
Jam sudah menunjukkan pukul 16.00 WIB, sudah waktunya bel pulang sekolah berbunyi. Semua siswa sudah bersiap dengan menggendong tas mereka masing - masing menunggu bel berdenting di dalam aula lantai 3 karena hari ini hari pertama Masa Orientasi dan akan dilaksanakan hingga tiga hari kedepan.
Akhirnya bel yang ditunggu berbunyi, anak - anak berpamit kemudian berhamburan keluar gedung. Begitu juga anak - anak kelas A, mereka menuruni anak tangga karena lift sangat penuh, kemudian berjalan keluar menuju gerbang tinggi berwarna putih milik SMA Merdeka.
"Gri, ke mall bentar yuk! Gue pen bat masuk mall sumpah!" ajak Arabelle.
"Lu kaga pernah masuk mall, Bel?" tanya Kin.
"Emang lu pernah?!" tanya Arabelle nyolot.
"Kaga juga sih, liat di tv doang palingan mah."
Azka menghela nafas. "Miris banget ya kita, 17 tahun terbuang sia - sia wajah ganteng gue sampe kaga dikenal sama dunia yang sesungguhnya, cuman taunya dari buku - buku syalan doang."
"Kin, temenlu kesambet apatu?" tanya Arabelle heran dengan perubahan sikap Azka yang tiba - tiba jadi sok puitis.
"Gila dia mah ngurusin 4 pacarnya!" sahut Grizelle kesal menimpali.
"Udah 4, Bang? Widiii keren, Bang!" Ayen mengacungkan jempolnya kearah Azka.
"Makanya lu baek - baek ama gue, nanti gue ajarin lu, Yen."
"Mampus lu sama gue ngajarin Ayen yang ga bener!"
Seketika bibir Azka terkunci rapat begitu saja karena kalimat Grizelle.
"Udah deh kalian kek mail sama cikgu besar aja tengkar mulu tiap hari heran gua," sahut Arabelle kesal.
"Yang bener mei-mei, Kak Bel," kata Ayen membenarkan.
"Masa sih? Ah tau ah! Jadi mau kaga ni?"
"Gak! Gue mau belajar," sahut Grizelle singkat dan menyakitkan.
"Astaga, Gri! Lu itu manusia planet mana sih?!" kata Arabelle kesal.
"Kan uda gue bilang kaga ada untungnya ngomong sama nini lampir ini," kata Kin pelan sepelan mungkin agar tidak terdengar. Tapi sayangnya Grizelle mendengar dan langsung menyorot mata Kin. "Kaga, kaga, becanda doang, Gri," sambungnya.
Kin dan Azka saling berpandangan beberapa saat, saling memberi kode dengan mata mereka. "Kin! Mari mati bersama dan ketemu di surga setelah ini!!"
"Mamah!!" pekik Grizelle terkejut ketika tangannya diangkat oleh Azka dan Kin.
Kedua laki - laki itu mengalungkan lengan Grizelle di lehernya hingga Grizelle terangkat dari tanah, dibawa lari kemudian dimasukkan secara paksa kedalam taksi yang kebetulan sedang berada di tepi jalan.
Arabelle ikut masuk ke dalam taksi. Grizelle kesal tak kira, ingin ia mencabuti organ - organ kedua laki - laki itu.
"Bukan gue yang nyuruh loh, Gri," kata Arabelle tak merasa bersalah dan mengalihkan pandangannya dari Grizelle yang sedang berubah menjadi setan.
"Awas aja tu bocah bedua, gua cabut ginjalnya. Ahh sakit keteak gua."
Send a message to Kin :
"Tiati lu bedua, Grizelle mau cabut ginjal lu pada."
Send message succes.
__ADS_1
Sampailah kini mereka di parkir depan sebuah mall. Dua gadis yang masih berseragam sekolah lengkap itu berdiri menunggu yang lainnya datang.
"Nah tu mereka pada." Arabelle dengan antusias melambaikan tangan pada tiga anak laki - laki yang baru turun dari taksi.
Ketiganya mendekat Saling mengalihkan pandang tak berani menatap Grizelle, kecuali Ayen, ia mendekati Grizelle.
"Kak Gri, maapin Abang - Abang ya? Mereka emang keterlaluan sih," kata Ayen dengan gemas. "Tapi udah Ayen bilangin mereka kok."
Melihat Ayen yang bertingkah gemas disampingnya, bagaimana hati Grizelle tak luluh karena keimutan bocah satu itu. Tentu saja ia langsung tersenyum sambil menepuk punggung Ayen.
"Ayen tiati sama mereka ya? Jan sampe ketularan," kata Grizelle.
"Lu sogok Ayen pake apa?" bisik Arabelle kepada Azka yang ada disampingnya.
"Produk kain Bapa gua," sahut Azka berbisik, dan dibalas acungan jempol oleh Arabelle.
Kelima siluet mewah nan sempurna itu berjalan sekedar berkeliling melakukan perkenalan dengan salah satu tempat asing bagi mereka.
Grizelle yang pada awalnya kusut seperti cucian mingguan, malah sekarang ia yang paling bersemangat. Karena sejatinya gadis itu suka mempelajari hal - hal baru.
"Gri, awas ilang lu dimari, nanti Abang ganteng ini yang susah!" teriak Azka pada Grizelle yang sibuk ke kanan dan ke kiri melihat semua barang dengan semangat.
"Ka! Lu sini deh!" panggil Grizelle kepada Azka, musuh bebuyutannya.
Tidak hanya Azka, melainkan keempatnya otomatis datang kepada Grizelle.
"Cocok bat!" pekik Grizelle bangga. Ia menempelkan dress wanita berwarna hitam seksi serta pendek diatas lutut kepada tubuh Azka yang lebar.
Azka pasrah dengah tubuhnya yang dipasangi baju wanita oleh Grizelle sambil memutar bola matanya. "Untung lu Grizelle, kalo Arabelle udah pindah ke dengkul idung lu," katanya.
"Kin-Kintan Adhlino, temen lu ngapa tu?" tanya Grizelle heran. "Gue tau dia gila, tapi ... dia banci juga?"
"Otak lu yang geser, Gri. Kaya kaga tau Azka aja lu, manusia bucin mah dia," sahut Kin.
"Bucin?" Grizelle mengerutkan keningnya karena baru pertama kali mendengar kalimat itu.
"Budak cinta!!" jawab ketiga temannya dengan kompak.
"Lagian yang dibaca buku sejarah mulu," ejek Kin.
Setelah kembali dari kasir, Azka dan lainnya kembali mengelilingi mall dengan tas belanja dimasing - masing tangan mereka. Mata mereka takjub akan segala hal yang tertangkap di kornea mata mereka.
Saat mereka tengah asik mengobrol sambil berkeliling, segerombolan anak - anak yang kelihatannya masih SMP datang menghampiri mereka.
Kelimanya menghentikan langkah menatap anak - anak SMP yanga ada di depan mereka.
"Kalian ace SMA Merdeka, kan?" tanya salah satu dari mereka.
"Itu Kak Ayen, itu Kak Ayen ganteng lucu lagi," bisik lainnya.
Grizelle maju satu langkah menatap anak - anak yang lebih pendek darinya satu persatu.
"Kalian - kalian ini masih kelas berapa?" tanya Grizelle dengan suara ramah.
"Eh dia si ranking 2 bukan sih?" bisik lainnya yang terdengar seperti bukan bisikan.
__ADS_1
Telinga Grizelle tentu saja tak terima mendengar kalimat itu.
"Mampus lu pada," batin Azka, Kin, Ayen dan Arabelle.
"Iya gua ranking 2!!! Kenapa!!! Masalah buat lu pada?!!! Hah??!!!" pekiknya kepada anak - anak itu. Azka dan Kin dengan cepat menarik tubuh Grizelle. "Kalian emangnya pada ranking berapa??!!" pekikan Grizelle sukses menjadikan mereka pusat perhatian.
"Gri! Gri! Gila lu!" kata Arabelle berbisik sambil menutup wajah karena malu. "Angkatt!!" perintah Arabelle kepada Azka.
Azka mengangkat gadis itu ke pundaknya.
"Lepasin gue! Heee kalian jan harap bisa deketin Ayen!! Langkahi dulu mayat gua! Belajar aje yang bener lu lu pada biar dapet ranking 2!!!!" pekik Grizelle kesal.
"Apaan sih nini lampir itu, menang cantik doang bangga. Awas aja kalo gue masuk ke SMA Merdeka bakal gue rebut Kak Azka, Kak Kin dan Kak Ayen," kata salah satu murid kesal.
"Ka!!! Turuninn gua!!!"
Azka menurunkan Grizelle. "Adoooo kuping gua bocor ni bocor kudu pake nodrop ni gua," katanya sambil mengorek telinganya.
Grizelle tak peduli dengan Azka, ia sibuk menenangkan dirinya dengan menarik nafas berkali - kali.
"Hee nini lampir lu buang dah emosian lu yakk! Malu gua bangkaiiii," keluh Kin.
"Tapi lucu lohh," kikik Arabelle. "Kesannya kek gimana gitu diliatin orang - orang."
"Lucu iya tu muka lu lucu bat pen gua jual ke raditya dika biar dijadiin bahan stand up comedy," sahut Kin kesal.
"Gue kek lihat seseorang deh tadi," tambah Ayen.
Teman - temannya menunggu kelanjutan kalimat Ayen.
"Tapi lupa siapa dan ketemu dimana sebelumnya," katanya.
"Lama - lama lu gue jual juga nanti, Yen," sahut Azka kesal.
Grizelle menarik tangan Azka yang ada di sampingnya. "Buru pulang yukk!" katanya.
Azka heran dengan Grizelle, mata gadis itu menelusuri setiap sudut tempat itu seperti tengah mencari seseorang. Serta ia merasakan tangan Grizelle gemetar memegang tangannya.
"Hayuuu!! pulangg!!" katanya lagi seperti ketakutan.
Tingkah Grizelle berubah setelah ia membuka pesan di hapenya.
Tapi siapa? Mata - mata?
🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼
Hayooolohhh pasti kesel yaa 😂
Maapkeun Author jika cerita ini ogep dan ga nyambung yaa... maklum penulis abal - abal hwehwehwe
Jan lupa tinggalkan komentar, like dan votenya, jangan lupa juga ajak sodara, tetangga temen dan siapapun untuk singgah ke karya aku yaaa, nanti kalo udah mencapai banyak pembaca, aku mau adain give away buat pembaca setia aku 🥰🥰🥰
Follow : @its_erluthh
Makasihhhh ❤️❤️
__ADS_1