
"Gue takut, kalian bakal ninggalin gue ..."
Kalimat yang diungkap oleh Arabelle sukses membuat teman-temannya menghela napas.
"Bel ... lu liat sekarang? Apa kita ninggalin elo?" kata Azka dengan suara lembut.
Arabelle menahan tangisnya. "Gue takut ..." rintihnya. "Gue takut kalo harus ditinggalin sendirian lagi."
Kin yang ada disamping Arabelle memeluk gadis itu kuat-kuat. Ia juga merasakan sakit karena ia melihat dirinya didalam diri Arabelle.
Sedang Arabelle, ia membiarkan dirinya beristirahat di pelukan Kin yang seperti obat.
"Nangis aja, selama ada gue disamping lo, lo boleh nangis sepuasnya. Tapi kalo nggak ada gue, lu harus jadi cewek baja," bisik Kin lembut.
"Ka ..." panggil Grizelle. Azka menoleh dengan tatapan lembut. "Ikut gue bentar." Azka menurut dan mengikuti Grizelle yang seperti akan pergi ke kamarnya.
Dan benar saja, Grizelle menekan kata sandi pintu ruangannya dan mempersilahkan Azka masuk ke dalam. "Duduk!" perintah Grizelle.
Azka duduk dengan manis di sofa biru milik Grizelle, di dalam hatinya menjerit ketakutan, sudah pasti Grizelle akan memarahinya karena kejadian ini disebabkan olehnya.
Grizelle datang tanpa disadari oleh Azka yang sudah terlarut dengan buku Grizelle yang ia ambil dari rak buku.
Saat Grizelle hendak mengoleskan alkohol pada wajah Azka, laki-laki itu menangkis tangan Grizelle dengan otomatis seperti melakukan pertahanan pada sesuatu yang berbahaya hingga kapas dan alkohol yang ada di tangan Grizelle tumpah ke lantai.
"Eh? Ma-Maaf, Gri, gue--"
Grizelle tersenyum, membuat Azka mengerutkan kening heran.
"Gue tau, semua orang punya luka masing-masing," kata Grizelle sambil menyeka alkohol yang tumpah di lantai dan menyelamatkan sisanya di botol.
"Loh?" kata Azka heran. "Gak lagi kerasukan nih?" ejeknya pada Grizelle.
Grizelle dengan lembut menyentuh dagu Azka kemudian membersihkan darah yang sudah kering pada luka Azka, tak sedikit juga laki-laki itu meringis menahan rasa perih.
Jarak wajah Grizelle dan Azka sangat dekat, hingga mereka saling merasakan hembusan napas masing-masing.
"Gri," panggil Azka.
"Hm?" sahut Grizelle tanpa mengehentikan kegiatannya.
Setelah panggilan itu Azka tak bersuara dan malah menikmati hal itu, kemudian Grizelle menyadari jarak yang sangat dekat membuat hasrat jantan Azka bergejolak.
__ADS_1
"Ohh sorry." Grizelle menjauhkan dirinya kemudian, tetapi Azka menarik tangan Grizelle hingga Grizelle jatuh ke dalam dada bidang Azka.
"Memulai, harus mengakhiri. Gak inget kata-kata Bu Airin? Ini belum kelar," tunjuk Azka pada lukanya yang belum sempurna ditangani.
Grizelle berdekham sebelum kembali mengoleskan obat pada luka diwajah Azka.
"Gue gatau kalo ternyata lu punya sisi keren," kata Grizelle dengan nada dingin.
Azka menatap mata Grizelle yang sangat dekat. "Gue bakal lebih keren lagi. Lu siap-siap jatuh cinta sama gue, Gri."
"Baiklah," sahut Grizelle acuh. "Udah selesai."
Saat Grizelle hendak menjauh sekali lagi Azka menarik tangan Grizelle.
"Apa??" tanya Grizelle.
"Pengen aja liat muka lo," sahut Azka dengan nada lembut.
Namun,
"Aw!" pekik Azka. Grizelle menyentil perban do dahi Azka karena kesal.
"Kagak kenal batasan sih becandanya."
Mereka berdua kembali ke ruangan milik Azka.
"Gak ilang gantengnya kok, Bang," jata Ayen ceria setelah melihat Azka cemberut dengan banyak perban di wajahnya.
"Permanen mah ketampanan Bang Azkamu ini," sahut Azka penuh percaya diri.
"Oh ya, Gri, kan lu tadi pagi yang beresin barang gue, kok lu bisa tau kalo gue selalu bawa alat bantu oksigen kemana-mana?" tanya Arabelle.
"Mampuss!" batin Grizelle.
Grizelle tampak kebingungan dengan pertanyaan Arabelle.
"Pake punya gue," sahut Kin dengan nada ditekan.
"Lu juga bawa yang begituan?"
"Kan gue anak dokter, jadi jelas dong gue punya," kata Kin. Akhirnya Grizelle bisa bernafas lega karena Arabelle mengangguk percaya.
__ADS_1
"Ehh tapi Kak Bel, Kak Bel trauma sama orang banyak dan blitz kamera, trus tiap hari disekolah? Kan sering di potret sama anak-anak," kata Ayen.
"Itumah beda, mereka emang foto-foto tapi gak pake blits, kan?"
"Oh iyaya, trus pas pemotretan? Kan ada blitz?"
"Itukan cuman satu," sahut Arabelle lagi. "Tapi gue gatau juga sih, mungkin karena suasana hati juga."
Ayen dan yang lain mengangguk-angguk mengerti.
"Makasih ya, gue bersyukur itu kalian," kata Arabelle dengan tulus.
🌺🌸🌺🌸🌺🌸🌺🌸🌺🌸🌺🌸🌺🌸🌺
Bonus foto-foto masa kecil cowo-cowo ace yang dikirim Bu Airin ke cewe-cewe ace
Kalian tebak yahh~~
Pict 1.
Pasti taukan yang imut ini siapa??
Pict 2.
Ini orang dari bocah udah seksi aja mukanya sialann 😂
Pict 3.i
Satu lagi nih, versi imutnya
Pict 4.
Kalo ini udah jelas banget kan yahh :)
__ADS_1
Okeee manteman segini aja dulu, maap yahh ini terlambat banget karena buku aku ketinggalan di kost dan sekarang aku di rumah jadii aku harus menulis ulang lagi hwehwe :(
Tapi udahh fiks dehh dan tengkyu for your vote, komen and like, jangan lupa share juga yukkk ❤️❤️