Our It'S A (Pindah)

Our It'S A (Pindah)
Cara memperlakukan anak Ace


__ADS_3

Di jam istirahat anak-anak ace berkumpul di ruangan mereka di lantai 3 tanpa Arabelle hari ini. Kemarin malam Bu Airin datang membawa Arabelle ke rumahnya supaya Arabelle berisitirahat dengan baik untuk sementara waktu.


"Oh ya, Ayen luka lu diobatin Kin?" tanya Grizelle.


"Iya ,Kak Gri," sahut Ayen polos.


"Trus lu, Kin? Luka lu udah diobatin?" tanya Grizelle mengalihkan pandangan kearah Kin.


"Dia mah anak dokter, kebal!" celetuk Azka. Kin yang sibuk dengan game di ponselnya sama sekali tak merespon pembicaraan mereka dan memilih untuk tetap tenang di tempatnya.


Grizelle bangun dari tempat duduknya, kemudian menuju ke pintu untuk keluar.


"Mo kemana lu?" tanya Azka.


"Mo ketemu pacar ketiga lu!"


Punggung Grizelle berlalu ditelan oleh daun pintu.


"Kin lu sedih gada Arabelle?" goda Azka kepada Kin yang moodnya kelihatan buruk hari ini. Namun, tetap saja Kin tidak mempedulikan Azka yang bertingkah untuk mengganggunya.


*Kemarin ..


Saat Kin ingin meminta obat dan plester luka, tepat saat ia berada di ambang pintu kamar Grizelle, ia melihat sesuatu hal yang membuat jantungnya berdetak tak normal. Rasa tidak suka melihat Grizelle dan Azka yang berjarak sangat dekat satu sama lain.


----


"Ka ..." panggil Kin yang membuat Azka menoleh. "Gue gasuka kisah cinta segitiga," kata Kin tanpa menatap lawan bicaranya, tapi nadanya terdengar serius.


"Terus? Gak nanyak juga gue tuh!"


"Apalagi orangnya elu, temen yang gue hargai," sambungnya, dan kini menatap Azka dengan tatapan tenang.


"Apasih, Kin! Geli gua," sahut Azka.

__ADS_1


"Gue mau jadu malaikat penjaga aja."


"Yen! Keknya kepala ni bocah kebentur kamera wartawan deh!"


"Gue mau buat cerita hidup gue itu happy, soalnya selama ini udah sad banget," sambung Kin.


"Kiiiiiiin!!!" Azka memeluk Kin. "Lu gak papa, kan?" Ia tak paham dengan apa yang Kin sampaikan dan hanya menggoda Kin dengan mengelus-elus rambut hitam Kin.


Sedang Ayen hanya tertawa melihat kelakuan dua orang yang lebih tua darinya itu.


๐ŸŒบ๐ŸŒธ๐ŸŒบ๐ŸŒธ๐ŸŒบ๐ŸŒธ๐ŸŒบ๐ŸŒธ๐ŸŒบ๐ŸŒธ๐ŸŒบ๐ŸŒธ๐ŸŒบ๐ŸŒธ๐ŸŒบ๐ŸŒธ


Grizelle berjalan mengitari lorong mencari Siska, pacar ketiga Azka yang sedang tidak ada di kelas.


Terpaksa ia harus mencari wanita itu di setiap sudut sekolah.


Dalam perjalanannya ia selalu menebarkan senyum ramah kepada setiap mata yang memandang dirinya, bukti bahwa ia orang yang memang patut untuk dikagumi.


"Sialan emang si Azka, gue mana tau muka pacar dia," umpat Grizelle pelan.


"Hee, Ka!" jata Grizelle saat Azka menjawab panggilan telponnya. "Siska itu yang mana? ciri-cirinya kek apa?" tanya Grizelle serius.


"Pokoknya cantik."


"Sialan lu! Salah orang gue, ngapain juga gue nanyak sama orang sinting kek lu," sesal Grizelle.


Grizelle menutup panggilan dengan segera. Ia kembali memindai sekitar, kemudian terlintas dipikirannya.


"Gunakan kepopuleran," katanya pelan.


Kemudian Grizelle mendekati salah satu siswa yang memang memandanginya sejak tadi. Ia tersenyum kepada gadis yang tak percaya bahwa seorang Grizelle mendekatinya bahkan berbicara kepadanya.


"Haii, boleh minta tolong gak?" kata Grizelle ramah.

__ADS_1


"I-Iya, Gri, minta tolong apa?" kata siswa itu gugup.


"Eeee, aku ada urusan sama Siska anak X-C, tapi aku gatau orangnya yang mana, boleh gak kalo semisal kamu ketemu sama Siska, kamu kasih tau aku nyariin dia?"


Gadis yang berseragam sama itu mengangguk cepat. Grizelle percaya bagaimana hebatnya kekuatan populer. Ia yakin sebentar lagi satu sekolah akan tau bahwa ia mencari Siska.


Dan benar sekali, tak sampaj sepuluh menit seseorang datang mencarinya di Perpustakaan.


Benar kata Azka dia seorang wanita cantik.


"Kamu Siska?" Grizelle meletakkan buku yang ia baca kemudian menyodorkan tangan untuk bersalaman, tapi tak dibalas oleh Siska.


"Nih!" kata Siska jutek. Grizelle menerima bukunya dengan sopan. "Gue pacarnya Azka," kata Siska tiba-tiba.


"Ya, aku tahu," sahut Grizelle tak mengerti tujuan dari perkataan Siska.


"Jadi gue minta sama lo, jauhin Azka!"


Grizelle tertawa sedikit tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. "Maaf ya, bukannya gimana, tapi gue gak merasa ngedeketin Azka tuh!" kata Grizelle sedikit kesal. Namun, ia tersenyum setelahnya sambil mencekoki lembaran uang merah ke tangan Siska.


"Gue gasuka punya hutang," kata Grizelle sebelum berlalu.


"Oh ya satu lagi," kata Grizelle. "Seharusnya lo tau posisi lo, dan gimana cara memperlakukan anak ace," kata Grizelle dengan nada tajam.


Siska meremas uang yang ada di tangannya. Ia kesal tak kira sambil memandang tajam punggung Grizelle yang semakin jauh.


๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ


Horayy~~~


Udah tembus 500 views dongโค๏ธโค๏ธ๐ŸŒผ


Makasih buat para readers setia yang aku sayangi, jangan lupa tinggalkan jejak kalian untuk mengapresiasi karya author yaa โค๏ธโค๏ธ

__ADS_1


I love you, saranghae, wo ai ni โค๏ธ


__ADS_2