Our It'S A (Pindah)

Our It'S A (Pindah)
Jangan tinggalin gue


__ADS_3

Tanpa sepatu Arabelle yang datang terburu setelah dikabari oleh Joy Airin itu berlari Entah Berantah sambil menangis sesenggukan.


Tak sama sekali ia pedulikan jeritan Kin yang memanggil namanya berulang. Satu tujuannya hanya ingin lari dan menemui lelaki yang sempat membuatnya jatuh cinta itu, siapa lagi jika bukan Mahendra. Ia ingin mencekik laki-laki itu hidup-hidup.


Kurang dari semester jarak Kin dengan Arabelle akhirnya Arabelle menghentikan langkah, ia menekuk lututnya dan ndlosor di aspal hitam, mungkin ia harus berpikir sejenak.


Kin membangunkan tubuh gadis yang hanya berbalut kaos tipis dan celana kain pendek. "Ayo, Bel, bukan salah lu," kata Kin.


Dengan setia Kin mengikuti langkah lemah Arabelle yang bahunya masih bergetar. Sengaja lelaki berahang tegas itu berjalan satu meter di belakang Arabelle, masih memberi kesempatan untuk Arabelle berhasil menenangkan diri.


Arabelle berjalan lemah tanpa hasrat menatap sepasang sepatu kets milik Kin yang dipasangkan ke kakinya beberapa waktu lalu oleh Kin.


Bagaimana ia bisa tak sadar bahwa ia hampir-- tidak! Ia sudah membawa bencana bagi teman-temannya, dia selalu merasa lingkungannya terancam karena ia merupakan anak sial hasil dari hubungan haram diluar nikah orang tua yang tidak saling mencintai.


🌼🌸🌼🌸🌼🌸🌼


Membutuhkan waktu lama bagi Kin untuk sampai di ruangan ini, dia masih terus menatap punggung Arabelle yang berhenti di depan pintu.


"Bel, lu tahu sendiri Azka itu orangnya rada gak waras."


Kin menepuk bahu Arabelle beberapa kali hingga akhirnya Arabelle merasakan kehangatan yang merayap ke seluruh tubuhnya saat jemari Kin mencuri tempat di sela-sela jemari nya.


"Ayo!" Kin tersenyum begitu indah. Arabelle ingin mengabadikan wajah itu, sungguh Arabelle tak bisa mengalihkan tatapannya sama sekali.


Pintu kamar rumah sakit yang bertuliskan nama Azka sekali lagi terbuka, secara otomatis mengundang perhatian dua insan yang sedang mengobrol di sana.


Azka menaikkan sudut bibirnya melihat ekspresi lucu Arabelle yang mewek menangis ketika melihat dirinya.


"Pada cengeng bat! Heran gue sama cewek-cewek jaman sekarang."

__ADS_1


"Gue masih hidup padahal," kata Azka.


"Azkaku tersayang."


"Maafin Kakak Bel yang lebih tua 10 hari dari kamu ini ya."


Azka dengan senang hati menerima pelukan manja dari Arabelle, mungkin senyum Kin juga senyum Azka yang menghapus rasa takut dari diri Arabelle.


Arabelle berpikir semua orang yang ia sayang itu akan marah dan menyalahkannya seperti yang dilakukan orang tuanya selama ini. Ia hanya takut ditinggalkan.


Setelah suara riang Arabelle berakhir, detik selanjutnya gadis yang memiliki senyum cantik ini menangis secara tiba-tiba di pelukan Azka.


"Eh! Eh! Kenapa lu, Bel? Yang sakit itu gue kok lu yang nangis?" kata Azka dengan bingung.


"Gue takut..."


"Gue takut kalian bakal ninggalin gue. Gue benci ditinggalin. Gue benci sendirian ... gue ... takut."


Hati mereka tersayat mendengar kalimat yang beradu dengan tangis itu.


"Jangan tinggalin gue ..." pinta Arabelle memeluk Azka dengan erat.


"Gue nggak mau sendirian lagi ..." mohon Arabelle dengan suara parau.


Azka mengelus punggung Arabelle. "Kasih tau, siapa sih orang yang ninggalin lo? Kasih tau gue biar gue kasih pelajaran tu orang."


"Matematika atau fisika? biar puyeng-puyeng sekalian mereka!"


Astaga Azka sempatnya mengeluarkan bakat pribadi saat situasi seperti ini. Ya, dia adalah Azka, salah satu pendekar digardu depan.

__ADS_1


"By the way, Ayen mana?" tanya Grizelle setelah situasi tenang, Arabelle juga sudah tenang karena diberi asupan roti buaya oleh Kin.


"Ayen? Biasalah dia penanggung jawab masalah hukum, dia lagi di kantor polisi," sahut Kin singkat sambil makan roti buaya.


Tak sadar tatapan dari Grizelle, dinosaurus betina sudah berubah garang.


"Kebiasaan!" Grizelle memukul bahu Kin, walaupun tidak sakit tapi berhasil membuat roti buaya di tangan Kin terkejut hingga meloncat.


"Astaga! Kaget gue! Apa?!" pekik Kin.


"Kebiasaan nyuruh anak kecil ke kantor polisi!" protes Grizelle tak terima.


Kin tak mau kalah, ia menyiapkan nada falsetnya. "KARENA ANAK KECIL ITU ANAK JAKSA! PINTAR URUSAN HUKUM! DARI LAHIR UDAH MAKAN BUKU PASAL!!"


Semua orang di ruangan itu terdiam sejenak lalu bertepuk tangan, salut dengan suara Kin yang tingginya mengalahkan menara eiffel.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Bonus Kintan Adhlino ❀️



Bayangin kalo kalian ditatap Kin kayak gini mau ngapain dong kalian? Masih idup ato gimana? πŸ˜‚ Arabelle aja luluh kek keju mozarella πŸ˜‚


salam,


Erluthh


Follow ig : its_erluthh

__ADS_1


__ADS_2