Our It'S A (Pindah)

Our It'S A (Pindah)
PR Anak Kelas A


__ADS_3

Sepulang sekolah kelima anak kelas A langsung menuju ke kamar mereka masing - masing karena penat dan lelah akibat kegiatan hari ini di sekolah.


Grizelle melepaskan rambutnya yang terikat dan membiarkan rambutnya terurai sambil bergelimangan di atas kasur.


"Oh iya, gue lupa nelpon Bu Airin."


Setelah ingat, ia langsung menggapai ponselnya dan menekan panggilan ke nomor ponsel yang satu-satunya diberi tanda favorit.


"Berada di panggilan lain?" kata Grizelle heran, biasanya penggilannya langsung diangkat pada dering pertama. "Oh jadi gini rasanya cemburu yang Bu Airin bilang," katanya kesal sambil menepuk dada dengan gumpalan tangannya yang amat kecil.


Akhirnya Grizelle memutuskan mengirim pesan.


Send a message to Bu Airin :


"Jl. Cempaka Putih No. 03 Asrama SMA Merdeka. Itu alamat aku."


Send a message succes.


Tiga menit kemudian ia mendapat balasan.


"Baiklah, aku akan datang ke tempat kalian sore ini."


Grizelle memandangi ponselnya dengan tersenyum.


"Eh? Tapi ... kalian?" katanya heran. "Ahh bodo amat yang penting Bu Airin dateeengggg," katanya senang berjingkrak-jingkrak diatas kasurnya.


Seperti rencana, mereka berlima berkumpul di kamar Ayen yang merupakan basecamp mereka di sore hari ini.


"Kalian pada jangan heran nanti ya, terutama lu, Ka. Guru gue cantik maksimal, jan lu gaet-gaet aja, kaga rela gua," kata Kin memperingati Azka yang duduk tenang bermain ponsel.


"Padahal gue diem loh, kaga ngomong apa-apa, Gri, tapi tetep gua yang kena, Gri, gini-gini lebih baek gue temenan sama jo adalah cerdikiawan ajelah!" katanya meminta keadilan kepada Grizelle.


"Bodo amat mau lu maen sama jo adalah cerdikiwan atau sapalah bukan urusan gue," sahut Grizelle singkat tentu saja selalu dingin pada sosok Azka.


"Jooo gua butuh lu sekarang, ajak gue jadi cerdikiawan!!!" pekik Azka entah memekik entah kepada siapa.

__ADS_1


Kin menerima pesan dari gurunya. "Oh guru gue keknya udah nyampe," katanya sambil sibuk mengetik membalas pesan.


Belum selesai ia mengetik pesan, pintu kamar Ayen terbuka dan muncul sosok wanita cantik dengan kemeja biru tua dan kacamata yang memperindah wajah cantiknya.



"Bu Airin!!"


Kelimanya terkejut karena mereka memanggil nama itu dengan sangat kompak. Mata mereka bertatapan saling tak percaya dengan situasi yang sepertinya memang sengaja disusun untuk mereka.


"Bu guru gak disuruh duduk ni? Pegel banget deh."


Suara manis nan lembut Bu Airin memecah kebingungan mereka.


"Ta-tapi, Bu ..." Grizelle tak tahu mau berkata apa dan hanya menatap bingung.


"Duduk dulu, duduk, biar Bu Guru jelaskan."


Kelimanya mengikuti perintah Bu Airin dengan patuh, mereka kembali ke posisi masing-masing.


Bu Airin, wanita berusia 26 tahun dengan nama lengkap Joy Airin itu tersenyum kepada anak-anak yang sudah ia anggap sebagai anak-anaknya.


Kelimanya mengangguk dengan kompak.


"Tapi aku sedikit ngerti," kata Grizelle, gadis cerdas itu mengutarakan pendapat. "Aku paham sekarang, kenapa Bu Airin selalu menggunakan kata ganti 'kalian' padahal aku sendirian," katanya dan mendapat balasan dua jempol dari Bu Airin.


"Oh pantes aja Bu Airin selalu bilang 'teman', padahal aku gak punya teman satupun. Jadi yang Bu Guru maksud teman ... itu?" Arabelle menatap semua temannya dengan tatapan tak percaya.


"Masih ingat? PR yang Bu Guru kasih ke kalian, dan sekaligus menjadi alasan pengorbanan Bu Guru mengeluarkan kalian dari castle kalian?"


"Menjadi manusia," sahut kelimanya dengan kompak.


Mereka semua menutup mulut mereka yang menganga tak percaya dengan apa yang keluar dari bibir mereka dengan kompak.


Bu Airin tersenyum. "Bu Guru harap kalian segera menyelesaikan PR kalian untuk menjadi manusia yang sebenarnya. Berhenti menjadi kucing anggora yang mahal di dalam kandang atau robot pencitraan, bahagialah, setidaknya biarkan Bu Guru merasa berhasil udah ngidupin kalian berlima selama lebih kurang 13 tahun," kata Bu Airin penuh haru.

__ADS_1


Mereka berlima sangat baik dalam mendengarkan setiap huruf yang diucapkan oleh Bu Airin, bukti bahwa betapa mereka menyayangi Joy Airin, satu-satunya manusia yang memberi kesempatan bagi mereka untuk tahu apa arti sebenarnya dari bahagia yang dijelaskan di KBBI.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Penasaran sama visual ace SMA Merdeka di kegiatan Masa Orientasi?


Nihh Grizelle kasih tau, sebenernya Grizelle dapet foto ini dari cewe-cewe pas ditoilet 🀫


Cusss


πŸ‘‡


Mukanya aja udah brengsek bat bikin jantung jedug-jedug sampe pen gua jedugin!! Ganteng sih tapi rada sinting πŸ‘‡



Nihh juga ihhh Kin!!!! Apaansih lu, mau fashion show ato gimana sih Kin -,- πŸ‘‡



Bodoamat sama mereka, di hati gue tetep seorang ini doang 😍 Gila gasih ada manusia seimut ini, kalo gue bisa bikin adek sendiri bakal gue buat mirip 100% kek Ayen! tanpa pemanis buatan!πŸ‘‡



Kalo Arabelle mah jan ditanya πŸ˜’ dandan 2,5 jam dari gue masih ngimpi sampe gue siap tapi tetep aja tu muka lu, Bel -,- kaga ada perubahannya perasaan -,- apa perasaan gue aja?



🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Happy readers ~~~


Semoga selebih sekurangnya tulisan ini bisa membuat kalian terhibur, sukur kalo ada pelajaran yang positif yang bisa kalian contoh ~~


Kedepannya semoga selalu diberi kesehatan yaa kita semua πŸ₯°πŸ₯°

__ADS_1


Jan lupa Like, Vote, Komen πŸ₯°πŸ₯°


Follow : its_erluthh


__ADS_2