
Pak Johan dan Ibu Mila mendekat ke arah Tria ,ia menyuruh agar Tria duduk .Bibi sudah membuatkan minuman untuk Tria dan kedua majikannya .
"Minumlah dulu nak !" pinta Bu Mila menawarkan minuman tersebut .
"Terimakasih tante !" sahut Tria yang segera meminum minuman tersebut .
"Sebenarnya ada apa dengan Diki?" tanya Tria penasaran .
"Tante ga tau ,hanya saja dia selalu memanggil namamu !"Sahut Bu Mila yang tak ingin menjelaskan yang sebenarnya . Bukannya ia tidak mau jujur , namun ia ingin Diki lah yang bertanggung jawab untuk menjelaskannya kepada Tria .
Diki tersadar dan ia mencoba duduk di kepala ranjangnya . Sembari memegang kepalanya yang masih terasa berat . Diki pun melihat di sekeliling ,yang tak ia mengerti kenapa Mama,Papa nya dan juga Tria bisa ada dikamar nya .
"Kamu sudah sadar nak ? makan lah dulu lalu minum obatmu !" seru Mama Mila yang mendekat menyodorkan semangkuk bubur ke arah Tria . Tria yang paham akan gerak Mama Diki, ia menerima mangkuk tersebut dan menyuapi Diki perlahan .
"Aaaa,,, makan!" seru Tria menyodorkan se sendok bubur ke mulut Diki.
"Sedikit saja! karena kepala ku masih sakit !" seru Diki dengan manjanya kepada Tria .
Setelah makan beberapa sendok bubur , lalu Tria menyiapkan obat untuk Diki dan menyuapi obat tersebut . Diki tak banyak protes ,ia hanya membuka mulutnya ,ia tersenyum bahagia karena saat ia terbangun ia sudah melihat wanita yang ia cintai .
" Ma ,Pa ! aku jadi ingin cepat nikah setelah melihat wanita yang aku cintai ada disamping ku saat aku terbangun !" Diki tersenyum penuh harap ,agar Tria meng ia kan permintaanya .
__ADS_1
"Diki,kamu apaan sih ? kita belum cukup umur untuk menikah,dan kita belum siap untuk membina rumah tangga !" sahut Tria yang kini wajahnya memerah karena malu .
"Mama dan Papa setuju aja ,jika kalian sudah siap !" sahut Mamanya yang sekarang duduk di ranjang Diki mengelus kepala Diki .
" Tuuuh Mama Papa aku sudah setuju ,tinggal kamunua saja !" kata Diki sembari senyum menggoda Tria namun Tria hanya dan tidak menjawab ia ataupun tidak .
"Sebenarnya kamu sakit apa?" tanya Tria uang sekarang baru ingat menanyakan keadaan Diki .
"aku cuman sakit kepala berat !" sahut Diki beralasan .
"Nak ,Mama Papa keluar dulu ya ! Tria tolong jagain Diki dulu ya !" pinta Mama Mila meninggalkan mereka berdua ,dengan maksud agar mereka bisa leluasa berbicara .
Mama Papa Diki mengangguk dan keluar dari kamar Diki , Mama Diki akan mendengarkan perbincangan mereka dari balik pintu . Saat mereka tengah berbincang ,Hp Diki berbunyi. Diki pun melirik hp nya dan melihat nama Rani yang menghubunginya. Lalu ia mengabaikan panggilan tersebut.
"Sayang siapa yang telepon? kok ga diangkat?" tanya Tria yang hendak mengambil hp Diki . Namun belum sampai tangan Tria mengambil hp Diki, Diki terlebih dahulu memindahkannya ke balik bantalnya .
"kok ditaruh disana?" tanya Tria kesal .
"sayang,udahlah ! aku ingin istirahat dan berbincang denganmu .
"Baiklah !" sahut Tria tanpa ada rasa curiga ,ia percaya akan perkataan kekasihnya .
__ADS_1
Kembali Hp Diki berdering terus berdering hingga 4x. Namun Diki tetap mengabaikannya,karena ia tau bahwa Rani lah yang menghubunginya .Karena penasaran Tria pun ingin memastikan ada keperluan apa sebenarnya ,orang kantor menghubunginya . Tria berhasil mengambil hp Diki dan ia membaca nama yang memanggil pada layar hp Diki .
"Rani? siapa dia ?" tanya Tria penuh selidik .
"Orang kantor !" jawab Diki beralasan .
Hp Diki kini kembali berdering dan Tria langsung menjawabnya dan me lound speaker hp Diki . Belum sempat menyapa namun Rani lah yang terlebih dahulu berbicara .
"Sayang,kenapa kok lama banget diangkat !" seru Rani dari seberang telepon dengan nada manja .
"Sayang? sebenarnya Rani siapa? " gumam Tria yang sekarang menatap tajam ke arah Diki . Diki yang mendengar ucapan Rani ,ia pun merasa degdegan,takut dan kesal karena Rani main nyeroscos saja .Tria menyodorkan hp ke arah Diki untuk menjawab panggilan Rani dengan mode lound speaker.
"Halo,ada apa kamu menghubungi ku? " tanya Diki ketus
"Sayang ,kok ketus gitu jawabnya ?" sahut Tria manja dan terus menyebut sayang kepada Diki .
Tria hanya terdiam mendengar ucapan sayang dari Rani , Kini dada Tria sangat panas dan sesak. Tria tak mampu membendung air matanya,sehingga ia meneteskan air matanya. Diki yang mengetahui itu ,lalu ia mematikan hp nya dan mendekati Tria yang sekarang tengah terisak . Diki ingin menjelaskan semuanya namun Tria bergegas keluar dari kamar Diki dan berlari .Dengan cepat ia menuruni anak tangga hingga sekarang berada di depan Hendra .
"Kak ,ayo kita pulang! Tria sudah di telepon , katanya ada meeting di tempat kerja !" seru Tria dengan mata sembabnya ,namun ia sudah menghapus sisa air matanya .
"Baiklah!" sahut Hendra ,yang sadar akan raut wajah adiknya dan mata sembabnya .
__ADS_1