
Kata bahaya yang menjadi alasan mereka berlari sejauh 5 km.
-------
Grizelle tak melepaskan tangannya dari lengan Arabelle, mereka berdua mengelilingi supermarket dengan keranjang belanja.
"Lu yakin gak mau kasih tau mereka?"
Arabelle mengacuhkan kalimat pertanyaan Grizelle.
"Bel!"
"Nanti, pasti gue kasih tau," sahut Arabelle.
Mereka selesai membayar belanjaan mereka dan sekarang mereka menuju pintu keluar supermarket dengan kantong belanja.
"Ohh itu dia!!!"
Arabelle terkejut dengan kerumunan orang-orang yang membawa kamera menyambut mereka di depan pintu supermarket.
Grizelle mengerti siatuasi ini, yang ia tidak mengerti adalah mengapa Arabelle mencengkram tangannya dengan sangat keras, ia menatap tangannya yang diremas oleh Arabelle serta meringis kesakitan karenanya.
"Arabelle Chalondra! Apa kamu tau siapa selingkuhan papahmu?"
"Dimana papahmu sekarang?"
"Mamahmu dimana??"
"Apa tanggapan kamu dengan berita ini??"
Para wartawan terus mendesak-desak tubuh Grizelle serta Arabelle yang bersembunyi di belakang Grizelle.
"Awww!! sakit!!" pekik Grizelle ketika rambut panjangnya tak sengaja ditarik oleh wartawan lain. "Minggir!!!" teriaknya, tapi sayang suaranya kalah dengan suara wartawan yang lebih dari 10 orang. Blitz-blitz kamera sangat menyakiti matanya, hingga senantiasa ia menutup matanya.
"Ahh!!"
__ADS_1
Pada akhirnya mereka berdua terguling di lantai. Grizelle mengecek Arabelle dan sungguh ia terkejut melihat Arabelle.
Arabelle meremas leher dengan tangan kanan dan menepuk-nepuk dadanya dengan tangan kiri.
"Bel?!" kata Grizelle panik menghentikan tangan Arabelle.
"Sembunyiin gue!"
"Hah??!"
"Arghhh!" Arabelle menarik tubuh Grizelle dan bersembunyi di belakangnya. "Bawa gue pergi.."
Tangan Grizelle bergetar, ia khawatir pada Arabelle dan ... bagaimana cara ia menembus orang-orang yang terus mendesak badannya hingga tulangnya terasa remuk.
"Bu Airin," rintih Grizelle ketakutan sambil menutup matanya.
"Arabelle!! Grizelle!!"
Grizelle mendongak setelah namanya terpanggil. "Azka!!" pekiknya sambil menangis menahan rasa sakit di badannya akibat ulah wartawan yang tidak sekali dua kali jatuh di tubuhnya dan terkadang tak sengaja menendangnya.
Jaket hitam menutupi wajah Arabelle, kemudian gadis itu diangkat.
Kemudian Ayen yang datangjuga dari geronbolan wartawan.
"Ayo, Kak!" Ayen membangunkan tubuh Grizelle dan menggandengnya. Sedang Azka, dengan tubuhnya ua menerobos belasan para wartawan dan memberikan jalan bagi Kin yang memapah Arabelle, serta Ayen dan Grizelle, teman-temannya.
Mereka berhasil keluar dari kerumunan para wartawan, walauoun mereka dikejar, tapi mereka berhasil selamat masuk ke dalam asrama.
"Di kamar gue aja!" perintah Azka karena memang kamarnya yang berada oaling dekat dengan lift. Kin yang berlari masuk ke dalam asrama dengan Arabelle di gendongannya.
"Taruh sini!"
Kin menidurkan Arabelle di kasur batman milik Azka. Kin membuka jaket yang menutupi Arabelle dan ternyata Arabelle masih melakukan hal yang ia lakukan sejak tadi.
"Bel!!" Tangis Grizelle sambil menahan tangan Arabelle.
__ADS_1
"Ini kelumpuhan akibat trauma. Oksigen, Ka! Oksigen!" perintah Kin.
"Ok-Oksigen? Gua ga punya yang begituan!!" kata Azka panik.
"Coba Ayen liatin di kamar Kak Bel!" Ayen meluncur lari ke kamar Arabelle.
Namun, sepuluh detik kemudian sudah kembali. "Gatau kata sandi ruangannya!!" kata Ayen.
"Gimana dong???!!" Tangis Grizelle semakin menjadi-jadi menambah kebingungan yang lain.
Kin menarik nafas dalam-dalam. "Bel, lu tau kan gue anak dokter? Lu harus percaya sama gue," kata Kin.
Sedetik setelahnya Kin membuka mulut Arabelle kemudian menempelkan bibir seksinya ke bibir Arabelle dengan lembut. Ia meniup, memberikan nafas buatan keoada gadis itu.
Ia mengosongkan pikirannya melawan naluri laki-lakinya bergejolak.
3 kali ia lakukan hingga Arabelle lemas dan pingsan.
"Bel?!" pekik Grizelle melihat Arabelle pingsan. "Kin gimana??!"
"3 sampe 5 menit dia bakal bangun, " sahut Kin yang membuat semuanya lega.
Sungguh ia tak sangka, hari ini yang diprediksi oelh Bu Airin datang secepat ini.
"Bu Airin, aku berhasil menyelamatkan nyawa orang lain. Papah bilang aku bebas sampai aku bisa menyelamatkan nyawa orang lain, sama selerti dia. Jadi, sekarang aku bisa bebas, kan? Untuk jadi manusia yang sesungguhnya?" batin Kin.
🌺🌺🌼🌼🌺🌺🌼🌼🌺🌺🌼🌼🌺🌺🌼🌼
Yuhuuu~~~
Gomawo for all readers ❤️
Please dont forget to like, vote and comment in bellow ❤️
Salam manis,
__ADS_1
Erluthh
Have a nice day 🌸