
"Wahh!! Laut!!"
Arabelle begitu kegirangan sesampainya mereka di pantai. Ia segera melepas roknya dan mengganti menggunakan baju pantai dengan semangat.
Azka dan Kin tak dapat melepas pandangan mereka dari Arabelle yang berpakaian super mini. Kin menyadari kehadiran Ayen bersama Grizelle, lalu ia segera melepaskan jaketnya dan menutupi tubuh Arabelle.
"Dosa lu, Bel! Ada anak yang belum 17++," kata Kin panik.
"Santai, Bang. Ayen gak kayak abang-abang pada kok!"
Grizelle mengangguk membenarkan ucapan Ayen. "Mata kalian yang harus ditutup, takutnya malaikat atid capek nyatet dosa kalian," kata Grizelle.
"Astagfirullah!!" kata Azka tiba-tiba sambil mengelus dadanya.
"Dahh ah gue mau ke laut dulu." Arabelle segera berlari seorang diri menuju ke laut.
"Tunggu, Bel! Gue mau ganti baju dulu!" pekik Grizelle pada Arabelle yang sudah jauh.
Azka dan Kin saling berpandangan, dengan sorot mata bahagia setelah mendengar ucapan Grizelle.
Otak mesum mereka langsung menggambarkan bagaimana Grizelle memakai baju pantai yang sangat seksi.
"Istighfar, Bang. Kiamat sudah dekat."
Ayen berjalan ditengah antara Azka dan Kin yang otaknya sedang menggila membayangkan Grizelle dengan balutan baju pantai.
Beberapa menit kemudian Grizelle datang.
"Loh? Katanya mau ganti pake baju pantai?" tanya Azka heran sekaligus kecewa memandangi tubuh Grizelle yang tertutup pakaian tak seperti yang ia bayangkan.
__ADS_1
Sedang Kin. Ia tertawa terbahak-bahak melihat wajah kecewa Azka dibalik kacamata hitam. "Bagus, Gri, lu udah meringankan beban malaikat atid," kata Kin masih dengan terkikik geli.
"Azka mah emang otaknya kotor, gue dan Arabelle itu punya style yang berbeda ya! Jangan harap gue pake baju kurangan kain gitu!"
"Gajadi cuci mata."
Azka memandangi Grizelle yang sudah pergi menyusul Arabelle juga Ayen dengan perasaan kecewa melihat Grizelle dengan kaos hitam dan kain pantai yang menjuntai hingga mata kaki. Walaupun ia tak dapat membohongi jantungnya, bahwa gadis itu terlihat sangat cantik saat ini.
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
Senja yang berwarna jingga sudab muncul menyapa anak ace yang baru pertama kali menjumpainya.
Mereka berlima mengunci pandangan mereka kearah bulatan besar yang tampak dekat dan seolah tenggelam oleh laut.
"Salah saty impian Ayen." Raut wajah Arion menyemburatkan keindahan yang sama seperti senja. "Matahari yang tenggelam, Ayen penasaran kenapa disukai, dan ternyata memang patut untuk disukai.
"Kain bapak lu, Bang."
"Sialan bocah, kaga tau mahal tu kain."
Gelak tawa terdengar karena kalimat tak penting itu.
"Udah cukup kok, Bang, bareng kalian aja Ayen udah bahagia."
Semuanya dibuat merinding oleh kalimat Ayen.
"Siapa yang ngajarin Ayen, woeyy?!"
__ADS_1
"Bukan gue!"
Semua orang terbahak karena Kin dan Azka itu.
"Kalo impian gue cuman satu," kata Arabelle yang mengundang perhatian semuanya. "Jadi orang yang lebih terkenal daripada orangtua gue, dan berhenti jadi boneka mereka."
"Lu bisa! Gue yakin!" sahut Azka. "Impian gue dong berbobot," sambungnya dengan nada sombong.
"Apa emang?"
"Jadi suami Grizelle dong!!"
"Ngimpi doang!!!" sahut Grizelle.
"Kalo elu, Gri?" tanya Kin dengan nada lembut.
"Bahagia. Tanpa mencari alasan."
Kin menatap Grizelle. "Impian gue adalah membuat mimpi lu jadi nyata."
"Pasti enak kalo bahagia hanya sekedar dilakukan, gausah liat situasi ataupun kondisi, dimanapun kita bahagia, melakukan apa yang kita suka. Haahhh ...." Arabelle menghembuskan nafas berat.
Semua kembali menerawang senja yang hampir berpamit. Saling mengunci pikiran masing-masing, meratapi segala kesempurnaan yang tidak membuat mereka bahagia.
🌸🌸🌸🌸🌸
Thanks for read ❤️
Thanks for vote, like and coment ❤️
__ADS_1
Have a nice day ❤️
Follow @its_erluthh on instagram ❤️