Our Story : Mendadak Sekantor

Our Story : Mendadak Sekantor
71. PMS


__ADS_3

Breaking News:


Kecelakaan di Tol Cikampek! Akhirnya Tersangka Kasus Penggelapan Uang Ditangkap!


Setelah menyandang status tersangka kurang dari 24 jam, Indra Suteja, saksi Kasus Penggelapan Uang Perusahaan PT. Rapidash Express akhirnya berhasil ditangkap setelah mobil yang dikendarainya menabrak separator jalan di kawasan tol Cikampek. Selain mengamankan tersangka, polisi juga menyita satu buah tas berisi uang tunai sebesar 1 milyar rupiah sebagai barang bukti. Saat ini, kondisi tersangka terbilang stabil setelah mendapat penanganan medis karena mengalami benturan di kepala dan patah tulang. Sementara itu, Bambang Hanggara—CEO PT. Rapidash Express, Zahra Yantini, Ranita Valensia, dan Dimas Hanggara, Agus Hanggara, dan Happy V. Hanggara masih dalam pengejaran pihak kepolisian…


Melihat berita itu, Gala hanya bisa mendesah pelan. Belum lega rasanya kalau aktor utamanya belum tertangkap. Tapi setidaknya, tangan kanan Bambang itu sudah berhasil dilumpuhkan.


Tangannya terjulur untuk mengambil ponselnya dan membuat panggilan.


“Halo?” jawab suara perempuan yang sudah hampir seminggu lamanya tak bertemu dengannya itu.


“Gemma, kamu udah lihat berita?”


“Sudah.”


“Gimana perasaan kamu sekarang?”


Gemma menghembuskan napas beratnya sebelum menjawab, “Aku baik-baik aja.”


Wanita itu berkata baik, padahal tidak. Gala tahu itu. “Mau kutemanin malam ini?”


“Nggak perlu, Gala. Nggak usah ke sini. I’m okay. Really.”


Baiklah, pria itu tak ingin memaksa lagi. Hubungannya dengan Gemma jadi begitu dingin setelah Viani memergoki mereka berdua kemarin.


Hingga sekarang, Gala belum mencoba memperbaiki hubungan mereka. Meski dia begitu ingin Gemma kembali bersamanya, tetapi semua tidak bisa diselesaikan sekarang.


Tetapi dua hari kemudian, pada paginya, Gala mendapat telepon dari kuasa hukum perusahaan yang menangani kasus korupsi itu dan mendapatkan berita yang membuat hatinya diliputi kekuatiran yang ekstrim.


“Nik, lo di RS kan?” tanya Gala yang sekarang sedang menyetir dengan cepat-cepat menuju rumah Gemma. “Gue ke sana sekarang!”


Gala memarkirkan mobilnya di depan rumah Gemma. Dia turun dengan terburu-buru dan mengetuk pintu rumah Gemma dengan tak sabaran sampai melupakan kalau rumah itu memiliki bel.


“Siapa?” tanya Gemma dengan nada meninggi, yang akhirnya muncul beberapa detik kemudian. “Loh. Kenapa Gala? Kok kamu kayak—“


“Nggak ada waktu! Ikut aku sekarang!” Pria itu langsung menarik tangan Gemma dengan paksa.


“Tunggu, hape aku dan tas aku!”

__ADS_1


***


“Kita mau ke mana?” tanya Gemma yang sedikit ketakutan melihat ekspresi Gala yang seperti ini. Saking tergesa-gesanya, wanita itu tidak sempat mengganti baju. Dia hanya mengenakan pakaian rumahan berupa kaos kebesaran dan celana pendek yang kesemuanya berwarna hitam.


“Ketemu Niko," jawab Gala singkat.


Gemma bingung. “Niko? Ngapain kita ketemu dia?”


“Bilang sama aku, kapan terakhir kamu berhubungan sama Indra.”


Muka Gemma berubah jadi merah padam begitu urusan pribadinya dengan Indra diusik. “Kamu ngapain sih tanya begituan? Nggak sopan tau!”


“Astaga!” Gala memukul kemudinya dengan frustrasi sampai Gemma tersentak kaget. “Please, kasih tau aja, napa sih?! Aku nanya bukan buat hakimin kamu! Atau melakukan yang aneh-aneh sama kamu!”


Gemma memundurkan tubuhnya dengan ragu-ragu, tetapi wanita itu menjawab saja. “Bulan… Ehm… Masih di bulan Desember, sebelum dia kedapatan selingkuh sama Ranita.”


Mata Gala tertutup sejenak dengan wajah yang tampak lebih was-was dari yang tadi.


Ekspresi Gala itu membuat Gemma kesal. “Beritau aku, apa yang sebenarnya terjadi!”


“Aku bakal jelaskan nanti. Kita udah sampe, ayo turun dulu.” perkataan Gala itu menyadarkan Gemma kalau kini mereka sudah ada di parkiran rumah sakit. Gala turun dari mobilnya dan membukakan pintu untuk Gemma.


Gala terlihat seperti tak sabaran. Genggaman tangannya pun terasa begitu kencang.


Gala tak menjawab. Kakinya berhenti tepat di depan sebuah pintu dengan nama dr. Niko Hendrawan, S.POG.


“Loh, ini kan ruangan Niko?”


Sebelum Gala mengetuk, Niko sudah membuka pintunya terlebih dulu. “Waktunya pas banget. Ayo, Gem. Ikut gue bentar.”


Gemma menepis tangan Niko yang hendak menuntunnya berjalan mengikutinya. “Ada apa sebenarnya? Jelasin sama aku ada apa ini?!” tuntut Gemma pada Gala.


“Please, Gem. Ikutin Niko aja dulu, oke? Ini demi kebaikan kamu.”


Niko tersenyum. “Kita janji nggak bakal ngapa-ngapain elo, Gem. Ini cuma pemeriksaan singkat.”


“Kita bakal jelasinnya nanti, oke?” Gala membelai kepala Gemma dengan penuh sayang. “Aku tunggu di sini… Nik, titip Gemma ya. Jangan kelamaan. Gue pengen hasilnya ada hari ini juga! Please, Nik…”


Permohonan Gala begitu sangat menyedihkan. Mana pernah Gala menunjukkan sisi seperti ini seumur hidupnya.

__ADS_1


Bahkan saat kematian orang tuanya, pria itu seperti tak tersentuh. Tapi saat menyangkut Gemma, semua mendadak seperti terbalik.


Maka Niko menyentuh bahu Gala dan mengusapnya. “Lo nggak usah kuatir. Kita periksa aja dulu.”


Melihat Gala seperti itu, dari awalnya Gemma ingin menolak, dia jadi menyerah pada keinginan Gala dan pasrah mengikuti Niko. Dia tetap menatap Gala sampai pintu lift tertutup dan membawa mereka ke lantai dua. Sedangkan Gala hanya menatap nanar pada pintu lift itu, berharap Gemma tak kenapa-napa.


Beberapa waktu kemudian, Niko dan Gemma akhirnya muncul lagi dari lift. Di tangannya terdapat sedikit lebam bekas jarum suntik yang kapasnya sudah dilepas sejak berjam-jam yang lalu.


“Gimana?” tanya Gala dengan perasaan kuatir.


Niko tersenyum dan menggeleng. “Aman…”


“Thank God!” desis Gala. Tangannya pun terbuka dan membawa Gemma yang masih kebingungan itu masuk dalam pelukannya.


...***...


Niko membawa mereka berdua ke ruangannya dan mempersilakan mereka duduk di sana. Niko menatap Gemma dengan tatapan kasihan sekaligus lega karena semua sudah berlalu.


“Gem. Lo bersih kok. Nggak kenapa-napa,” ujar Niko dengan tenang.  “Lo tau kan Indra kecelakaan tempo hari?” tanya Niko sebelum Gala menyampaikannya.


“Ya, gue tau. Lalu apa hubungannya sama gue?”


“Gala. Gue yang jelasin atau lo aja nih?”


“Gue aja,” kata Gala sambil memperbaiki posisi duduknya. Dia menggenggam erat tangan Gemma.


Wanita itu menunggu sang pria berbicara. Ada perasaan marah, lega, dan kuatir yang bercampur jadi satu dalam ekspresi Gala. Ditatapnya Gala dengan lekat, menanti penjelasan macam apa yang akan dia ucapkan.


Gala lalu membuka suara. “Pagi ini aku dapat kabar.”


“Kabar apa?”


Gala menghela napasnya dalam-dalam. Meski sulit, dia harus ungkapkan hal ini pada Gemma. Dia berhak tau bahaya macam apa yang mengintainya sebelum hari ini.


Kekuatiran ini yang membuat Gala ketakutan sejak awal tahu kalau Indra berselingkuh, sejak dia dan Felix melakukan background check Desember lalu pada pria yang akan bercerai dari Gemma itu.


Sudah lama Felix menyuruh Gala memberitahukannya, tapi rasanya sulit sekali. Informasi ini terlalu sensitif dan terlalu ‘private’ meski mereka sudah jauh lebih dekat dari sebelumnya.


Namun, karena semua sudah aman, Gala tak punya alasan lagi untuk tak memberitahukan Gemma tentang hal ini. Gemma harus tahu, pria seperti apa yang menikah dengannya selama 15 tahun itu.

__ADS_1


“Gem… Indra kena sifilis.”


***


__ADS_2