
Pesta bunga yang dilaksanakan setahun sekali dan menjadi event yang paling dinantikan semua penghuni SMA Merdeka akhirnya tiba.
Seluruh sekolah telah disulap menjadi istana yang berisikan bunga-bunga segala bentuk dan warna. Begitu juga penghuni di dalamnya, mereka telah berubah menjadi peri-peri bunga yang anggun dan menawan pada malam hari ini.
"Anak ace!"
Seluruh siswa berkumpul secara spontan setelah suara yang menjadi alarm bagi mereka untuk melihat ace datang.
Tanpa diragukan lagi, anak-anak ace datang dengan pakaian yang tidak terlalu mencolok, kepala mereka diperindah dengan bando dadi bunga, kecuali Azka. Lelaki yang memang sedikit tak waras itu malah menggunakan mahkota di kepalanya, alasannya karena raja harus menggunakan mahkota katanya.
"Bel, lu gak papa?" Kin berada di samping Arabelle, merasakan bahwa gadis itu terkadang menarik ujung bajunya hingga tak sedikit kali membuatnya terkejut.
Awalnya Kin heran, namun kemudian ia sadar ada blitz-blitz kamera di malam hari yang membuat Arabelle takut, dan merupakan trauma yang belum ia bisa hilangkan.
Akhirnya Kin menyodorkan tangannya, menawarkan kepada Arabelle untuk memegangnya dan percaya padanya bahwa semua akan baik-baik saja.
Sungguh manis. Kintan Adhlino.
๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ
Semua murid telah berkumpul di halaman tengah outdoor yang berhiaskan lampu warna-warni dan bunga-bunga palsu yang terlihat menarik pandangan.
"Ayen mana?" tanya Grizelle mengintai seluruh tempat yang terjangkau oleh matanya.
"Tadi ditarik-tarik sama kakak kelas," sahut Azka santai.
"Kenapa kalian gak bantuin?!" pekik Grizelle, khawatir bila Ayen mereka yang masih suci itu dinodai kakak kelas cewek-cewek yang ganjen.
__ADS_1
"Kita juga menyelamatkan diri!" sahut Kim dan Azka secara bersamaan.
"Biarinlah, kan pesta, biarin Ayen belajar," ungkap Kin.
"Belajar nenek moyang lu!" ujar Grizelle.
Arabelle sudah terlihat sedang mencari-cari sesorang. Kin yang menangkap Arabelle pun merasa tak senang. Ia tahu siapa yang sedang dicari Arabelle dengan raut muka sumringah itu.
"Ikut gue!"
Kin menarik tangan Arabelle dan terpaksa Arabelle mengikut tanpa komentar. Mereka berdua berjalan sambil menghirup udara segar dibawah lampu-lampu yang ikut serta menerangi bumi bersama bintang. .
"Kita mau kemana sih, Kin?" Arabelle mulau protes, tapi tak ditanggapi oleh Kin. Lelaki itu masih asik berjalan dengan menggenggam erat tangan Arabelle.
"Kin! Mau lo apaan sih, Kin?!"
Deg!
Sangat mudah bagi Kin mengatakan hal yang hampir membuat jantung Arabelle meloncat keluar, tapi lama-kelamaan Arabelle mulai merasa nyaman berbagi kehangatan dengan laki-laki itu.
Langkah mereka semakin jauh dari lokasi acara, lampu-lampu dan bunga sudah tidak lagi menghias tempat mereka sekarang.
"Kin balik yuk, ah! Serem~~"
.
"Kan ada gue, Bel."
__ADS_1
Tatapan mata Kin itu sungguh tak Arabelle percaya bis membuat dunia di sekelilingnya senyap sepi tak ada suara. Hening. Hanya suara detak jantungnya yang ia dengar saat ini
Semesta punya cerita untuk mereka.
๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ
Mari kita lihat visual anak-anak ace yang membuat olahraga jantung โค๏ธ
Si Raja Azkaffa Roufur Rahim mah gak bisa ditandingin visualnya, bikin mati ditempat.
Palagi si Kin yang titisan dewa ini, jatuh dari surga dia mah.
Ayen! Terlebih dari apapun, Ayen tetep namber wanโค๏ธ
Sang Ratu es ini bisa senyum juga ternyata, ya karena si moodmaker Azka.
Arabelle. Lagi jatuh cinta ya, Bel? Kata orang kalo kita lagi jatuh cinta itu otomatis kita bakal nambah cantik, Bel, hehe.
__ADS_1
Jadi gitu ya manteman para readersnim yang aku sayangi, thanks udah ikutin cerita ini, walopun author agak gila up nya gak teratur, tapi bakal diusahain deh lebih rajin update hehe โค๏ธ