dan ia berusaha menutupi itu.


"Eh, Mahen, ada apa?" Arabelle sudah salah tingkah dibuatnya, sepertinya memang ia sudah jatuh cinta.


"Mau cari kostum bareng nanti pulang sekolah? Untuk pesta bunga?"


Suara lembut Mahendra membuat bibir Arabelle otomatis mengembangkan senyuman manis, tanpa berpikir panjang ia mengangguk senang.


"Gak bisa! Arabelle mau pergi sama gue!" sela Azka, menghapus senyum keduanya, Arabelle juga Mahendra. "Bel, lu bareng gue."


Arabelle memberengut, ia tahu ini hanya tipuan Azka, ia melepaskan tangan Azka. "Lu sama Grizelle aja sana!"


"Tapi gue mau sama lo." Grizelle ikut menimpali. "Gue mau cari kostum sama lu, Bel," katanya sekali lagi memperjelas kalimat ajakan yang seperti perintah.


"Ya, tapi--"


"Maaf ya, Hen, gue mau pergi sama Arabelle," potong Grizelle.


Mahendra tidka bisa bergeming, ia hanya tersenyum setelah selesai berargumen dengan anak-anak kelas atas yang memang tak bisa dikalahkan.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Maaf ya readers-nim 😭😭


Aku la banget gak update, kedepannya semoga bisa update setiap hari seperti duku lagi, soalnya aku lagi sibuk banget akhir-akhir ini 😭😭


Tapi bakal aku begadangin buat nulis work yang ini deh, insyaallah.


Terima kasih buat yang udab baca cerita gak oenting ini, please give me a lot support for my work ❀️


Have a nice day 🌸


~Erluthh~

__ADS_1


__ADS_2