
"Siapa yang menyangka, Joy Airin itu Grizelle di masa lalu," kata Kin mengejek Grizelle yang masih santai dengan buku ditangannya. "Ya bagi gue sih, gapapa ya, karena Joy Airin itu cantik, tapi Grizelle ..." Kin perlahan memutar pandangannya memeriksa wajah Grizelle.
Barulah sebuah buku yang setebal dosa mendarat dikepala Kin akibat ulahnya sendiri. Tatapan mata Grizelle membuatnya beku kemudian mengakui kesalahannya.
"Ya maksud gue--"
"Ka, gue cantik gak?" tanya Grizelle tiba-tiba pada Azka yang ada diseberangnya.
"Cantik pake banget malahan." Tentu saja si bucin ini tak bisa berbohong barang sedikit.
Pengakuan Azka itu membuat Grizelle puas. Tak peduli bagaimana jijiknya respon teman-temannya karena tingkah kekanakannya.
"Dahh ah yuk, Yen, ke kantin," ajak Arabelle pada Ayen yang memang menyukai kantin sekolah. Mereka berdua keluar ruangan. "Gri?" panggil Arabelle heran kenapa Grizelle tak ada di belakangnya dan masih duduk rapih di sofa.
"Males," ungkap Grizelle tanpa mengalihkan sedikitpun pandangan dari buku yang sedang ada di tangannya.
"Gue ikut, mau bareng Ayen tercintahhh!!!" Fans nomor satu Ayen langsung mengambil tempat di tengah merangkul Ayen juga Arabelle kemudian keluar dari ruangan milik mereka.
"Sakit!" Arabelle memukul tangan Kin yang bergelantung di pundaknya.
🌼🌼🌼🌼🌼🌼
Azka dan Arabelle berjalan berdampingan dengan seragam tenis. Mereka pandai dalam hal olahraga sehingga terpilih untuk mengikuti perlombaan melawan sekolah lain.
__ADS_1
Bukan berarti anak ace lainnya tak pandai berolahraga, mereka dilahirkan dengan sempurna, tak ada yang tak bisa mereka lakukan, hanya saja pasti ada salah seorang yang terbaik dalam bidang tertentu. Untuk olahraga Azka rajanya dan Arabelle ratunya.
"Bel?"
"Apa?"
"Bentar deh!"
Azka menghentikan langkah kaki Arabelle, ia meletakkan tas raket miliknya dan milik Arabelle yang dibawanya ke tanah, kemudian membuka jaketnya dan mengikatkan di pinggang Arabelle.
"Bapak-bapak ampe mau nabrak liat elo."
Padahal Azka sendiri yang tergoda imannya melihat Arabelle berbalut pakaian tenis yang sangat mini ditambah body Arabelle yang sangat indah ukuran anak SMA.
"Ya bagi orang yang paham, kalo enggak?"
Arabelle hanya memajang wajah acuhnya sambil mengedikkan bahu tak peduli.
"Kalo dibilangin nurut dikit, kek!" Azka dengan gemas menarik hidung mancung milik Arabelle yang berwajah sedikit dengan pahatan Jerman itu.
"Iihhh apasih! Sakeeeet!!!"
"Biasanya cewe-cewe pada pingsan loh kalo gua gituin."
__ADS_1
Arabelle menatap Azka dengan kesal. "Itu kan anak-anak alay di sekolah! Lu napas aja mereka udah tereakk-tereakk." Dengan sungguh-sungguh Arabelle mengejek para fans-fans Azka yang sangat alay itu.
"Lu itu ya, Ka. Kalo emang pengen dapetin hati Grizelle, tobat lu tobat," oceh Arabelle sambil memukuli pelan bokong Azka.
"Pelecehan ni," goda Azka.
"Ahhh lu suka pan gue tepokin gini."
"Kok tau ngwehehehehhe," cengir Azka.
"Muka lu aja udah menampilkan ke-mesum-an!"
"Tapi banyak yang suka, kan?"
Arabelle menyerah kemudian. "Yodah kalah, lu ranking 1 dan gue ranking 5."
🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼
Yeyeyyyyy udahhh semangat nulis ni aku, karena kalian pembaca aku ❤️❤️
Terima kasih ya karena udah support aku, banyak yang nge-dm juga buat up segera ceeita ini, makasih banyak, aku terhuraaaa banget karena kalian ❤️❤️
Have a nice day ❤️❤️
__ADS_1
Jangan lupa banyak cuci tangan dan atur pola hidup sehat ❤️