
"Bagus ya, Nak. Cari perhatian dengan cara yang salah. Inget kamu itu anak siapa."
Sesampainya di asrama, Grizelle langsung menengguk segelas air dan membanting tubuhnya keatas kasur. Otaknya masih membayangkan isi pesan yang Papahnya kirim padanya.
Ia sudah bebas, sudah keluar dari istana bak penjara baginya itu, tapi kenapa ia masih merasa terikat. Tak terasa air matanya jatuh membasahi pipinya.
"Malang bat nasib lu, Gri," katanya prihatin pada diri sendiri sambil mengusap air matanya dengan kasar.
'Tok Tok Tok'
Grizelle berjalan menuju pintu dengan malas. "Paan?" tanyanya kasar kepada Azka.
"Lu gak papa?" tanya Azka. Pertanyaan itu otomatis saja keluar tanpa ia rencanakan sebelumnya.
Grizelle berpura - pura terlihat baik - baik saja. "Gue? Gak salah orang lu nanyak kek gitu? Yakali princess kek gue nangis," sahutnya.
"Berarti tadi lu nangis, Gri?" batin Azka.
"Sukur deh, padahal gue ga kepo lu nangis apa kagak. Kuylah ke kamar Ayen. Jan belajar mulu deh, dibilangin lu udah menang juga. Menangis hati gueeee..." godanya.
Azka menarik pergelangan tangan Grizelle dan menutup pintu Grizelle. Grizelle pasrah saja karena hatinya memang sedang sepi saat ini. Setidaknya 'mereka' dibutuhkan saat ini.
Azka membuka pintu kamar Ayen yang merupakan basecamp mereka.
"Loh? Gri? Lu kaga belajar?" Kin menutup mulutnya terkejut dengan pemandangan yang ada di depannya.
"Yaudah gue belajar ajah!" kata Grizelle membalik badan untuk pergi namun terhalang oleh tubuh Azka.
"Lu aja sono belajar!!" bentak Azka sambil menahan tangan Grizelle.
Kin menggaruk kepala Arabelle yang tidak gatal sama sekali. "Biasanya kan lu belajar, aneh aja."
"Ngapain lu garuk pala gue?! Kan lu udah punya sendiri!" Arabelle menggaruk dengan kasar kepala Kin untuk balas dendam.
"Oh iya lupa, hehe."
"Seksi - seksi oon juga lu," kata Azka.
Grizelle menatap Kin yang bersandar di sofa tanpa pakaian atasan, ia membuka cardigan yang ia gunakan kemudian melemparkannya kearah Kin.
Kin bingung menatap badannya yang seksi tertutup oleh cardigan Grizelle.
"Tutup. Masuk angin tau rasa lu!" kata Grizelle mengalihkan pandangan kearah lain.
"No No No." Kin melemparkan kembali cardigan itu kepada pemiliknya. "Gue sengaja mau pamer keseksian gue." katanya lebih percaya diri daripada Azka biasanya.
"Gri! Lu jangan - jangan ..." Kin menutup mulut berdrama. "Lu ... napsu sama gu--"
"Enek tau gak." sahut Grizelle datar dan singkat.
"Dimana lagi ada abs kotak - kota kek gini," protes Kin pelan.
__ADS_1
Teman - temannya mengulum senyum diam - diam. Tetapi mereka tidak tau di dalam sana, Jantung Grizelle sedang menggila dan tidak normal, bahkan ia sendiri benci pada dirinya yang kagum pada hal sepele dan sudah sering ia lihat dibuku pelajaran anatomi manusia.
"Oh ya ngomong - ngomong, kok lu bisa tau lagu yang lu nyanyiin di stage, Gri? katanya kaga pernah denger musik," tanya Arabelle yang memang penasaran pada fakta bahwa bukan hanya dirinya yang tahu lagu itu melainkan kelima dari mereka, mereka semua tahu.
"Oh itu," Grizelle duduk disamping Azka karena memang tempat itu yang tersisa dari semua sofa. Azka secara acuh menaruh bantal di pangkuan Grizelle karena rok seragam gadis itu sangat pendek.
"Lagu itu lagu yang punya makna besar bagi gue, kalian mungkin juga sama kek gue, kan? Terkurung di castle mewah selama berapa lama dan mungkin aja kalian pen banget keluar dari sana, kan? Tapi gak mampu. Awalnya gue pikir itu mustahil untuk keluar dan sia - sia buat nyoba, sampai dia datang dengan sebuah lagu yang memberi gue secuil harapan, dan sekarang ... gue ada disini semua berkat dia," jelasnya dengan mendapat perhatian penuh dari teman - temannya.
"Cerita Ayen juga persis kek Kak Gri," sahut Ayen.
"Gue juga sama persis," sahut Arabelle juga.
"Gue juga," sambung Kin juga.
"Ternyata di dunia ini bukan cuman gue," batin Azka.
"Kalo lu, Bang?" tanya Ayen menatap Azka yang belum mengeluarkan suara.
"Hm? Ohh kalo gue mah diajarin sama gadis yang sedikiiiiit lebih gue suka daripada Grizelle, sedikiiiittt doang, Gri, paling sekecil kutilnya Kin," katanya sambil tersenyum melayang membayangkan sosok itu.
Semua mengerucutkan bibir kesal.
"Azka mah beda," kata Arabelle. "Manusia kek lu rasanya gak mungkin gak bisa keluar deh, Ka, lu juga, Kin."
"Rugi aja gue keluar. Kesian kekayaan bapa gua sia - sia kalo gak ada gua," sahut Azka.
"Iya juga sih lu pewaris tunggal, Ka. Saran gue nih ye lu harus baek - baek dah ama bapa lu, mau lu sekolah sekedar jual tampang doang bakal tetep kaya lu," saran Arabelle.
Azka mengangguk - angguk mengerti, kemudian menatap Grizelle. "Lu kaga usah belajar rajin - rajin dah, percaya sama Abang ini, Gri, bakal ditanggung biaya hidup lu seumur hidup sama Abang ganteng ini."
"Gue kaga semudah beli rinso ya!"
"Kebetulan juga gue anti beli rinso, gue sukanya Attack kekuatan seribu tangannn!!" godanya kepada gadis yang berada di sampingnya.
"Kalo dipikir - pikir lagi kite pada kan udah deket, tapi belom tau pada sama latar belakang masing - masing, kan?" kata Ayen.
Senyum di bibir para penggemar Ayen otomatis mengembang ketika mendengar Ayen mengeluarkan suara bahkan jika hanya satu kata.
"Kalo bocah lucu ini asalnya darimana sih?"
"Iiii Bang Kin! Ngeri deh!"
"Yen, Bapa lu pasti hakim, kan? Mak lu jaksa?"
Ayen yang polos itu bertepuk tangan tak percaya atas tebakan Azka yang seratus persen sangat benar. "Tau dari mana, Bang?" tanya Ayen kepo.
"Noh!!" jawab Azka sambil menunjuk sebuah foto di dinding kamar Ayen dengan dagunya.
Terpampang disana foto seorang anak laki - laki yang sepertinya Ayen serta pasangan Hakim dan Jaksa tengah tersenyum dengan jubah keadilan mereka.
"Woahh!!"
__ADS_1
Semua mata yang memandang gambar yang tampak elegan itu kagum, Ayen yang masih berumur sekitar sepuluh tahunan juga sangat bahagia terlihat.
"Hoax mah itu," kata Ayen dengan senyum yang menampilkan lubang di kedua pipinya. "Jangan percaya, gambar itu hoax, gak seperti yang kalian bayangkan," katanya.
Entah kenapa senyum Ayen terlihat sangat menyedihkan.
"Ayen!!" Arabelle yang berada di samping Kin menerobos tubuh Kin dengan kasar dan memeluk Ayen dengan lembut.
"Kita semua paham rasanya, karena kita memang berasal dari situasi yang sama," kata Arabelle.
"Iya, Yen. Jangan anggep lu sendirian, mungkin tujuan tuhan buat semua itu adalah untuk saat ini. Kita ada disini, buat lu, Arion." Grizelle menatap semua yang ia anggap teman itu bergantian, saling memberi kekuatan lewat tatapan mata.
"Gri! Jangan nangis," kata Azka sengaja membuat wajahnya yang tampan menjadi terlihat lucu, untuk menutupi kesedihan yang tergambar pada situasi ini. Itulah mungkin salah satu tujuannya diciptakan.
"Apa sih lu!" Grizelle menampis tangan Azka yang memeluknya.
Otomatis tawa kembali muncul akibat lelucon payah Azka.
"Ka, sekarang saatnya," kata Kin disela - sela tawa.
"Apa?"
"Tembak Grizelle," sahutnya santai.
"Wahh pen mati beneran lu, Kin?" kata Azka. "Lu mati sendiri aja kaga usah ngajak gua, kasian kain bapa gue banyak yang belom disetrika noh," tambahnya.
Grizelle yang hampir terbiasa dengan itu hanya memutar bola matanya acuh.
"Oh ya, kalian bilang, sejak kalian jenjang TK sampe jenjang SMP, kalian dibimbing satu guru, kan?" tanya Grizelle dan semua mengangguk. "Gimana kalo kita undang? Masing - masing guru kita?"
Semua saling menukar pandang.
"Boleh juga tuh," sahut Azka.
"Iya kebetulan gue kangen sama dia, karena nyanyi lagu yang tadi," sahut Arabelle juga setuju.
"Besok?" tanya Kin. Grizelle mengangguk dan mereka semua setuju dengan rencana itu. "Di basecamp ini?" tanya Kin, sekali lagi semua mengangguk dan pemilik kamar yang disebut basecamp itu pun tak keberatan akan hal itu.
🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼
Haii readerssss ~~~
Long time no see 🥰🥰
Makasih buat 100 views 🤧🤧
Ga nyangka udah segono aja, makasih atas dukungannya, walopun masih ada yang silent reader tapi udah cukup buat aku bahagia dengan keberadaan kalian ☺️☺️
Kedepannya author harap, kalian bisa memberi semangat untuk terus berkarya kepada author lewat vote, like komennya dan jan lupa sharenya ☺️☺️ karena satu hal yang bagi kalian sepele itu merupaka hal yang luar biasa bagi author 🥰🥰
Sekali lagi makasihhh ❤️❤️
__ADS_1
Jan lupa banyak minum air karena cuaca lagi buruk ❤️❤️
Follow : @its_erluthh