Our It'S A (Pindah)

Our It'S A (Pindah)
Semasih ada gue, lu aman Gri


__ADS_3

Gerimis sore ini mengharuskan mereka untuk tetap berada di rumah. Azka menghabiskan seluruh waktunya untuk tidur, Kin sedang menonton kartun dengan Ayen pastinya, Arabelle sedang sibuk mengurus sosial media dan Grizelle yang masih di sekolah karena ada briefing bahasa hari ini.


Grizelle berdiri di bawah genting pos satpam yang tersisa sedikit untuk melindungi diri dari hujan, walaupun ia sudah menempel di dinding seperti cicak sepatunya tetap basah karena terkena reruntuhan bulir-bulir hujan yang lumayan banyak.


Beberapa waktu lalu Azka memang mengirim pesan untuk menelpon saat Grizelle selesai, namun Grizelle merasa tidak perlu, ditambah hujan mengingat jarak asrama nya cukup dekat dengan sekolah.


Sialnya ia tak membawa payung hari ini, biasanya ia selalu membawa payung lipat di dalam tasnya, mungkin ia memang ditakdirkan hujan-hujanan hari ini.


"Baiklah, mari kita lari saja," ucap Grizelle kepada dirinya sendiri.


Baru selangkah kakinya menerjang air ia hentikan pergerakannya dan menoleh ke samping kirinya, sebuah payung yang memblokir hujan untuk dirinya.


"Ma-Mahendra?"


"Lu baru mau pulang?"

__ADS_1


"Iya lu sendiri lagi apa di sini?"


"Ada barang gue yang ketinggalan di sekolah."


Baiklah, daripada harus sakit menenggak obat setiap hari serta di ocehi setiap waktu oleh Joy Airin, daripada ia harus lakukan itu sekali lagi akhirnya Grizelle hanya kali ini mengijinkan Mahendra memayunginya.


"Sampai disini saja, terima kasih," ucap Grizelle saat asrama yang tinggali hampir terlihat oleh matanya.


Grizelle sudah bersiap dengan aba-aba menerjang rentetan air hujan dengan berlari, tapi tubuhnya tertahan karena Mahendra menarik tasnya.


"Aw!" katanya ketika tubuhnya tertarik ke belakang, perasaan aneh sudah manggebu di dalam dirinya karena tatapan Mahendra yang belum pernah dilihatnya selama ini.


Grizelle semakin mempercepat langkahnya karena dirasa ada seseorang yang masih mengikutinya di belakang, ingin ia berteriak tapi tak bisa, ingin ia menangis tapi ia disetting untuk tidak menjadi lemah.


Ia masih berjalan cepat hingga ia menjerit terkejut karena sesosok yang memblokir jalannya.

__ADS_1


"Salah gue apa sama lu?!!" teriaknya tanpa sedikitpun melepaskan tangan yang mengepal memberi ancaman serta mata yang menutup menyembunyikan sejuta ketakutan.


"Salah lu karena udah bikin gue gila karena khawatir sama lo." Suara yang tak asing serta sentuhan lembut yang melepaskan kepalan mungil tangan Grizelle membuat gadis itu langsung memeluk tubuh yang ada di depannya.


"Gue takut sialan, gue kira lu orang jahat," adu Grizelle sambil memukul pelan punggung Azka yang memeluknya erat.


"Takut sama apa sih? Di dunia ini enggak boleh ada yang nyakitin Grizelle selama Azka masih hidup," kata Azka berbangga diri. "Kecuali Bu Airin," sambung Azka yang membuat Grizelle menggetarkan bahu karena tertawa menanggapi kalimatnya.


🌼🌼🌼🌼🌼🌼


Hurrayyyy selesai part ini, terima kasih buat kalian yang masih stay di cerita ini, akan sebisanya aku update setiap harinya untuk kalian pembaca setiaku 🥰🥰


Jangan lupa beri like dan komentar ya, karena dengan itu author jadi semangat untuk ngelanjutin ceritanya.


Dukungan yang kalian berilah yang buat aku semangat nulis ❤️

__ADS_1


Have a nive day,


Erluthh


__ADS_2