
Hari ini seolah dunia menyambut Azka kembali ke sekolah, matahari bersinar dengan indahnya, kicauan burung mengadu dengan merdu nya.
Azka sudah kembali ke sekolah tepat saat sekolah sedang gencarnya akan memilih siapa untuk jadi ketua OSIS setahun ke depan.
Sudah pasti Azka tak sudi! Hidupnya saja masih belum terurus dengan baik, mengapa ia harus mengurus siswa-siswa yang ada di sekolah? Jabatan ketua OSIS terlalu berat baginya ia tak ingin susah.
"Itu Azka!!"
Segerombol anak wanita berlari ke arahnya membuat ia berlagak sok badboy, padahal kepalanya masih sakit. Sialnya ia berangkat lebih dulu karena ingin menghindari ocehan Grizelle, malangnya ia malah diserbu dengan kesulitan yang sangat tidak berfaedah bagi hidupnya.
"Ka, Bagaimana kepala kamu?"
"Aku bantu bawah tasnya sini!"
"Kamu udah sembuh beneran?"
Bukannya sehat, Azka malah tambah pusing menghadapi wanita yang super cerewet. kalian bukan tipe Azka!
"Udah-udah, mundur-mundur."
"Denger ya," kata Azka mulai mempersiapkan kalimat setelah berhasil menenangkan para wanita fansnya.
"Aku itu--"
"Azka!!"
Azka menghentikan kalimatnya, serentak mereka semua memandang pemilik suara nyaring yang mulai berjalan mendekat.
"Ehh Gadis-gadis cantik kayaknya kalian harus pergi dulu, deh, daripada kalian kena amuk dinosaurus betina."
__ADS_1
Mendengarnya saja sudah membuat merinding, secara terpaksa mereka harus pergi sedang Azka mempersiapkan senyum seindah mungkin untuk menyambut Grizelle datang.
"Obat!!" Grizelle menodongkan kantong putih yang didalamnya berisi obat-obat Azka.
"Kenapa nggak diminum?! Gue hitung jumlahnya masih sama kaya kemaren!"
"Kalau lu mau mati bilang!"
"Biar gue cekik sekalian!"
Dengan wajah yang di sedih-sedihkan Azka menangkupkan tangan ke pipi Grizelle. "Maaf ya, istriku," katanya.
"Pen mati beneran lu ya! Istri pala lu!"
Azka bergidik melarikan diri sambil tertawa bahagia, sejak dulu Azka benci obat, tapi ia suka Grizelle, jadi ia terpaksa meminum bulatan-bulatan pahit itu demi Grizelle.
πΌπΌπΌπΌπΌπΌ
Tak satu atau dua anak yang masih mengobrol, bergosip, ngerumpi, menunggu guru pengisi mata pelajaran datang.
Kadang heran mereka bisa tak bangun seharian jika berkumpul seperti itu entah apa yang mereka bicarakan, jenggot kambing hitam yang tak kunjung putih, ulat bulu kenapa tidak pernah cukur bulu, burung hantu kenapa tidak jadi aktor film horor dan lain sebagainya, sungguh luar biasa.
Berbeda dengan tiga deret kursi yang berisikan anak ace, tanpa buku di tangan mereka tak akan hidup.
Serentak semua anak langsung duduk ke tempat mereka saat suara rotan yang khas milik wali kelas unggulan ini menyentuh daun pintu. Seperti biasa Grizelle si ketua kelas memandu untuk memberi hormat.
Ada sesuatu yang menarik perhatian para siswa. Gadis pendek dengan rambut terurai yang berdiri yang di belakang wali kelas.
"Silahkan perkenalkan dirimu."
__ADS_1
Gadis itu maju selangkah, mengedarkan pandangannya sambil tersenyum sebelum mengucapkan kata perkenalan.
"Selamat pagi teman-teman, saya pindahan dari Depok, Shakila."
Perkenalan yang sangat singkat, namun terasa menyenangkan, senyum gadis itu sangat segar.
"Silahkan cari tempat duduk yang kosong."
Gadis itu berjalan melewati Grizelle dan Ayen untuk duduk di samping Arabelle, hanya di sana bangku kosong tempat Mahendra duduk dulu.
Arabelle menyambut kedatangan Shakila dengan tersenyum canggung, bukan tipenya untuk menyapa orang terlebih dahulu.
"Siapa namamu?" tanya Shakila akrab.
"Chalondra. Arabelle Chalondra."
πΌπΌπΌπΌπΌπΌ
Sayyy hai to Murid baru kita. Gimana Shakila cantik gak? Tim Grizelle atau Tim Shakila atau Tim Arabelle ni?? ππ
Kalo author mah setia. Tim Azka ππ
Salam,
Erluthh
Have a nice day β€οΈ
__ADS_1