
Setelah beberapa menit mengikuti,akhirnya Rani mampu mengejar langkah Tria ,ya tepat di hadapannya saat ini ,mereka bertemu dan saling menatap satu sama lain . Rani segera Tria untuk memberi waktu berbicara padanya ,Tria pun mengangguk ,mengiyakan keinginan Rani .
"Tria ,maaf! aku yang egois sehingga membuat mu dan Diki terpisah! aku tidak bisa hidup tanpa Diki dan aku tak bisa berbagi kepada wanita manapun ! maafkan keegoisanku!" lirih Rani bersendu meminta maaf akan keegoisannya .
"Sebelum kamu meminta,aku sudah memaafkan mu! 🙂 jaga lah suami mu baik - baik ! jadilah istri yang baik untuk suamimu ! karena aku sudah angan merasakan bagaimana sakitnya kehilangan ." Titah Tria memberi pesan dan memaafkan Rani juga sedikit menyindirnya .nya
"(Rani tersenyum 🙂) terimakasih ! karena kamu mau memberi maaf,tolong restui hubungan kami dan iklaskan Diki untuk hidup bersamaku!" Rani menggenggam erat tangan Tria ,ia bersungguh2 dan ia pun meneteskan air matanya karena terbawa suasana .
"Hei ,kenapa menangis?-har berbahagialah ,karena kamu sudah menikah dengan pria yang kamu cintai! aayolah ,senyum ,baiklah bagaimana jika kita berteman saja? tak ada yang harus disesali ." Tria kini mengajak Rani berteman ,karena ia tak ingin ada permusuhan .
"gaBenarkah? kamu mau berteman dengan ku? " tanya Rani memastikan dan penuh harap .
"Ya,tentu saja ! lebih baik berteman daripada harus bermusuhan.
Mereka pun saling merangkul menerima pertemanan mereka. Kini mereka sudah bertukar no hp agar mudah saling menghubungi .
prov off
"Jadi ,begitu ceritanya kak ,akhirnya kami berteman dan tak ada lagi benci atau permusuhan ." jelas Tria kepada Aditya .
" Baguslah! aku bangga akan sikap dewasa mu!" Aditya mengacak rambut Tria sehingga membuat Tria sebal dan mengerucutkan bibirnya .
__ADS_1
"Yuk ,kita pulang sekarang! udah malem ,entar dikiranya aku bawa kamu kawin lari lagi ,ha ha ha ha" Canda Aditya yang tak sadar membuat Tria tersipu malu akan ucapannya .
Mereka segera menuju mobil dan langsung masuk ,begitu juga dengan Aditya ia mengemudikan mobilnya dengan lihai . Di dalam perjalanan mereka selalu tertawa ,karena ada saja pembicaraan yang membuat mereka tertawa sehingga mereka hampir saja melewati lampu merah .
"upppssss,hampir saja kena tilang ,he heeee" seru Aditya yang mendadak menghentikan mobilnya .
"Kak Adit sih ,keasikan ngelawak nya ha ha ha .
Mereka kembali tertawa ,menertawai kekonyolan mereka berdua .Di arah yang ria ada pengendara motor yang memperhatikan kebahagiaan mereka ,sehingga membuat pria itu geram dan mengepalkan tangannya .
"Jika aku tak bisa mendapatkannya,maka pria lain pun tak boleh mendekatinya." gumam Angga yang masih mengepalkan tangannya melihat Tria tertawa lepas bersama pria lain.
"Woeee,apa kabar? tanya Aditya sembari menepuk bahu Hendra yang tengah sibuk bergulat di depan layar layar laptopnya .
"Baik ,baik ! kamu apa kabar bos? gimana dapat cewek ga disana? sahut Hendra asal namun masih fokus menatap layar laptopnya .
"Cewek ? hmmmmm,,, dapat ga ya?" Aditya tersenyum menjawab pertanyaan Hendra dan muncullah ide licik untuk mengerjai Tria dan ia juga ingin memastikan bagaimana respon Tria .
"Dapatlah,disana ceweknya bening ,cantik dan seksi pula !" seru Aditya yang membuat Hendra menghentikan jarinya lalu menatap ke arah Aditya yang tengah duduk di sofa dengan satu kaki bertumpu di kaki satunya lagi .Berbeda dengan Tria ,kina wajah Tria memerah dan tak sadar ia mengerucutkan bibirnya setelah mendengar ucapan Aditya tentang cewek cantik ,yang membuatnya marah tanpa ia sadari .
"Yes ,dia marah,itu artinya?" gumam Aditya yang melirik ke arah Tria yang masih sibuk dengan pikirannya sendiri .Sehingga membuat Aditya menyunggingkan senyum puas karena sudah membuat Tria marah.
__ADS_1
"Kenalin dong! " pinta Hendra dengan nada bercanda ,karena ia tahu bahwa anak bos juga atasannya dan sekaligus sahabatnya itu tidak pernah menjadi playboy selama bersahabat bersamanya ,Hendra tau bahwa itu hanyalah akal - akal an Aditya yang ingin menguji Tria adiknya .
Tria berdecak kesal,ia berlalu menuju kamar tanpa permisi ,ia berjalan dengan menghentak kan kakinya seperti anak kecil yang lagi marah. Namun ia tak menyadari akan sikap nya saat ini,ia hanya fokus dengan kemarahannya setelah mendengar Aditya memuji wanita lain di hadapannya .Setelah sampai di kamar ,ia merebahkan tubuhnya dan menatap langit - langit kamarnya .
"eh,kok aku ngambek ya? ada apa ini?" gumamnya, baru ia menyadari akan tingkahnya tadi.
Segera ia mandi dan memakai piyamanya ,lalu berjalan keluar menghampiri Aditya dan Hendra untuk menawari minuman ,karena tadi ia lupa menawari minuman lantaran tingkah anehnya yang baru ia sadari .
"Emm,kak mau minum apa? maaf tadi aku langsung mandi karna sudah gerah!" titah Tria beralasan
"Apa ajalah ,yang penting kamu yang buatin 😊,sahut Aditya dengan memberi senyum dan ia tau bahwa Tria hanya membuat alasan menutupi kemarahannya tadi .
Hendra yang mengetahui sikap adiknya hanya bisa tersenyum dan berharap agar adiknya bisa melupakan Diki dan membuka lembaran baru di hatinya .Hendra tak bermaksud menjodohkan adiknya dengan Aditya karena Aditya kaya ,namun ia tau Aditya adalah pria yang santun dan bertanggung jawab .Maka dari itu ia tak membatasi kepergian Tria bersama Aditya selama tidak lewat waktu dan batasan .
Setelah selesai membuat minuman ,Tria melangkahkan kakinya mendekati tamu yang tadi sudah mengantarnya pulang .Lalu ia menyodorkan minuman kepada Aditya dan juga Hendra . ia tersenyum sendiri mengingat tingkahnya tadi ,ia memilih duduk di sofa sebrang ,sehingga Aditya bisa melihatnya senyum - senyum sendiri tanpa ia sadari Aditya menatapnya tajam dan penuh tanya .
Tria pun melirik Aditya ,namun tatapan mereka beradu dan terkunci ,kini mereka saling menatap ada beribu pertanyaan di kedua insan itu,yang tak mampu mereka ucapkan saat ini . Setelah beberapa menit beradu tatap ,akhirnya Hendra membuyarkan tatapan mereka berdua .
"oke ,selesai!" seru Hendra bersemangat ,akhirnya tugas kantor terselesaikan juga .
Mereka mengobrol bertiga ,seperti biasa Aditya selalu membuat komedi sehingga mereka tertawa lepas ,mereka tak sadar jika waktu sudah malam dan para penghuni rumah lainnya sudah terlelap . Di tengah tawa mereka ,Aditya selalu mencuri pandang ke arah Tria ,namun Tria selalu menangkap pandangan Aditya sehingga mereka senyum- senyum sendiri di tengah obrolan itu .Waktu semakin larut ,Aditya pun berpamitan dan segera kembali ke apartemennya .
__ADS_1